Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita BolaBerita Investigasi

Dugaan Penggelapan Dana Bantuan OPLA di Serdang Bedagai: Petani Empat Desa Belum Terima Dana Upah Jetor

587
×

Dugaan Penggelapan Dana Bantuan OPLA di Serdang Bedagai: Petani Empat Desa Belum Terima Dana Upah Jetor

Sebarkan artikel ini

Ser­dang Beda­gai,—Snipernew.id.

Masyarakat petani dari empat desa di Kabu­pat­en Ser­dang Beda­gai, Sumat­era Utara, men­gaku belum mener­i­ma dana ban­tu­an Operasi dan Pemeli­haraan Jaringan Iri­gasi (OPLA) Tahun 2025 dari Kementer­ian Per­tan­ian yang seharus­nya mere­ka ter­i­ma sejak Juni lalu. Ban­tu­an terse­but diduga kuat dige­lap­kan oleh pen­gu­rus GP3A (Gabun­gan Perkumpu­lan Petani Pemakai Air) Maju Bersama, atas nama Sar­wiy­ono dan Hartono. Rabu (6/08)

  Hiswana Migas Sumut Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran dan Dukung Sitkamtibmas Kondusif Jelang Nataru 2025**

Berdasarkan data yang dihim­pun, dana ban­tu­an OPLA yang dis­alurkan Kementer­ian Per­tan­ian melalui GP3A Maju Bersama men­cakup:

Total luas lahan: 1.000 hek­tare, Ban­tu­an per hek­tare: Rp900.000, Total ban­tu­an: Rp900.000.000, Dana yang sudah dicairkan (70%): Rp630.000.000

Namun, petani dari empat desa pener­i­ma man­faat, yaitu:

1. Desa Pematang Kuala, Teluk Mengkudu – 122 hek­tare (P3A: Sar­wiy­ono)
2. Desa Bogak – 277 hek­tare (P3A: Surya)
3. Desa Sen­tang – 276 hek­tare (P3A: Sam­sul)
4. Desa Mang­ga Dua, Tan­jung Beringin – 322 hek­tare (Pener­i­ma: Uli, Kadus III)

men­gaku tidak per­nah mener­i­ma dana ban­tu­an dalam ben­tuk upah jetor yang seharus­nya diba­yarkan sebe­sar Rp36.000 per rante (setara ±0,1 hek­tare).

  Sorotan Tajam Dugaan Proyek Irigasi Asal-Asalan

Rin­cian dana yang seharus­nya diter­i­ma oleh mas­ing-mas­ing desa, berdasarkan luas lahan,
Pematang Kuala: Rp76 juta, Bogak: Rp173 juta,
Sen­tang: Rp173 juta, Mang­ga Dua: Rp202 juta.

Mes­ki dana telah dicairkan sejak 4 Juni 2025, hing­ga kini petani belum mener­i­ma hak mere­ka. Hal ini menim­bulkan kecuri­gaan kuat adanya pengge­la­pan dana oleh pen­gu­rus GP3A Maju Bersama.

Pada Rabu, 6 Agus­tus 2025, perte­muan antara Dinas Per­tan­ian Ser­dang Beda­gai, per­wak­i­lan GP3A, dan masyarakat tiga desa telah dilak­sanakan. Dalam perte­muan terse­but, GP3A men­jan­jikan penyalu­ran dana dalam dua hari ke depan. Namun masyarakat tetap mende­sak keje­lasan dan transparan­si dalam pros­es penyalu­ran dana.

  Jalan Rusak Tak Kunjung Tuntas, Warga Sukoharjo–Pringsewu Minta Pemerintah Turun Lapangan, Bukan Sekadar Terima Laporan

Masyarakat mende­sak:

1. Dinas Per­tan­ian Ser­dang Beda­gai agar segera mengam­bil langkah tegas dan tidak melakukan pem­biaran atas dugaan penyelewen­gan ini.

2. Aparat Pene­gak Hukum (APH) untuk melakukan penye­lidikan atas dugaan pengge­la­pan dana ban­tu­an pemer­in­tah ini.

3. Penyalu­ran ban­tu­an OPLA Tahun 2025 segera dilakukan secara transparan dan akunt­abel kepa­da selu­ruh petani pener­i­ma man­faat.

Kasus ini dihara­p­kan men­ja­di per­ha­t­ian serius selu­ruh pihak, mengin­gat ban­tu­an ini menyangkut hak dasar para petani untuk men­dukung pro­duk­tiv­i­tas dan keber­lang­sun­gan per­tan­ian di daerah.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *