Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Dugaan Jual-Beli Minyak Jelantah di SPPG Sergai Jadi Sorotan Publik

211
×

Dugaan Jual-Beli Minyak Jelantah di SPPG Sergai Jadi Sorotan Publik

Sebarkan artikel ini

Ser­dang Beda­gai — Snipernew id

Dugaan prak­tik pen­jualan minyak sisa peng­goren­gan atau minyak jelan­tah di sejum­lah Sat­u­an Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabu­pat­en Ser­dang Beda­gai kem­bali men­cu­at dan men­u­ai per­ha­t­ian serius pub­lik.

Isu ini menim­bulkan kekhawati­ran luas kare­na SPPG meru­pakan unit layanan yang berkai­tan lang­sung den­gan pemenuhan gizi masyarakat.

Infor­masi dugaan terse­but men­cu­at sete­lah adanya pen­gakuan dari pihak yang men­gaku bek­er­ja di lingkun­gan SPPG.

Sum­ber yang mem­inta iden­ti­tas­nya dira­hasi­akan menye­butkan bah­wa minyak bekas peng­goren­gan diduga ker­ap kelu­ar dari dapur layanan dan diper­jual­be­likan secara bebas, tan­pa mekanisme pen­gelo­laan lim­bah yang jelas.

  Sekretariat DPRD Pringsewu Bungkam Saat Dikonfirmasi Anggaran 2025, Ada Apa di Balik Ratusan Juta Rupiah?

Menu­rut sum­ber terse­but, prak­tik ini bukan ter­ja­di sekali dua kali, melainkan diduga telah berlang­sung cukup lama.

Ia mem­per­tanyakan lemah­nya pen­gawasan inter­nal ter­hadap pen­gelo­laan lim­bah dapur di SPPG.

“Kami her­an, men­ga­pa minyak sisa peng­goren­gan bisa kelu­ar dan diper­jual­be­likan.

Ini seper­ti ada pem­biaran. Pada­hal seharus­nya lim­bah dikelo­la sesuai atu­ran, bukan men­ja­di komod­i­tas,” ujarnya.

Minyak jelan­tah dike­tahui berpoten­si mem­ba­hayakan kese­hatan apa­bi­la dis­alah­gu­nakan atau kem­bali beredar tan­pa pen­go­la­han sesuai stan­dar. Dalam tata kelo­la yang semestinya, minyak sisa peng­goren­gan dikat­e­gorikan seba­gai lim­bah yang harus ditan­gani secara khusus, bukan diper­jual­be­likan secara bebas.

Hing­ga saat ini, belum ter­den­gar adanya klar­i­fikasi res­mi maupun sanksi tegas dari pihak pen­gelo­la SPPG di Kabu­pat­en Ser­dang Beda­gai terkait dugaan terse­but. Kon­disi ini memu­nculkan per­tanyaan pub­lik men­ge­nai efek­tiv­i­tas pen­gawasan ser­ta akunt­abil­i­tas pen­gelo­laan SPPG.

  Proyek JIAT Pringsewu Tanpa Transparansi Picu Dugaan Konflik Peran

Sorotan juga datang dari aktivis LSM LPKH, Der­mawan Sagi­ta. Ia meni­lai pen­gawasan dan pem­ber­i­taan terkait SPPG seharus­nya dilakukan secara menyelu­ruh, tidak ter­batas pada per­soalan minyak jelan­tah sema­ta.

“Masih banyak temuan lain yang patut dika­ji, mulai dari kelayakan ban­gu­nan hing­ga pros­es ver­i­fikasi mitra SPPG. Bahkan ada dugaan oknum yang mem­per­jual­be­likan titik ban­gu­nan SPPG, pada­hal seharus­nya gratis dan tidak mem­be­bani ret­ribusi,” tegas­nya.

Ia meni­lai fungsi pen­gawasan di lingkun­gan SPPG seo­lah tidak ber­jalan opti­mal. Jika benar ter­ja­di pem­biaran, hal ini berpoten­si merugikan kepentin­gan pub­lik dan menced­erai prin­sip pelayanan dasar.

Sejum­lah pihak mene­gaskan bah­wa per­soalan ini seharus­nya men­ja­di tang­gung jawab koor­di­natif Kor­wil SPPG Kabu­pat­en Ser­dang Beda­gai, Nurhasanah Riton­ga, yang memi­li­ki per­an strate­gis dalam pen­gawasan opera­sion­al dan kepatuhan prose­dur SPPG di wilayah terse­but.

  Baru Seumur Jagung, Aspal Jalan Bedug–Grobog Kulon Rp542 Juta Sudah Retak, DPUPR Kabupaten Tegal Disorot

Penga­mat kebi­jakan pub­lik meni­lai, apa­bi­la dugaan-dugaan ini ter­buk­ti, per­soalan­nya tidak bisa diang­gap sepele.

Selain berpoten­si melang­gar atu­ran pen­gelo­laan lim­bah dan kese­la­matan pan­gan, prak­tik terse­but juga mem­bu­ka celah penyalah­gu­naan kewe­nan­gan.

Masyarakat mende­sak dinas kese­hatan, dinas lingkun­gan hidup, ser­ta aparat pene­gak hukum untuk turun tan­gan melakukan pemerik­saan menyelu­ruh dan transparan.

Penelusuran alur pen­gelo­laan minyak jelan­tah, kelayakan mitra, ser­ta mekanisme pen­gawasan dini­lai pent­ing demi kepas­t­ian hukum dan per­lin­dun­gan pub­lik.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak pen­gelo­la SPPG Ser­dang Beda­gai belum mem­berikan keteran­gan res­mi. Redak­si masih terus beru­paya melakukan kon­fir­masi guna men­ja­ga prin­sip keber­im­ban­gan pem­ber­i­taan.

Bas­t­ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *