Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Dua Tenaga Harian Lepas Satpol PP Kota Pekanbaru, Resmi Lepas Seragam Lantaran Melakukan Pungutan Liar (Pungli) Kepada Seorang Warga

186
×

Dua Tenaga Harian Lepas Satpol PP Kota Pekanbaru, Resmi Lepas Seragam Lantaran Melakukan Pungutan Liar (Pungli) Kepada Seorang Warga

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU,Snipernew.id- Dua Tena­ga Har­i­an Lep­as (THL) di Sat­pol PP Kota Pekan­baru, Res­mi Lep­as Ser­agam. Dua THL Terse­but Dipecat Lan­taran Melakukan Pung­utan Liar (Pungli) Kepa­da Seo­rang War­ga.

Pem­ber­hent­ian dua THL terse­but berlang­sung dalam Apel Luar Biasa, yang dige­lar di Lapan­gan Kom­plek Mal Pelayanan Pub­lik (MPP) Pekan­baru, Jalan Jen­der­al Sudirman, Senin (24/6/2024). Seba­gai Pem­bi­na Apel yakni Kepala Sat­pol PP Zul­fah­mi Adri­an dan Pemimpin Apel Ziyad Fitri­an­syah.

  Memperingati HUT TNI 79 Koramil 01 Aek Kanopan

Dalam Apel Luar Biasa itu dise­butkan, dua THL inisial MH dan AA diber­hen­tikan secara tidak hor­mat.

“Apel luar biasa ini kita lak­sanakan terkait den­gan tingkah laku oknum Sat­pol PP. Ada tiga orang, satu oknum PNS, dua THL, ini sung­guh mem­bu­at cit­ra Sat­pol PP kem­bali ke titik nol,” sebut Zul­fah­mi diku­tip Cakaplah.

Ia men­gaku, sudah mem­pela­jari dan mem­inta keteran­gan-keteran­gan yang bersangku­tan sebelum dilakukan pem­ber­hent­ian secara tidak hor­mat. Ia juga meng­gu­nakan haknya seba­gai Kepala Sat­pol PP Pekan­baru untuk melakukan pemu­tu­san kon­trak ker­ja den­gan dua THL terse­but.

Semen­tara terkait satu ASN inisial R yang ter­li­bat pung­utan liar (pungli) terse­but, pihaknya hanya mem­berikan sanksi beru­pa rekomen­dasi pin­dah tugas.

  Ciptakan Generasi Bangsa, Pemain Sepak Bola Sejak Usia Dini Menuju Indonesia Emas 2045

“Untuk yang PNS kami mem­bu­at lapo­ran kepa­da pimp­inan Pj Waliko­ta Pekan­baru melalui BKPSDM untuk ditin­dak­lan­ju­ti per­soalan ini,” ujarnya.

Menu­rut­nya, sanksi yang diberikan kepa­da ASN bersangku­tan ter­gan­tung pada hasil peni­la­ian dari BKPSDM dan Inspek­torat. Sanksi yang diberikan bisa ringan, sedang dan berat.

“Namun untuk saat ini masih di Sat­pol PP ya, kare­na kita belum mener­i­ma surat kepu­tu­san dari pimp­inan terkait per­pin­da­han yang bersangku­tan,” ungkap­nya.

“Kita berharap memang untuk tahap awal yang bersangku­tan bisa dipin­dahkan, pal­ing tidak BKPSDM, untuk men­da­p­atkan pem­bi­naan lebih lan­jut. Kare­na yang bersangku­tan ser­ing meng­gu­nakan ser­agam Sat­pol PP untuk melakukan kesala­han-kesala­han dan pelang­garan-pelang­garan. Jadi memang ser­agam ini yang mem­bu­at mere­ka melakukan ini,” sam­bungnya.

  Pantau Terdampak Banjir, Wakapolres Pringsewu: Banjir Mulai Surut

Dike­tahui, R bersama dua THL Sat­pol PP Pekan­baru mem­inta uang Rp3 juta kepa­da seo­rang nenek Mar­diana yang beru­sia 66 tahun di Jalan Cip­ta Karya. Mere­ka mem­inta uang itu den­gan modus mem­ban­tu pen­gu­ru­san izin tiga rumah kon­trakan milik Mar­diana.

Namun, kare­na Mar­diana tak menyang­gupi nilai sebe­sar itu. Oknum Sat­pol PP terse­but kem­bali mem­berikan tawaran kepa­da Mar­diana, sesuai kesang­gu­pan­nya.

Mar­diana hanya mam­pu mem­ba­yar Rp900 ribu untuk tiga pin­tu rumah kon­trakan terse­but. Akan tetapi, sete­lah ditung­gu beber­a­pa hari, Sat­pol PP yang ber­jan­ji untuk mem­ban­tu Mar­diana tak kun­jung men­gu­rus izin rumah kontrakannya(Rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *