Yogyakarta, SniperNew.id — Ribuan pengemudi ojek online (ojol) kembali turun ke jalan melakukan aksi damai. Aksi tersebut menolak rencana perubahan status kerja dari mitra menjadi karyawan yang belakangan ramai dibicarakan.
Dalam unggahan akun media sosial @yogyakarta.keras, dijelaskan bahwa para pengemudi ojol menilai status mitra memberi mereka kebebasan dalam bekerja dapat mengatur waktu kerja sendiri, mengambil order sesuai keinginan, serta tetap memiliki waktu untuk keluarga.
“Bagi para driver, status mitra berarti kebebasan bisa atur waktu kerja, ambil order sesuka hati, dan tetap punya ruang untuk keluarga,” tulis akun tersebut, Senin (tanggal unggahan).
Para pengemudi menegaskan keinginan mereka untuk tetap mandiri tanpa terikat sistem yang justru dapat membatasi ruang gerak mereka. “Mereka ingin tetap mandiri, bukan terikat sistem yang justru bisa membatasi ruang gerak mereka,” lanjut unggahan itu.
Dalam aksi tersebut, tampak sejumlah pengemudi perempuan juga membawa poster bertuliskan pesan serupa. Salah satunya berbunyi “Kami emak-emak butuh waktu fleksibel” dan “Jangan batasi waktu kami dengan status karyawan”.
Aksi damai ini menunjukkan aspirasi para pengemudi ojol yang ingin mempertahankan sistem kemitraan agar tetap memiliki fleksibilitas dalam bekerja, sembari menolak kebijakan yang dianggap mengurangi kemandirian mereka.
Berita ini ditulis berdasarkan unggahan akun media sosial @yogyakarta.keras di platform Threads, dengan memperhatikan prinsip keseimbangan dan akurasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.












