Berita Ekonomi

Pemerintah Tegaskan Keamanan dan Manfaat Campuran E nol dalam BBM

352
×

Pemerintah Tegaskan Keamanan dan Manfaat Campuran E nol dalam BBM

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SniperNew.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penerapan campuran e nol hingga 10 persen dalam bahan bakar bensin tidak memiliki dampak buruk. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi nasional, Selasa (11/11/2025).

  Bebas dari Harga Mencekik! Startup Teknologi Ini Tawarkan Diskon 90% Produk Microsoft, Legal dan Resmi

Pernyataan disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pernyataan tersebut dikutip dari pemberitaan CNBC Indonesia pada 28 Oktober 2025.

Pernyataan disampaikan dalam forum resmi yang membahas ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Bahlil menyampaikan klarifikasi ini untuk mencegah opini negatif yang berkembang di masyarakat terkait penggunaan etanol dalam BBM. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan praktik global di berbagai negara yang telah lebih dulu mengadopsi bioetanol untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak fosil dan meningkatkan efisiensi energi.

  KRL Sepi di Jam Sibuk, Gegara Demo Bikin Kantor WFH Massal

Bahlil menyebut bahwa beberapa negara telah menerapkan kadar etanol yang jauh lebih tinggi dalam bahan bakar, seperti India mencapai 20 persen dan Amerika Serikat hingga 85 persen. Ia menegaskan agar pihak swasta, khususnya pengelola SPBU, tidak menggiring opini publik secara keliru.

Dalam penyampaiannya, ia bahkan menekankan dengan ungkapan kultural, “Adek kau baru mau tulis, Kakak sudah baca,” untuk menggambarkan bahwa pemerintah memahami isu energi secara menyeluruh.

  HUT ke-287 Pekon Margakaya Dimeriahkan Pameran Adat dan UMKM, Bupati Pringsewu Dorong Ekonomi Berbasis Budaya

Kutipan Pernyataan Menteri (Verbatim):
“Jadi tidak benar, diskusi-diskusi oleh berbagai kelompok yang mengatakan bahwa etanol ini adalah barang yang nggak bagus. India sudah pakai E30, Amerika sudah pakai 20, Thailand sudah E 20, bahkan di beberapa Negara di Amerika itu sudah 85.”

“Jadi kita jangan selalu berpikir seolah-olah ada sesuatu. Jangan swasta memaksakan kehendak, apalagi SPBU-SPBU. Jangan dikirain kita nggak paham. Seperti orang Papua bilang, Adek kau baru mau tulis, Kakak sudah baca.”

Penulis: (Iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *