Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

DPC LAKI laskar Anti korupsi Indonesia Meminta Presiden RI Audit kab  Ketapang Kalimantan barat ada dugaan koruptor sedang menjamur di kota Ketapang Kalbar

1112
×

DPC LAKI laskar Anti korupsi Indonesia Meminta Presiden RI Audit kab  Ketapang Kalimantan barat ada dugaan koruptor sedang menjamur di kota Ketapang Kalbar

Sebarkan artikel ini

Snipernews.id Keta­pang Kalbar

 

Miris sekali dan bahkan san­gat luar biasa akses jalan Pelang Sun­gai Kepu­luk dari semen­jak di taha­pan pem­ban­gu­nan yang belum lama usai dik­er­jakan oleh Pelak­sananya berdasarkan per­in­tah ker­ja dari DPUTR Keta­pang, namun keny­ataan­nya Akses Jalan terse­but hing­ga sam­pai saat ini semakin san­gat parah pan­tan­tis sebuah far­ta­mor­gana yang penuh drama­tis men­ge­labui pan­dan­gan pub­lik, Jalan Pelang Sun­gai Kepu­luk ibarat ali­ran lumpur lopin­do yang san­gat mencekam jiwa dan perasaan bagi sia­papun yang ingin melin­tasi jalan terse­but.

Mening­galkan kenan­gan yang berse­jarah Anggaran sejum­lah 56,4 Mil­yar Proyek Pem­ban­gu­nan Pen­ingkatan Jalan Pelang Batu Tajam yang dilak­sanakan oleh Penye­dia Jasa yaitu PT. MARGA MULYA pada tahun 2019 alhasil proyek ini gagal total 56,4 Mil­yar bablas terke­san dibuang begi­tu saja, hara­pan Masyarakat Keta­pang seba­gai Peng­gu­na, Penikmat Jalan Mulus Pelang-Kepu­luk Pupus ibarat pun­guk merindukan bulan.

Proyek 56,4 Mil­yar yang dilak­sanakan oleh PT. MARGA MULYA milik DPUTR ini sem­pat diperik­sa namun tidak mem­buahkan hasil yang memuaskan bagi Masyarakat Keta­pang, terkait infor­masi yang beredar bah­wa Direk­tur PT. Mar­ga Mulya sete­lah dipros­es pemerik­saan cuma hanya dike­nakan sanksi mengem­ba­likan Keru­gian Uang Negara saja, namun tidak ter­pros­es sam­pai kejalur hukum.

Kata Masyarakat Keta­pang seba­gai peng­gu­na jalan yang sem­pat dite­mui Tim Bidang Inves­ti­gasi DPC (Laskar Anti Korup­si Indone­sia) LAKI Kabu­pat­en Keta­pang bah­wa, “Jelas-jelas Korup­tor sudah ada dide­pan mata, namun san­gat dis­ayangkan Aparat Pene­gak Hukum (APH), baik yang di Kabu­pat­en Keta­pang, APH Provin­si maupun Pusat selalu berdiam diri seakan telah dibungkam tak ber­daya oleh si pemi­lik CV. Mar­ga Mulya bahkan APH yang ada Wilayah Provin­si Kali­man­tan Barat ini terke­san tut­up mata,” Kata Masyarakat Keta­pang seba­gai Peng­gu­na Jalan dilokasi Jalan Pelang-Sun­gai Kepu­luk pada Tim Inves­ti­gasi DPC LAKI pada Hari Kamis Tang­gal 13 Maret 2025.

  Benang Kusut BUMDes Sekar Jaya: Dugaan Penyelewengan Dana Ratusan Juta di Desa Margajasa

Kemu­di­an sete­lah ludes Anggaran 56,4 Mil­yar tahun 2019 Pelang-Batu Tajam.

Kini muncul kem­bali Anggaran berjum­lah 18.563.382 yaitu Peker­jaan Penan­ganan Long Seg­ment Pelang-Sun­gai Kepu­luk dan kali ini seba­gai Pelak­sana Ker­janya adalah PT. CLARA CITRALOKA PERSADA Namun Proyek Milik DPUTR Keta­pang yang dik­er­jakan berdasarkan Surat Per­in­tah Ker­ja (SPK) den­gan Nomor Kon­trak : P/1560/KPA-DAK/DPUTR‑B/600.1.9.3/IV/2024 Tang­gal 23 April 2024 den­gan Wak­tu Pelak­sanaan yang diberikan Mulai Tang­gal 24 April 2024 sele­sai Tang­gal 20 Okto­ber 2024 sela­ma Ser­a­tus Dela­pan Puluh (180) Hari Kalen­der.

Namun per­i­hal Penan­gan Long Seg­ment (Pemeli­haraan Rutin, Pemeli­haraan Berkala, Pen­ingkatan Rekon­struk­si) Pelang-Sun­gai Kepu­luk DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun Anggaran 2024 ini den­gan san­gat Tegas dikatakan oleh Sum­ber Masyarakat dan DPC LAKI Kab. Keta­pang bah­wa, “San­gat banyak prob­le­manya yaitu ter­ja­di keter­lam­bat­an, gagal mutu ser­ta kual­i­tas dan artinya kuat diduga bah­wa Pelak­sananya CV. Clara Cit­ralo­ka Per­sa­da tak men­gan­ton­gi keahlian dibidang rekon­struk­si jalan dan PPTK, PPK terke­san lalai dalam tata kepe­gawasanya, sehing­ga Jalan Pelang-Sun­gai Kepu­luk dari sejak awal dik­er­jakan hing­ga sam­pai saat ini malah semakin bertam­bah han­cur lebur men­ja­di seper­ti tem­pat kuban­gan ker­bau Rp.18.563.382.00 Tak juga dap­at dinikmati Masyarakat Peng­gu­na Jalan artinya Proyek ini telah gagal total,” Ucap Sum­ber Masyarakat Hari Kamis (13/03) pada DPC LAKI lalu dis­am­paikan kepa­da snipernews.id Keta­pang Kalbar Sab­tu (15/03).

  Lapor Pak Kapolri-Kapolda Kalbar, PETI di Sungai Kapuas Kelurahan Mengkurai Terkesan Kebal Hukum

Kemu­di­an dije­laskan lagi oleh Tim Bidang Inves­ti­gasi DPC LAKI Keta­pang bah­wa, “Sudah banyak ter­ja­di musi­bah dijalan Pelang-Sun­gai Kepu­luk ini, baik kendaraan roda 6 maupun roda 2 ter­jatuh dan ter­gul­ing bahkan ada yang sam­pai kedalam par­it, namun upaya ser­ta tin­dakan-tin­dakan dari pihak Dinas yang terkait terke­san lam­ban sehing­ga yang selalu menim­bulkan banyak keluhan bagi peng­gu­na jalan ini adalah banyaknya bermuncu­lan pagar betis alias mit­ting yang dibu­at oleh oknum masyarakat den­gan pem­ba­yaran bervari­asi, iro­nis­nya jika tak diba­yar upeti yang dimak­sud pen­ja­ga mit­ting akan bertin­dak aro­gan den­gan gaya pre­man, pung­utan liar (pungli) ini­lah yang selalu mere­sahkan bagi peng­gu­na jalan sehing­ga men­ja­di sorotan Pub­lik Keta­pang,” Jelas DPC LAKI kepa­da snipernews.id Keta­pang Kalbar Sab­tu (15/03).

DPC LAKI laskar Anti korup­si Indone­sia kab. Keta­pang Kali­man­tan barat mem­inta kepa­da Pres­i­den Repub­lik Indone­sia yaitu Bapak Prabowo Subianto
“Agar segera turunk­an Tim Audit­nya atau BPK dan KPK untuk Pem­ber­an­tasan korup­si ke Kabu­pat­en Keta­pang Provin­si Kali­man­tan barat,” Pin­ta DPC LAKI Keta­pang.

“Tuturnya lagi terkait Dugaan kasus Korup­tor bagi Peng­gu­na Anggaran Modus Proyek Jalan Pelang-Batu Tajam tahun 2019, Proyek Jalan Pelang-Sun­gai Kepu­luk tahun 2024 di Keta­pang, yang sam­pai sekarang terke­san Aman-aman saja, jelas dari tahun 2019, 2024 Proyek Gagal Total terse­but hing­ga saat ini baik Peng­gu­na Anggaran ser­ta Pelak­sananya tidak ada sat­upun yang dipros­es sam­pai kejalur hukum, pada­hal riil semua proyek ini kuat bermasalah, per­tanyaan­nya ada apa den­gan APH Keta­pang, APH Provin­si Kali­man­tan Barat,” Tutur Tim Inves­ti­gasi DPC LAKI.

  Hasil Kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah Desa Mara Semayuk diduga "Asal Jadi"

“Maka kami mem­inta kepa­da Bapak Pres­i­den Repub­lik Indone­sia, “Semoga bisa mem­buk­tikan uca­pan­nya bah­wa Peja­bat Korup­tor harus dihukum mati seti­daknya seu­mur hidup atau sesuai huku­man atas tin­dak per­bu­atan yang telah dilakukan­nya, bukan hanya sekedar mengem­ba­likan keru­gian keuan­gan negara saja, supaya ada efek jera audit, tin­dak, tangkap dan pros­es hukum Peja­bat Dinas terkait ser­ta Direk­tur PT yang dimak­sud jan­gan pan­dang bulu, main tebang pil­ih kalau memang ter­buk­ti korup­si biar seke­cil apapun nilai yang diko­rupsinya harus ditin­dak lan­jut secara tegas ter­ma­suk bagi pelaku pen­gelo­la met­ting dis­ep­a­n­jang Jalan Milik Kabu­pat­en Pelang- Sun­gai Kepu­luk yang telah kami duga melakukan pung­utan liar (pungli) yang jelas-jelas tak memi­li­ki Surat Per­in­tah Operasi men­jalankan tugas memu­ngut biaya kepa­da seti­ap peng­gu­na jalan yang melin­tasi jalan terse­but,” Ungkap dan Pin­ta Tim Bidang Inves­ti­gasi DPC Laskar Anti Korup­si Indone­sia kepa­da snipernews.id Keta­pang Kalbar Sab­tu (15/03).

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan terkait per­masala­han yang dimak­sud, sejauh ini baik Dinas Peker­jaan Umum dan Tata Ruang maupun ked­ua Kon­trak­tor PT yang ter­li­bat di proyek terse­but belum ada yang dap­at ter­hubun­gi, Namun upaya penelusuran dan pengumpu­lan data terus berlan­jut, kepa­da awak media snipernewsi.d Keta­pang Kalbar, Ming­gu 16/3/2025)

 

Penulis:Jumadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *