Berita Politik

Dorong Janji Kampanye, Wabup Pesawaran Gaspol Pembangunan

1754
×

Dorong Janji Kampanye, Wabup Pesawaran Gaspol Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, SniperNew.id — Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pesawaran, Lam­pung, terus menun­jukkan keseriu­san untuk mere­al­isas­ikan jan­ji kam­pa­nye pasan­gan Bupati Nan­da Indi­ra dan Wak­il Bupati Anto­nius Muham­mad Ali. Salah satu jan­ji uta­ma mere­ka adalah pem­ban­gu­nan rumah sak­it di wilayah pesisir, yang sela­ma ini men­ja­di keluhan masyarakat aki­bat sulit­nya akses layanan kese­hatan, Jumat (12/09/25).

Langkah konkret ter­baru dilakukan Wak­il Bupati Pesawaran, Anto­nius Muham­mad Ali, yang secara lang­sung men­e­mui Menteri Kese­hatan RI, Budi Guna­di Sadikin, di Jakar­ta pada Kamis (11/9). Perte­muan terse­but berlang­sung pro­duk­tif dan men­ja­di momen­tum pent­ing untuk men­dorong per­cepatan real­isasi pem­ban­gu­nan fasil­i­tas kese­hatan baru itu.

Masyarakat yang ting­gal di wilayah pesisir Kabu­pat­en Pesawaran sela­ma ini meng­hadapi kendala jarak yang cukup jauh untuk men­da­p­atkan layanan kese­hatan di RSUD Pesawaran. Rumah sak­it terse­but bera­da di pusat kabu­pat­en, sehing­ga war­ga pesisir harus men­em­puh per­jalanan pan­jang, yang dalam kon­disi daru­rat bisa men­gan­cam kese­la­matan pasien.

Situ­asi ini ser­ing menim­bulkan keluhan dari masyarakat, teruta­ma keti­ka harus menan­gani kasus kegawat­daru­ratan medis seper­ti ibu melahirkan, kece­lakaan ker­ja nelayan, atau penyak­it yang memer­lukan tin­dakan cepat. Wabup Anto­nius mene­gaskan bah­wa masalah ini men­ja­di per­ha­t­ian uta­ma pemer­in­tah daer­ah.

  Partai PBB Kota Payakumbuh Targetkan Kemenangan Pilkada 2024 Bersama Partai Koalisinya

“Pem­ban­gu­nan rumah sak­it di pesisir Pesawaran adalah kebu­tuhan mende­sak. Letak RSUD yang jauh mem­bu­at war­ga kesuli­tan saat mem­bu­tuhkan layanan daru­rat. Kami ingin memas­tikan semua war­ga, tan­pa terke­cuali, men­da­p­atkan akses kese­hatan yang adil,” ujar Anto­nius usai perte­muan.

Dalam perte­muan den­gan Menteri Kese­hatan, Anto­nius mema­parkan data dan anal­i­sis kebu­tuhan fasil­i­tas kese­hatan di wilayah pesisir. Ia menyam­paikan bah­wa jum­lah pen­duduk di daer­ah terse­but terus bertam­bah, semen­tara fasil­i­tas kese­hatan primer seper­ti puskesmas tidak selalu mam­pu menan­gani kasus serius.

Menang­gapi hal itu, Menkes Budi Guna­di mem­berikan apre­si­asi atas upaya Pemkab Pesawaran yang proak­tif men­ga­jukan usu­lan pem­ban­gu­nan rumah sak­it baru. Ia mene­gaskan bah­wa dari sisi tek­nis maupun admin­is­tratif, pro­pos­al yang dia­jukan sudah memenuhi per­syaratan.

“Dari sisi kebu­tuhan dan syarat tek­nis, usu­lan ini san­gat layak. Ting­gal bagaimana kita men­cari solusi pen­danaan di ten­gah kebi­jakan efisien­si agar bisa segera tere­al­isasi,” kata Menkes.

Budi Guna­di juga men­je­laskan bah­wa tan­ta­n­gan uta­ma yang dihadapi saat ini adalah keter­batasan anggaran pemer­in­tah pusat. Den­gan adanya kebi­jakan efisien­si, pemer­in­tah per­lu men­cari ske­ma pen­danaan kre­atif agar pem­ban­gu­nan rumah sak­it dap­at segera dim­u­lai.

Salah satu opsi yang sedang diper­tim­bangkan adalah ker­ja sama den­gan pemer­in­tah provin­si, ske­ma pem­bi­ayaan berba­sis Dana Alokasi Khusus (DAK), atau kolab­o­rasi den­gan pihak swasta melalui ske­ma KPBU (Ker­ja Sama Pemer­in­tah den­gan Badan Usa­ha).

Anto­nius mene­gaskan bah­wa Pemkab Pesawaran siap berko­or­di­nasi den­gan semua pihak, ter­ma­suk Kemenkes, Pem­prov Lam­pung, dan DPRD, untuk men­e­mukan solusi ter­baik. “Kami ingin langkah ini tidak hanya berhen­ti pada tataran ren­cana. Kami akan kaw­al terus agar segera ada kepas­t­ian pem­ban­gu­nan, kare­na ini menyangkut kese­la­matan dan kese­jahter­aan masyarakat,” ujarnya.

  Darma Wijaya Nahkodai PDI Perjuangan Sergai 2025–2030

Pem­ban­gu­nan rumah sak­it pesisir meru­pakan salah satu pro­gram ung­gu­lan pasan­gan Bupati Nan­da Indi­ra dan Wak­il Bupati Anto­nius Muham­mad Ali. Dalam masa kam­pa­nye, pasan­gan ini berkomit­men meng­hadirkan layanan kese­hatan yang lebih mer­a­ta dan ter­jangkau, ter­ma­suk mem­per­bai­ki infra­struk­tur dan sarana kese­hatan.

Sejak dilan­tik, Pemkab Pesawaran telah melakukan pemetaan lokasi strate­gis untuk pem­ban­gu­nan rumah sak­it baru, sekali­gus mengka­ji kebu­tuhan tena­ga medis, per­ala­tan kese­hatan, dan dukun­gan infra­struk­tur penun­jang seper­ti akses jalan dan jaringan listrik.

“Kami tidak ingin seten­gah-seten­gah. Rumah sak­it ini nan­ti­nya harus memenuhi stan­dar pelayanan min­i­mal dan mam­pu menan­gani kasus daru­rat tan­pa per­lu diru­juk ter­lalu jauh. Artinya, SDM dan fasil­i­tas­nya harus lengkap,” kata Anto­nius.

Masyarakat pesisir menyam­but baik kabar ren­cana pem­ban­gu­nan rumah sak­it ini. Sejum­lah war­ga men­gaku lega jika jan­ji kam­pa­nye ini benar-benar tere­al­isasi, kare­na sela­ma ini per­jalanan pan­jang menu­ju RSUD ker­ap men­ja­di ham­bat­an.

Salah seo­rang tokoh masyarakat, Ahmad Yani, men­gungkap­kan, “Kami sudah lama menginginkan rumah sak­it yang dekat den­gan wilayah pesisir. Sela­ma ini kalau ada yang sak­it parah, kami harus buru-buru mem­bawa ke RSUD den­gan jarak yang jauh. Hara­pan­nya, ren­cana ini cepat tere­al­isasi.”

Jika rumah sak­it baru berhasil diban­gun, man­faat yang dirasakan masyarakat akan san­gat sig­nifikan. Akses layanan kese­hatan akan lebih cepat, angka kema­t­ian aki­bat keter­lam­bat­an penan­ganan medis bisa ditekan, ser­ta pemer­ataan pelayanan kese­hatan akan ter­ca­pai.

  Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Pasaman Sabar AS dan Sukardi SASUAI Resmi Mendaftar di KPU Pasaman

Selain itu, pem­ban­gu­nan rumah sak­it akan mem­bu­ka lapan­gan ker­ja baru bagi tena­ga medis maupun non­medis. Hal ini berpoten­si meningkatkan perekono­mi­an lokal, teruta­ma di sek­tor jasa dan perda­gan­gan di sek­i­tar rumah sak­it.

Pemkab Pesawaran bersama Kementer­ian Kese­hatan akan mem­ben­tuk tim tek­nis untuk men­gaw­al pros­es peren­canaan hing­ga real­isasi pem­ban­gu­nan. Tim ini akan fokus pada penye­le­sa­ian Detail Engi­neer­ing Design (DED), anal­i­sis dampak lingkun­gan, ser­ta penyusunan ske­ma pen­danaan.

Anto­nius menar­getkan, pada awal tahun depan sudah ada kepas­t­ian anggaran agar pem­ban­gu­nan bisa dim­u­lai pada semes­ter ked­ua 2026. “Kami ingin rumah sak­it ini men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa jan­ji kam­pa­nye bukan sekadar retori­ka. Ini adalah wujud komit­men pemer­in­tah daer­ah untuk melayani masyarakat,” tegas­nya.

Perte­muan antara Wabup Pesawaran Anto­nius Muham­mad Ali dan Menkes Budi Guna­di Sadikin men­ja­di langkah pent­ing dalam mewu­jud­kan pemer­ataan layanan kese­hatan di Kabu­pat­en Pesawaran. Mes­ki meng­hadapi tan­ta­n­gan keter­batasan anggaran, pemer­in­tah daer­ah opti­mistis pem­ban­gu­nan rumah sak­it pesisir akan segera ter­wu­jud den­gan dukun­gan semua pihak.

Jika real­isasi pem­ban­gu­nan ber­jalan lan­car, rumah sak­it ini akan men­ja­di tong­gak sejarah bagi masyarakat pesisir Pesawaran — sekali­gus buk­ti bah­wa pemer­in­tah daer­ah menepati jan­ji kam­pa­nye den­gan ker­ja nya­ta. (Sufiyawan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *