Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Demokrasi Harus Jadi Ruang Damai, Bukan Kekerasan

257
×

Demokrasi Harus Jadi Ruang Damai, Bukan Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Gambar doc yang diunggah akun sosial Treands "prabowo.gibran2" pada Jumat 29 Agustus 2025.

Jakar­ta, SniperNew.id  – Uca­pan bela­sungkawa dan seru­an damai dis­am­paikan akun res­mi prabowo.gibran2 melalui ung­ga­han di media sosial Threads, menyikapi peri­s­ti­wa mening­gal­nya Saudara Affan Kur­ni­awan. Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menekankan bah­wa duka atas keper­gian Affan bukan hanya men­ja­di kesedi­han kelu­ar­ga, melainkan juga luka bagi bangsa Indone­sia secara keselu­ruhan.

“Duka atas keper­gian Saudara Affan Kur­ni­awan adalah duka kita bersama. Peri­s­ti­wa ini mengin­gatkan kita semua beta­pa berhar­ganya seti­ap nyawa manu­sia. Trage­di ini tidak hanya dirasakan oleh kelu­ar­ga, tetapi juga men­ja­di luka bagi bangsa,” tulis akun res­mi terse­but, Jumat (29/08).

Dalam ung­ga­han itu dije­laskan bah­wa seti­ap nyawa manu­sia memi­li­ki nilai yang tak terni­lai. Kehi­lan­gan satu orang war­ga negara men­ja­di pengin­gat bah­wa demokrasi seharus­nya tidak meng­hadirkan kor­ban jiwa.

“Demokrasi yang kita jalani seharus­nya men­ja­di ruang kebaikan bersama, bukan are­na yang meng­hadirkan kor­ban,” lan­jut keteran­gan terse­but.

Perny­ataan itu sekali­gus mengin­gatkan pub­lik bah­wa dalam sebuah negara demokrasi, perbe­daan pen­da­p­at adalah hal wajar, namun cara penyam­pa­ian­nya harus tetap bera­da dalam kori­dor damai.

“Seti­ap perbe­daan pen­da­p­at seharus­nya dis­am­paikan den­gan damai, kare­na kek­erasan dalam ben­tuk apa pun hanya merusak mak­na demokrasi itu sendiri,” tulis akun itu lagi.

  Kepsek SDN 1 Tegineneng Diduga Abaikan Transparansi Dana BOS, APH Diminta Segera Bertindak!
Gam­bar doc. Unga­han akun Tre­ands “prabowo_gibran2” Jumat 29 Agus­tus 2025.

Ung­ga­han terse­but juga memu­at gam­bar den­gan tulisan bela­sungkawa. Dalam gam­bar itu ter­tulis doa untuk Affan Kur­ni­awan beser­ta kelu­ar­ga yang dit­ing­galkan.

Doa kami pan­jatkan untuk kor­ban dan kelu­ar­ga yang dit­ing­galkan. Semoga diberikan ketaba­han dan keku­atan,” demikian ter­tulis dalam gam­bar yang dibagikan akun terse­but.

Perny­ataan itu men­ja­di ben­tuk empati dan sol­i­dar­i­tas atas musi­bah yang ter­ja­di, sekali­gus menekankan pent­ingnya men­dampin­gi kelu­ar­ga kor­ban den­gan dukun­gan moral maupun doa.

Selain menyam­paikan bela­sungkawa, ung­ga­han prabowo.gibran2 juga menyam­paikan seru­an kepa­da Kepolisian Repub­lik Indone­sia (Pol­ri) agar segera men­gusut tun­tas peri­s­ti­wa yang menim­pa Affan Kur­ni­awan.

Dalam salah satu ung­ga­han bergam­bar, ter­tulis. “Kami mende­sak POLRI untuk segera men­gusut tun­tas kasus ini. Tidak ada tol­er­an­si untuk kek­erasan dalam menyam­paikan aspi­rasi. Mari kita tun­jukkan bah­wa bangsa kita adalah bangsa yang beradab.”

Seru­an terse­but mene­gaskan bah­wa kek­erasan, apala­gi hing­ga merenggut nyawa, tidak boleh dib­iarkan tan­pa penye­le­sa­ian hukum. Pros­es hukum yang transparan dihara­p­kan dap­at mengem­ba­likan rasa kead­i­lan bagi kelu­ar­ga kor­ban sekali­gus men­ja­ga keper­cayaan pub­lik ter­hadap insti­tusi pene­gak hukum.

Perny­ataan yang dis­am­paikan akun prabowo.gibran2 terse­but meng­gu­gah kesadaran masyarakat ten­tang mak­na demokrasi. Demokrasi bukan hanya sis­tem poli­tik, tetapi juga ruang bersama yang men­jamin kebe­basan berek­spre­si, meng­har­gai perbe­daan, dan men­em­patkan seti­ap war­ga negara dalam posisi yang setara di hada­pan hukum maupun masyarakat.

  Hangatnya Spirit 80: Jokowi dan Ibu Iriana Hadiri Reuni Kehutanan UGM, Banjir Nostalgia dan Semangat Persahabatan

Namun dalam prak­tiknya, tidak jarang demokrasi meng­hadapi ujian keti­ka ter­ja­di perbe­daan pan­dan­gan poli­tik atau kebi­jakan.

Dalam situ­asi itu­lah kede­wasaan berdemokrasi diu­ji, apakah perbe­daan bisa dis­alurkan secara damai atau jus­tru beru­jung pada gesekan yang menim­bulkan kor­ban.

Seru­an dalam ung­ga­han terse­but menekankan bah­wa kek­erasan tidak boleh men­ja­di bagian dari demokrasi. Kek­erasan hanya merusak sub­stan­si demokrasi itu sendiri yang pada dasarnya bertu­juan meng­hadirkan kead­i­lan, kese­jahter­aan, dan per­dama­ian.

Trage­di yang menim­pa Affan Kur­ni­awan juga men­ja­di reflek­si ten­tang pent­ingnya men­ja­ga nilai kemanu­si­aan di ten­gah kehidu­pan berbangsa dan berne­gara. Nyawa manu­sia adalah anuger­ah yang tak ter­gan­tikan. Kehi­lan­gan satu nyawa aki­bat kek­erasan poli­tik, sosial, maupun hukum, adalah kehi­lan­gan besar bagi bangsa.

Dalam demokrasi, seti­ap orang memi­li­ki hak menyam­paikan pen­da­p­at. Namun hak terse­but tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan tin­dakan anarkis atau melukai orang lain. Begi­tu pula seba­liknya, aparat maupun pihak berwe­nang tidak boleh meng­gu­nakan kek­erasan berlebi­han dalam mere­spons perbe­daan pan­dan­gan war­ga negara.

Seru­an agar Pol­ri segera men­gusut tun­tas kasus ini mencer­minkan hara­pan masyarakat luas akan pene­gakan hukum yang adil. Dalam negara hukum, seti­ap tin­dakan yang merenggut nyawa harus dipros­es secara transparan, objek­tif, dan akunt­abel.

Keberan­ian untuk men­gungkap fak­ta dan menin­dak pihak yang ter­buk­ti bersalah men­ja­di jalan agar trage­di seru­pa tidak teru­lang di masa depan. Selain itu, langkah hukum yang tepat juga men­ja­di ben­tuk peng­hor­matan ter­akhir kepa­da kor­ban dan kelu­ar­ganya.

  MTQ Ke-54 dan PSQ Ke-39 Direncanakan di Kecamatan Panai Hilir
Gam­bar, Doc. yang di ung­gah akun prabowo.gibran2, Jum’at (29/08).

Perny­ataan dari akun prabowo.gibran2 men­ga­jak masyarakat untuk kem­bali kepa­da esen­si demokrasi yang sesung­guh­nya, yakni men­jadikan perbe­daan seba­gai kekayaan, bukan sum­ber per­pec­a­han. Demokrasi yang sehat menun­tut adanya sikap sal­ing meng­har­gai, menden­garkan, ser­ta menye­le­saikan perbe­daan den­gan cara-cara yang bermarta­bat.

“Seti­ap perbe­daan pen­da­p­at seharus­nya dis­am­paikan den­gan damai, kare­na kek­erasan dalam ben­tuk apa pun hanya merusak mak­na demokrasi itu sendiri,” tegas perny­ataan terse­but.

Uca­pan duka dan seru­an damai ini tidak hanya ditu­jukan kepa­da kelu­ar­ga kor­ban, tetapi juga kepa­da selu­ruh masyarakat Indone­sia agar lebih bijak dalam men­jalani kehidu­pan demokrasi. Sol­i­dar­i­tas kemanu­si­aan men­ja­di pengikat uta­ma yang harus dija­ga di atas segala perbe­daan.

Ung­ga­han itu sekali­gus men­ja­di pengin­gat bah­wa bangsa Indone­sia diban­gun atas dasar per­sat­u­an dalam keber­aga­man. Perbe­daan pan­dan­gan adalah kenis­cayaan, namun nilai kemanu­si­aan harus selalu ditem­patkan seba­gai lan­dasan uta­ma dalam bersikap.

Trage­di yang menim­pa Affan Kur­ni­awan memang men­ja­di duka men­dalam. Namun dari duka itu, muncul seru­an agar masyarakat bersama-sama men­ja­ga demokrasi tetap bera­da pada jalurnya, yakni ruang damai untuk menyam­paikan pen­da­p­at, bukan are­na per­tika­ian yang menim­bulkan kor­ban.

Pesan yang dis­am­paikan akun prabowo.gibran2 melalui ung­ga­han di media sosial Threads menekankan pent­ingnya men­ja­ga nilai kemanu­si­aan, meno­lak kek­erasan, ser­ta men­dorong pene­gakan hukum yang adil. Semua itu dilakukan demi memas­tikan bah­wa demokrasi benar-benar meng­hadirkan kebaikan bersama, bukan luka baru bagi bangsa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *