Yalimo, SniperNew.id Sabtu — 21 Juni 2025, Suasana Pasar Rakyat di Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo, mendadak ramai tak biasa. Puluhan anggota Satgas Yonif 521/DY muncul bukan untuk patroli, melainkan membawa kantong-kantong besar dan langsung memborong seluruh hasil bumi milik warga. Aksi tak terduga ini sontak menarik perhatian masyarakat. Lantas, ada apa sebenarnya?
Satgas Yonif 521/DY melakukan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan pendekatan unik: memborong hasil bumi masyarakat lokal. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan hari pasar yang rutin digelar dua kali seminggu. Langkah ini bukan sekadar interaksi, tapi bentuk nyata kontribusi terhadap roda perekonomian masyarakat Apalapsili yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
Dipimpin langsung oleh Dansatgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P, aksi sosial ini melibatkan seluruh personel satgas yang bertugas di wilayah tersebut. Kegiatan ini tidak hanya disambut hangat oleh masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa kedekatan yang lebih kuat antara TNI dan warga.
“Kegiatan ini bukan hanya soal memborong hasil bumi. Ini tentang kehadiran nyata kami di tengah masyarakat. Kami ingin membantu, mendorong pendapatan warga, dan menumbuhkan lapangan kerja,” tegas Letkol Rahadyan.
Aksi borong pasar ini berlangsung di Pasar Distrik Apalapsili, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, pada Sabtu, 21 Juni 2025. Kegiatan seperti ini rencananya akan terus digelar secara berkala sesuai dengan jadwal pasar rakyat.
Distrik Apalapsili dikenal sebagai salah satu wilayah yang cukup terpencil dengan akses ekonomi yang terbatas. Melalui kegiatan ini, Satgas ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara langsung. Dengan membeli hasil tani masyarakat seperti ubi, sayuran, dan buah-buahan secara grosir, warga bisa mendapatkan penghasilan lebih baik dalam waktu singkat.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu semangat produksi bagi petani lokal, sekaligus membuka potensi terbentuknya jalur distribusi yang lebih luas di masa depan.
Respons masyarakat sangat positif. Tidak hanya mendapatkan penghasilan tambahan, warga juga merasa lebih dihargai dan diperhatikan. Beberapa warga mengaku hasil panen mereka yang biasanya tersisa, hari itu habis diborong dalam hitungan jam.
“Kami senang sekali. Biasanya kami bawa pulang lagi karena tidak laku semua. Tapi kali ini, habis semua dibeli tentara,” ujar Elias Wenda, salah satu petani lokal.
Sentuhan Kemanusiaan di Balik Seragam Loreng, Satgas Yonif 521/DY membuktikan bahwa tugas menjaga keamanan bisa dilakukan beriringan dengan pengabdian sosial. Aksi borong hasil bumi ini bukan sekadar kegiatan insidental, melainkan bagian dari strategi membangun kedekatan dan menciptakan ketahanan sosial di daerah rawan.
Redaksi
Laporan: Tim Yonif 521/DY
Editor: (Redaksi)



















