Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Lifestyle

Belajar dari Badai: Pesan dr. Indra Tarigan tentang Makna Hidup dan Kebahagiaan

327
×

Belajar dari Badai: Pesan dr. Indra Tarigan tentang Makna Hidup dan Kebahagiaan

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Seo­rang dok­ter berna­ma dr. Indra Tari­g­an mem­bagikan pesan inspi­ratif melalui akun media sosial Threads miliknya. Dalam ung­ga­han terse­but, ia men­ga­jak war­ganet untuk mere­nungkan alasan men­ga­pa hidup tidak selalu ber­jalan mulus dan penuh keba­ha­giaan.

Kena­pa Allah tidak mem­bu­at hidup kita selalu mulus dan baha­gia terus…? Kare­na kalau semua baik-baik saja, hidup jadi datar… dan kita tak akan per­nah bela­jar sabar,” tulis dr. Indra Tari­g­an dalam ung­ga­han terse­but.

Ia menam­bahkan bah­wa masalah, kesedi­han, dan kon­flik bukan hadir untuk meng­han­curkan manu­sia, melainkan untuk men­guatkan dan memanu­si­akan.

Sebab keti­ka badai berlalu… baha­gianya jadi berli­pat-lipat,” lan­jut­nya.

Dalam ung­ga­han yang sama, dr. Indra Tari­g­an juga men­je­laskan bah­wa video yang dis­er­takan dibu­at dan diung­gah den­gan per­se­tu­juan pasien ser­ta kelu­ar­ga untuk keper­lu­an edukasi. Ia pun men­ga­jak para pengikut­nya untuk mem­bagikan video terse­but jika dirasa berman­faat.

  KAMI KELUARGA BESAR SNIPERNEW.ID MENGUCAPKAN DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-79 TAHUN. MERDEKA!

Pesan seder­hana namun men­dalam ini men­da­p­at per­ha­t­ian war­ganet kare­na menggam­barkan nilai kehidu­pan dan kesabaran dalam meng­hadapi ujian, sejalan den­gan seman­gat untuk terus bela­jar dan tum­buh seba­gai manu­sia. (Iskan­dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *