Berita Peristiwa

Begal Subuh di Depan Tamini Square: Ojol Selamat, Motor Raib

538
×

Begal Subuh di Depan Tamini Square: Ojol Selamat, Motor Raib

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Aksi keja­hatan jalanan kem­bali ter­ja­di di Jakar­ta Timur. Seo­rang penge­mu­di ojek online (ojol) men­ja­di kor­ban begal pada Sab­tu dini hari (13/9) sek­i­tar pukul 02.50 WIB di depan pusat per­be­lan­jaan Tami­ni Square, Jakar­ta Timur. Peri­s­ti­wa ini son­tak menam­bah daf­tar pan­jang kasus krim­i­nal jalanan yang mere­sahkan masyarakat, khusus­nya para peker­ja malam.

Kor­ban yang dike­tahui seba­gai war­ga Cira­cas, Jakar­ta Timur, sedang melin­tas seo­rang diri usai meng­habiskan wak­tu “nga­long” atau bek­er­ja hing­ga larut malam. Tan­pa disang­ka, ia tiba-tiba dihadang sekelom­pok orang tak dike­nal.

Menu­rut keteran­gan yang dihim­pun, pelaku berjum­lah enam orang den­gan meng­gu­nakan tiga unit sepe­da motor. Mere­ka lang­sung meng­hadang laju kendaraan kor­ban dan men­odongkan sen­ja­ta tajam. Kor­ban dipak­sa meny­er­ahkan sepe­da motornya yang baru dibelinya setahun lalu.

Peri­s­ti­wa ter­ja­di saat suasana jalan masih lengang men­je­lang pagi. Sek­i­tar pukul 02.50 WIB, kor­ban yang hen­dak pulang usai menarik penumpang melin­tas di depan Tami­ni Square, kawasan Cibubur, Jakar­ta Timur.

Tiba-tiba, dari arah belakang muncul tiga sepe­da motor yang ditung­gan­gi enam orang. Mere­ka lang­sung memepet motor kor­ban dan meng­hadan­gnya di ten­gah jalan. Tan­pa basa-basi, salah satu pelaku men­ga­cungkan sen­ja­ta tajam jenis celu­rit ke arah kor­ban.

  Petasan Meledak di Pantai Losari, Pengunjung Sempat Panik

Menyadari nyawanya ter­an­cam, kor­ban memil­ih tidak melawan. Ia lang­sung menu­ru­ti per­in­tah para pelaku den­gan meny­er­ahkan motornya. Berun­tung, kor­ban tidak men­gala­mi luka fisik kare­na tidak sem­pat melakukan per­lawanan. Namun, ia harus rela kehi­lan­gan motor yang men­ja­di sum­ber uta­ma peng­hasi­lan­nya seba­gai penge­mu­di ojek online.

Kor­ban adalah seo­rang pria berpro­fe­si seba­gai penge­mu­di ojek online berpelat kun­ing, war­ga Cira­cas, Jakar­ta Timur. Iden­ti­tas lengkap kor­ban memang tidak diungkap demi men­ja­ga pri­vasi dan kese­la­matan.

Dalam foto yang beredar di media sosial, tam­pak kor­ban den­gan wajah letih dan paka­ian ojol berwar­na kun­ing-hijau. Mes­ki sela­mat secara fisik, ekspre­si wajah­nya jelas mem­per­li­hatkan rasa syok sekali­gus kece­wa sete­lah kehi­lan­gan motor yang baru satu tahun ia beli den­gan jer­ih payah.

Pelaku diduga meru­pakan kom­plotan begal yang sudah berpen­gala­man. Jum­lah mere­ka enam orang den­gan meng­gu­nakan tiga motor. Aksi mere­ka ter­bilang nekat kare­na dilakukan di kawasan ramai dan dekat fasil­i­tas umum.

Mere­ka meng­gu­nakan celu­rit seba­gai alat menakut-naku­ti kor­ban. Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, aparat kepolisian masih melakukan penye­lidikan untuk mengi­den­ti­fikasi para pelaku.

Wak­tu sub­uh memang ker­ap diman­faatkan para pelaku krim­i­nal jalanan untuk berak­si kare­na kon­disi jalan relatif sepi dan min­im pen­gawasan.

Fenom­e­na begal di Jakar­ta bukan­lah hal baru. Beber­a­pa fak­tor yang men­ja­di penye­bab antara lain: 1. Min­im­nya patroli kea­manan pada jam rawan, teruta­ma dini hari.

2. Kesem­patan dan situ­asi sepi yang diman­faatkan pelaku untuk melan­car­kan aksinya.

3. Motif ekono­mi di mana motor kor­ban bisa dijual cepat atau dipreteli men­ja­di spare part.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

4. Kurangnya pen­eran­gan jalan di sejum­lah titik yang mem­bu­at lokasi rawan krim­i­nal­i­tas.

Kasus seper­ti ini ser­ingkali ter­ja­di pada penge­mu­di ojol, kurir, maupun peker­ja malam yang masih berak­tiv­i­tas hing­ga larut.

Kor­ban sela­mat tan­pa men­gala­mi luka fisik kare­na memil­ih meny­er­ahkan motor dari­pa­da melawan. Kepu­tu­san terse­but bisa dibi­lang tepat, kare­na dalam banyak kasus, kor­ban begal yang melawan ser­ingkali berakhir tragis.

Namun, keru­gian mate­r­i­al tetap terasa berat. Motor yang baru setahun dibeli dan men­ja­di sum­ber mata penc­a­har­i­an raib dalam seke­jap. Kon­disi ini ten­tu menam­bah beban psikol­o­gis kor­ban yang sudah berjuang men­cari nafkah di ten­gah situ­asi ekono­mi yang tidak mudah.

Kabar ini per­ta­ma kali menye­bar melalui akun media sosial folkcb­br yang mela­porkan kro­nolo­gi singkat keja­di­an terse­but. Dalam ung­ga­han terse­but, masyarakat peng­gu­na jalan, khusus­nya para dri­ver ojol, men­gungkap­kan rasa pri­hatin sekali­gus kekhawati­ran mere­ka.

Banyak yang meny­oroti masih maraknya begal di Jakar­ta, pada­hal aparat kea­manan sudah meningkatkan patroli. Tidak sedik­it pula yang mende­sak pihak kepolisian segera menangkap para pelaku agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang.

Pihak kepolisian Pol­res Metro Jakar­ta Timur hing­ga kini masih melakukan penye­lidikan. Langkah awal yang ditem­puh meliputi: Mengumpulkan keteran­gan kor­ban. Mela­cak CCTV di sek­i­tar lokasi keja­di­an. Mengi­den­ti­fikasi kemu­ngk­i­nan keter­li­batan kelom­pok begal ter­ten­tu. Menam­bah patroli pada jam rawan di jalur rawan begal.

Mes­ki demikian, aparat juga mengim­bau masyarakat, khusus­nya para peker­ja malam dan penge­mu­di ojol, untuk tetap berhati-hati, menghin­dari jalur sepi, dan sebisa mungkin berk­endara berkelom­pok.

Kasus ini meny­oroti beta­pa rentan­nya para peker­ja trans­portasi dar­ing men­ja­di kor­ban keja­hatan jalanan. Ojol yang berop­erasi hing­ga larut malam ser­ingkali men­ja­di sasaran empuk begal kare­na mem­bawa motor yang relatif baru dan sendiri­an di jalan.

  Kesalahpahaman Evakuasi Banjir Picu Keributan Soal ‘Angka

Data dari berba­gai catatan krim­i­nal menun­jukkan, kasus pem­be­galan ter­hadap ojol terus beru­lang seti­ap tahun. Mes­ki beber­a­pa kom­plotan berhasil ditangkap, selalu ada kelom­pok baru yang muncul.

Hal ini menun­jukkan bah­wa per­soalan begal bukan sekadar masalah kea­manan jalan, tetapi juga per­soalan sosial-ekono­mi yang lebih kom­pleks.

Bagi kor­ban, satu-sat­un­ya hara­pan saat ini adalah motor yang raib bisa dite­mukan kem­bali. Namun yang lebih pent­ing, ia dan rekan-rekan ojol lain­nya bisa kem­bali bek­er­ja den­gan rasa aman tan­pa dihan­tui ketaku­tan dibe­gal.

Masyarakat pun berharap agar aparat tidak hanya menin­dak sete­lah keja­di­an, tetapi juga lebih aktif melakukan pence­ga­han. Keber­adaan pos kea­manan, patroli rutin, hing­ga kam­era pen­gawas yang memadai san­gat dibu­tuhkan di kawasan rawan.

Peri­s­ti­wa begal yang menim­pa penge­mu­di ojol di depan Tami­ni Square ini kem­bali men­ja­di alarm beta­pa serius­nya masalah kea­manan jalan di Jakar­ta. Den­gan kor­ban yang sela­mat namun kehi­lan­gan sum­ber nafkah, kasus ini men­ja­di pengin­gat bah­wa kese­la­matan di jalan bukan hanya tang­gung jawab indi­vidu, melainkan juga tugas bersama aparat, pemer­in­tah, dan masyarakat.

Sela­ma masalah sosial-ekono­mi tidak terse­le­saikan dan sis­tem kea­manan belum mak­si­mal, para penge­mu­di ojol dan peker­ja malam akan terus bera­da di posisi rawan. Hara­pan terbe­sar ten­tu agar kasus ini segera terungkap dan pelaku ditangkap, sehing­ga jalanan kem­bali aman untuk semua. (Abd/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *