BATAM, SNIPERNEW.id – Bea Cukai Batam tengah menjadi perhatian publik menyusul beredarnya sejumlah isu negatif yang dinilai menyudutkan pejabat maupun institusi. Berbagai pemberitaan dan konten viral di media sosial disebut berpotensi memengaruhi citra Bea Cukai Batam, di tengah penguatan kinerja penindakan terhadap praktik penyelundupan, Rabu (14/1/2026).
Salah satu isu yang mencuat adalah beredarnya video aksi demonstrasi tunggal di depan Kantor Bea Cukai Batam. Video tersebut tersebar luas di media sosial dan dinilai turut menggiring opini publik terhadap institusi Bea Cukai Batam, terlepas dari substansi kritik yang diarahkan kepada pihak tertentu.
Selain itu, muncul pula isu dugaan pemukulan terhadap seorang pegawai oleh Kepala Bea Cukai Batam, menyusul beredarnya rekaman CCTV. Tudingan tersebut telah dibantah oleh pihak internal. Mereka menjelaskan bahwa peristiwa dalam rekaman CCTV tersebut merupakan bentuk teguran dan pembinaan internal, serta tidak mengandung unsur pemukulan maupun penganiayaan sebagaimana yang dituduhkan.
Di sisi lain, Bea Cukai Batam justru mencatatkan sejumlah capaian kinerja sepanjang akhir tahun 2025, khususnya dalam pengungkapan kasus penyelundupan serta penyelamatan potensi kerugian negara.
Capaian tersebut dinilai sebagai modal penting untuk meningkatkan integritas, profesionalisme, dan kinerja institusi pada tahun 2026.
Sejumlah pihak menilai, ketegasan Bea Cukai Batam dalam memberantas praktik penyelundupan berpotensi memunculkan resistensi dari oknum tertentu yang merasa dirugikan. Kondisi ini diduga menjadi salah satu faktor munculnya serangan opini, baik dari luar maupun dari internal institusi.
Dukungan terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga disampaikan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menegaskan komitmen pengawasan dan pemberantasan praktik ilegal serta mafia kepabeanan.
Dukungan tersebut dinilai menjadi penyemangat bagi jajaran Bea Cukai Batam untuk terus berbenah dan bekerja secara profesional di tengah berbagai tantangan.
Terkait isu dugaan pemukulan pegawai, sebagian kalangan menilai bahwa pembinaan internal dalam lingkungan birokrasi merupakan hal yang lazim, sepanjang tidak mengandung unsur kekerasan atau tindak pidana.
Ketua Aliansi LSM dan Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, menyampaikan pandangannya terkait dinamika tersebut.
“Bagi saya yang pernah berada di dunia birokrasi, hal ini bukan sesuatu yang aneh. Mereka yang belum pernah bekerja di birokrasi wajar jika tidak memahami perbedaan antara pembinaan, penyiksaan, dan penganiayaan,” ujar Ismail, Rabu (14/1/2026).
Ismail juga menilai, berdasarkan pengamatan dan analisanya, terdapat dugaan adanya pihak-pihak berkepentingan yang berupaya mengganggu kinerja Bea Cukai Batam.
“Saya yakin Bea Cukai Batam sudah memahami situasi ini. Kami berharap hal-hal semacam ini tidak perlu dipusingkan. Terus maju, pantang mundur, dan sikat segala bentuk penyelundupan yang merugikan negara,” pungkasnya.
Editor: (iskandar)













