Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Bawaslu Muara Enim Ingatkan Kades Agar Jaga Netralitas Pilkada 2024

396
×

Bawaslu Muara Enim Ingatkan Kades Agar Jaga Netralitas Pilkada 2024

Sebarkan artikel ini

Muara Enim, SniperNews.id — Tak hanya Kades, Aparatur desa atau perangkat desa dan ASN /PNS TNI Pol­ri juga diim­bau untuk men­ja­ga netral­i­tas dan tidak ter­li­bat men­dukung salah satu pasan­gan calon.

“Kepala desa dan perangkat desa itu dila­rang ter­li­bat kam­pa­nye aktif dalam ben­tuk apapun. sanksinya beru­pa pidana,” ujar Ket­ua Bawaslu Muara Enim, kamis 03 Okto­ber 2024 melalui sam­bun­gan pesan What­sApp nya.

Ket­ua Bawaslu Kabu­pat­en Muara Enim, Zain­udin, SP., M.Si, men­gatakan larangan kades maupun perangkat desa ter­li­bat kam­pa­nye aktif di Pilka­da ter­tuang dalam Undang-undang No 10 Tahun 2016. Dalam Undang-undang itu, lan­jut Zain­udin, Pasal 71 dite­gaskan bah­wa peja­bat negara, peja­bat daer­ah, peja­bat aparatur sip­il negara, TNI-Pol­ri, kepala desa/lurah, dila­rang mem­bu­at kepu­tu­san dan/atau tin­dakan yang men­gun­tungkan maupun merugikan pasan­gan calon.

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

“Jadi kepala desa atau perangkat desa yang ikut ser­ta dan ter­li­bat aktif kegiatan kam­pa­nye calon ter­ten­tu dila­rang oleh undang-undang,” terse­but

Jika nan­ti­nya ada oknum kepala desa atau perangkat desa ketahuan ter­li­bat kam­pa­nye salah satu pasan­gan calon Pilek maka ter­an­cam sanksi, ter­ma­suk sanksi pidana.

“Pasal 188 itu men­gatakan kalau ada kepala desa atau perangkat desa ikut kam­pa­nye dian­cam pidana 1 bulan pal­ing lama 6 bulan, atau den­da pal­ing sedik­it 600 ribu, pal­ing banyak 6 juta,” tegas­nya.

Ada­pun keten­tu­an men­ge­nai larangan kam­pa­nye Pilka­da 2024 diatur dalam Bab VIII; dimu­at dalam Pasal 57 – Pasal 66 PKPU 13/2014 yang men­gatur sejum­lah larangan kam­pa­nye seba­gai berikut.

1.Mempersoalkan dasar negara Pan­casi­la dan Pem­bukaan UUD 1945;

2.Menghina sese­o­rang, aga­ma, suku, ras, golon­gan, calon guber­nur, calon wak­il guber­nur, calon bupati, calon wak­il bupati, calon waliko­ta, calon wak­il waliko­ta, dan/atau par­tai poli­tik.

3.Melakukan kam­pa­nye beru­pa meng­ha­sut, mem­fit­nah, men­gadu dom­ba par­tai poli­tik, perse­o­ran­gan, dan/atau kelom­pok masyarakat.

  Unggahan Media Soroti Pembabatan Hutan Aceh Tengah Massif

4.Menggunakan kek­erasan, anca­man kek­erasan, atau men­gan­jurkan peng­gu­naan kek­erasan kepa­da perse­o­ran­gan, kelom­pok masyarakat, dan/atau par­tai poli­tik.

5.Mengganggu kea­manan, keten­tra­man, dan ketert­iban umum.

6.Mengancam dan men­gan­jurkan peng­gu­naan kek­erasan untuk mengam­bil alih 7.kekuasaan dari pemer­in­ta­han yang sah.

Merusak dan/atau menghi­langkan alat per­a­ga kam­pa­nye.

8.Menggunakan fasil­i­tas dan anggaran pemer­in­tah dan pemer­in­tah daer­ah.

9.Menggunakan tem­pat ibadah dan tem­pat pen­didikan, kecuali per­gu­ru­an ting­gi. den­gan syarat dilakukan tan­pa atribut kam­pa­nye, dilak­sanakan den­gan izin, dilakukan tan­pa meng­gang­gu fungsi pen­didikan, dis­e­leng­garakan pada hari Sabtu/Minggu, dan den­gan metode kam­pa­nye perte­muan ter­batas atau dia­log.

10.Melakukan pawai yang dilakukan den­gan ber­jalan kaki dan/atau den­gan kendaraan di jalan raya; dan/atau

11.Melakukan kegiatan kam­pa­nye di luar jad­w­al yang telah dite­tap­kan.

12.Menggunakan kewe­nan­gan, pro­gram, dan kegiatan yang terkait den­gan jabatan di pemer­in­ta­han, yang menguntungkan/ merugikan pasan­gan calon lain di wilayah kewe­nan­gan­nya di wilayah lain.

13.Menggunakan sarana dan prasarana milik pemerintah/ pemer­in­tah daer­ah.

Meng­gu­nakan sarana dan prasarana yang dib­i­ayai oleh pemer­in­tah pusat (APBN)/ pemer­in­tah daer­ah (APBD).

  Parkir Liar Warnai Pergantian Tahun Baru Medan

14.Melibatkan peja­bat BUMN/BUMD, ASN, Polisi, Anggota TNI, dan/atau perangkat desa/kelurahan.

16.Melakukan kam­pa­nye sebelum masa kam­pa­nye dim­u­lai, pada masa ten­ang, atau pada hari pemu­ng­utan suara.

17.Menempelkan bahan kam­pa­nye di tem­pat umum, seper­ti rumah sak­it atau tem­pat pelayanan kese­hatan, tem­pat pen­didikan, tem­pat ibadah, gedung atau fasil­i­tas milik pemer­in­tah, jalan pro­tokol atau jalan bebas ham­bat­an, sarana dan prasarana pub­lik, ser­ta taman dan pepo­ho­nan.

18.Memasang alat per­a­ga kam­pa­nye di tem­pat umum, seper­ti rumah sak­it atau tem­pat pelayanan kese­hatan, tem­pat pen­didikan, tem­pat ibadah, fasil­i­tas ter­ten­tu milik pemer­in­tah, dan fasil­i­tas lain yang dap­at meng­gang­gu ketert­iban.

19.Menjanjikan dan/atau mem­berikan uang atau materi lain untuk mem­pen­garuhi penye­leng­gara pemil­i­han dan/atau pemil­ih.

20.Menjanjikan atau mem­berikan uang atau materi lain seba­gai imbal­an kepa­da war­ga negara Indone­sia baik lang­sung maupun tidak lang­sung untuk: mem­pen­garuhi pemil­ih untuk tidak meng­gu­nakan hak pil­ih, meng­gu­nakan hak pil­ih den­gan cara ter­ten­tu, dan mem­pen­garuhi untuk memil­ih atau tidak memil­ih calon ter­ten­tu.  (Fir­daus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *