Jambi|SniperNew.id –Sebuah proyek pembangunan ruang kelas tambahan di SDN 030/V Rantau Benar, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek senilai Rp300.832.000 yang didanai dari APBD Tahun Anggaran 2025 itu tengah dalam tahap pengerjaan, namun bentuk fisik bangunan memicu kekecewaan, Rabu 16 Juli 2025.
Seorang pengguna Facebook bernama Marjuni Juni menulis dengan nada kritis:
“Mohon di cek ulang buat kontraktor yg buat bangunan ini sesuai tidak dengan anggaran atau gambar yang awal. Ini bangunan lokal tambahan SDN di desa Rantau Benar, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjab Barat Jambi. Tak ubahnya seperti bangunan gudang pupuk aja.”
Marjuni juga menyertakan beberapa foto yang memperlihatkan fisik bangunan, yang terdiri dari satu lantai, belum rampung, dan tampak ringkih.
Terlihat seorang murid berseragam SD berdiri di depan bangunan yang belum selesai tersebut.
Sebuah papan proyek yang turut diunggah menunjukkan nilai kontrak proyek senilai Rp300 juta lebih. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Sumber Amanah Keluarga dan diawasi oleh CV. Bukit Harapan Konsultan, dengan pelaksana dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Postingan itu memicu gelombang komentar dari warganet. Pengguna akun bernama Hasin menulis:
“Gasss lah, jangan tanggung-tanggung, dak beres tu. Nampak dari fisiknya.”
Kemudian dibalas oleh Solihin:
“Sebelumnya macam WC umum…”
Hasin kembali menjawab:
“Yo nian lah su, elok WC umum.”
Nama kontraktor disebut oleh Hasin sebagai Doni Idris Saragih Samsir Arta, yang langsung mendapat tanggapan dari netizen lainnya.
Burhanuddin dengan nada ingin tahu bertanya:
“CV apa pemborongnya?”
Kemudian Marjuni menjawab:
“Ketuk merek tu…”
Netizen Susah Hariyandi mengingatkan risiko bersuara di media sosial:
“Kalau kito ngkritik melalui media sosial ko dak amanan kanti kando. Kini tu klu memang dak cocok, ajak warga setempat tu bongkar, heboh tu. Kalau dak, Lulung e ntah lah.”
Sementara itu, Mabes’s Thony Wae memberi analisa teknis:
“Kalau dilihat dari bangunannya, ini bangunan 2 lantai, sementara di atasnya ditutup biar airnya nggak rembes atau ada kebocoran. Ini ada bangunan lanjutan.”
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait. Dugaan pemborosan anggaran atau penyimpangan dari gambar teknis awal menjadi sorotan publik.
Kuat dugaan bahwa proyek ini perlu audit ulang oleh inspektorat daerah atau bahkan BPKP.
Transparansi anggaran dan kualitas pengerjaan proyek pendidikan wajib menjadi perhatian serius.
Proyek pendidikan bukan sekadar angka di papan informasi, melainkan investasi masa depan generasi bangsa. (Darmawan)
Tanggal Terbit: Minggu, 14 Juli 2025
Kategori: Investigasi, Pendidikan, Jambi
Foto: Kiriman Warga / Marjuni Juni via Facebook



















