Bandung, SniperNew.id – Malam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 semakin semarak dengan digelarnya Festival Hiduplah Indonesia Maya di Bandung. Festival tersebut menampilkan beragam seniman, musisi, hingga tokoh publik, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turut serta membawakan monolog kebangsaan.
Dalam unggahan di media sosialnya, Anies Baswedan menyampaikan rasa syukur bisa kembali sepanggung dengan sahabatnya, Tom, dalam kesempatan istimewa di malam kemerdekaan. “Alhamdulillah, dapat ‘job’ dari Pandji: tampil di panggung Festival Hiduplah Indonesia Maya. Bersyukur juga bisa kembali sepanggung dengan Tom, tepat di malam Kemerdekaan,” tulis Anies dalam keterangan di akun Threads resminya, Minggu (18/8).
Festival yang diprakarsai oleh Pandji Pragiwaksono ini menghadirkan pertunjukan dengan nuansa penuh warna. Beragam penampil lintas genre dan latar belakang turut memeriahkan panggung, mulai dari Guzman Sige dan Sammy Notaslimboy yang memancing tawa penonton lewat aksi panggung komedinya, hingga Jason Ranti dengan lagu-lagu reflektif yang sarat makna.
Tidak ketinggalan, grup musik Bocor Alus Politik juga hadir dengan sajian sindiran tajam khas mereka, menambah dinamika acara yang menggabungkan hiburan sekaligus refleksi kebangsaan.
Anies bersama Tom kemudian didapuk untuk menutup rangkaian acara dengan monolog kebangsaan. Baginya, kesempatan tampil dalam festival tersebut bukan hanya sebuah kehormatan, melainkan juga ruang untuk menyuarakan semangat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air di momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.
“Panggungnya penuh warna. Ada Guzman Sige dan Sammy Notaslimboy yang bikin tawa pecah, Jason Ranti yang mengalun dengan lagu-lagu reflektif, Bocor Alus Politik dengan sentilan-sentilan tajam, dan kami kebagian menutup lewat monolog kebangsaan,” ungkap Anies.
Suasana semakin meriah karena acara ini juga dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menambah semangat kebersamaan sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan seni dan budaya yang mengangkat nilai kebangsaan.
Anies Baswedan dalam kesempatan itu tampil mengenakan kemeja biru gelap, sementara Tom juga hadir dengan gaya kasual. Keduanya berbagi panggung dengan suasana hangat, penuh keakraban, dan mendapat sambutan antusias dari para hadirin.
Foto-foto yang dibagikan memperlihatkan Anies dan Tom sedang berada di atas panggung dengan latar besar bertuliskan Hiduplah Indonesia Maya. Dalam salah satu gambar, tampak keduanya berdiri berdampingan di depan mikrofon, menandai kebersamaan mereka dalam menyampaikan pesan kebangsaan.
Festival Hiduplah Indonesia Maya sendiri dikenal sebagai ruang ekspresi kreatif yang memadukan seni pertunjukan, musik, komedi, hingga refleksi sosial dan politik. Tujuannya bukan sekadar hiburan, melainkan juga mengajak masyarakat untuk merenungkan perjalanan bangsa serta menumbuhkan optimisme terhadap masa depan Indonesia.
Partisipasi Anies Baswedan dalam festival ini sekaligus menjadi bukti konsistensinya hadir dalam ruang-ruang kebudayaan dan kebangsaan, bukan hanya sebatas dalam lingkup politik formal. Dengan gaya komunikasinya yang lugas, Anies kerap memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan yang menguatkan persatuan.
Acara malam itu pun meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Kombinasi antara hiburan, tawa, musik, hingga monolog reflektif membuat festival terasa lengkap sebagai perayaan kemerdekaan.
Bagi masyarakat Bandung yang hadir langsung, momentum tersebut menjadi pengalaman berharga: merayakan kemerdekaan tidak hanya dengan pesta kembang api atau parade, tetapi juga lewat ekspresi seni yang membangkitkan kesadaran kebangsaan.
Sementara itu, unggahan Anies Baswedan di Threads mendapat respon beragam dari warganet. Banyak yang mengapresiasi penampilannya sekaligus memberikan semangat atas keterlibatannya dalam acara kebudayaan. Tidak sedikit pula yang menilai kehadiran tokoh-tokoh publik di panggung seni mampu menjembatani kedekatan antara pemimpin dengan masyarakat.
Festival Hiduplah Indonesia Maya membuktikan bahwa semangat kemerdekaan bisa dirayakan dengan cara yang kreatif, reflektif, dan penuh warna. Kehadiran seniman lintas genre, musisi, komedian, hingga tokoh publik seperti Anies Baswedan dan Tom menegaskan bahwa seni mampu menjadi medium persatuan sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga kebangsaan.
Dengan suasana meriah, penuh tawa, musik, dan refleksi, festival ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air. Seperti pesan yang disampaikan melalui monolog kebangsaan Anies dan Tom, kemerdekaan bukan hanya soal masa lalu, melainkan juga tanggung jawab untuk menjaga persatuan Indonesia ke depan.
Editor: (Ahmad).







