Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Anggaran Fantastis Tak Manfaat, Orang Tua Murid SMK Ma’arif Banyumas Pringsewu Keluhkan Kunjungan Industri

723
×

Anggaran Fantastis Tak Manfaat, Orang Tua Murid SMK Ma’arif Banyumas Pringsewu Keluhkan Kunjungan Industri

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id — Ren­cana kun­jun­gan indus­tri yang diran­cang oleh SMK Maarif Keca­matan Banyu­mas, Kabu­pat­en Pringsewu, men­ja­di sorotan para orang tua siswa. Dalam surat pem­ber­i­tahuan yang dis­am­paikan oleh pihak seko­lah, kun­jun­gan terse­but diren­canakan akan berlang­sung pada 5 hing­ga 8 Jan­u­ari 2025, den­gan des­ti­nasi ke Lam­pung, Jakar­ta, dan Ban­dung.

Biaya yang dibebankan kepa­da seti­ap siswa untuk mengiku­ti kegiatan ini adalah sebe­sar Rp1.675.000,-.

Surat pihak seko­lah berharap agar orang tua dap­at mem­berikan izin kepa­da putra-putrinya untuk mengiku­ti kun­jun­gan terse­but, yang bertu­juan mem­perke­nalkan siswa kepa­da dunia indus­tri sesuai den­gan kom­pe­ten­si juru­san mas­ing-mas­ing.

  BUMDesma Sei Bamban Diduga Langgar Aturan, Penyertaan Modal Ketapang Rp1,9 Miliar Disorot Aparat Penegak Hukum

Ren­cana kun­jun­gan indus­tri ini menim­bulkan perde­batan di kalan­gan orang tua murid SMK Maarif Banyu­mas. Seba­gian orang tua merasa bah­wa kun­jun­gan ini adalah kesem­patan baik bagi anak-anak untuk meli­hat dunia indus­tri yang lebih luas, semen­tara yang lain merasa khawatir den­gan risiko dan keber­man­faatan­nya, tidak semua orang tua siswa menyam­but ren­cana ini.

SR, salah satu orang tua murid, men­gungkap­kan keke­ce­waan­nya terkait den­gan pil­i­han des­ti­nasi kun­jun­gan indus­tri yang diang­gap ter­lalu jauh dan tidak diper­lukan.

“Indus­tri di Lam­pung sudah banyak. Kalau memang tujuan­nya untuk kun­jun­gan indus­tri, kena­pa harus sam­pai ke Jakar­ta dan Ban­dung?” ungkap SR dalam wawan­cara den­gan awak media, Jumat 30 Agus­tus 2024.

SR juga menyam­paikan kekhawati­ran­nya terkait risiko per­jalanan yang jauh, teruta­ma bagi kese­la­matan anak-anak mere­ka.

“Sekarang ini, kun­jun­gan indus­tri san­gat rawan kece­lakaan. Biaya sebe­sar Rp1.765.000 mungkin bisa kami usa­hakan, meskipun keadaan sedang sulit. Namun, yang pal­ing kami khawatirkan adalah kese­la­matan anak-anak dalam per­jalanan. Kami lebih memil­ih mere­ka aman di rumah dari­pa­da meng­hadapi risiko di jalan,” tam­bah­nya.

  Dana BOS 2025 SDN 1 Tegineneng Disorot LPKAN RI, Kepsek Diminta Buka Data dan Bertanggung Jawab

Kekhawati­ran SR tidak hanya sebatas pada biaya dan kese­la­matan. Ia juga mem­per­tanyakan efek­tiv­i­tas kun­jun­gan indus­tri terse­but.

“Di Lam­pung saja sudah ada banyak indus­tri. Men­ga­pa tidak meman­faatkan yang ada di sek­i­tar kita? Selain lebih aman, ini juga bisa men­ja­di kebang­gaan bagi kami seba­gai orang Lam­pung. Tidak per­lu jauh-jauh ke Jakar­ta atau Ban­dung,” tegas­nya.

Lebih lan­jut, SR men­yarankan agar biaya yang diang­garkan untuk kun­jun­gan indus­tri digu­nakan untuk keper­lu­an lain yang lebih berman­faat bagi seko­lah.

“Kalau biaya itu dialokasikan untuk mem­per­bai­ki fasil­i­tas seko­lah atau menam­bah buku dan sarana olahra­ga, pasti akan lebih berman­faat. Bahkan bisa men­ja­di inves­tasi jang­ka pan­jang untuk kema­juan seko­lah dan anak-anak kita,” ujarnya.

  Jalan Baru Selesai, Aspal Mengelupas: Warga Way Ngison 1–Sidodadi Minta Evaluasi Serius

Keke­ce­waan SR juga menyen­tuh per­soalan yang lebih men­dalam, yaitu ten­tang pri­or­i­tas dalam pen­didikan. Menu­rut­nya, dana yang ada seharus­nya digu­nakan untuk kebu­tuhan yang lebih mende­sak, seper­ti pem­ba­yaran iuran seko­lah yang ser­ing kali men­ja­di masalah bagi para orang tua.

“Kadang-kadang, biaya seko­lah kurang, sam­pai ijazah anak ter­ta­han kare­na belum lunas. Ini rasanya tidak tepat jika kita lebih mement­ingkan kun­jun­gan indus­tri yang jauh dari­pa­da kebu­tuhan dasar pen­didikan anak-anak,” pungkas­nya.

Semen­tara itu, Kepala SMK Maarif Banyu­mas, Khol­id Mak­mun keti­ka dikon­fir­masi men­gu­cap­kan ter­i­ma kasih atas infor­masi keluhan terse­but dan berharap orang tua yang tidak setu­ju agar dap­at datang ke seko­lah.

“Ter­i­ma kasih atas infor­masinya, untuk wali yang keber­atan bisa ke seko­la­han pak,” tulis­nya melalu chat What­sApp. (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *