Semarang, SniperNew.id — Mahasiswa Baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan semangat solidaritas dalam aksi yang mencerminkan kepedulian terhadap teman-teman sesama mahasiswa yang terlibat dalam kejadian pasca-Aksi May Day 2025, Minggu (17/08/2025).
Dalam upaya menunjukkan dukungan, mereka turut menyuarakan pembebasan terhadap rekan-rekan mereka yang kini berada dalam tahanan, akibat terlibat dalam aksi protes besar-besaran yang terjadi pada 1 Mei 2025.
Aksi solidaritas yang digelar pada pagi hari tadi, Selasa (17/8), diselenggarakan di area kampus UNNES, dan berhasil menarik perhatian banyak kalangan mahasiswa serta masyarakat sekitar.
Para mahasiswa ini menuntut kebebasan bagi rekan-rekan mereka yang kini masih berada dalam tahanan, terkait dengan peristiwa yang terjadi selama Aksi May Day yang digelar pada awal bulan Mei 2025.
Dalam unggahan yang tersebar melalui platform media sosial, salah seorang perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini menyampaikan pesan tegas.
“Mari suarakan dan kawal terus sampai benar-benar bebas! Jangan lupa mengawal Sidang Hari Kamis, 21 Agustus 2025, di Pengadilan Negeri Kota Semarang.” Pesan tersebut mengajak semua pihak untuk terlibat aktif dalam pemantauan jalannya sidang, yang akan digelar untuk membahas nasib rekan-rekan mahasiswa yang terlibat dalam aksi May Day tersebut.
Salah satu tuntutan utama dari aksi ini adalah pembebasan mahasiswa yang kini terjebak dalam proses hukum. Mereka meyakini bahwa tindakan yang dilakukan oleh rekan-rekannya pada waktu itu adalah bagian dari hak untuk berekspresi dan berpendapat sebagai wujud perjuangan dalam menuntut keadilan sosial.
Aksi ini bukan sekadar soal kebebasan pribadi, melainkan juga berkaitan dengan prinsip hak asasi manusia, terutama kebebasan berpendapat dan berkumpul.
Selain itu, mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini juga menuntut agar pihak berwenang tidak mengkriminalisasi aktivitas kemahasiswaan yang dianggap sebagai bagian dari proses belajar dan berkontribusi pada perubahan sosial. Mereka mengingatkan bahwa dunia kampus adalah tempat pembelajaran yang seharusnya bisa menumbuhkan rasa kepedulian sosial, tanpa adanya ancaman terhadap hak individu mahasiswa.
Para mahasiswa baru Fakultas MIPA UNNES ini juga tidak lupa menyampaikan sejumlah tagar yang mereka harap bisa menjangkau audiens lebih luas, seperti:
#bebaskankawan kami
#hidupmahasiswa
#alleyesonsemarang
#PKKMBUNNES2025
#Mahesa2025
#UNNES2025
Melalui tagar ini, mereka ingin menambah kesadaran tentang pentingnya mendukung rekan-rekan mahasiswa mereka yang sedang berjuang di balik jeruji besi dan memastikan bahwa apa yang mereka perjuangkan tidak akan sia-sia. Tidak hanya sekedar dukungan moral, namun juga ajakan kepada masyarakat umum untuk lebih peduli terhadap permasalahan yang menimpa mahasiswa, khususnya terkait dengan kebebasan berpendapat.
Dalam aksi tersebut, tampak ratusan mahasiswa mengenakan jas kuning sebagai simbol persatuan dan semangat. Mereka tidak hanya berkumpul untuk mengingatkan tentang kasus yang terjadi, tetapi juga untuk mengingatkan publik bahwa aksi ini merupakan bentuk dari perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan. Para peserta aksi ini dengan semangat membawa berbagai atribut, seperti bendera-bendera dengan tulisan dan simbol yang mengajak untuk mendukung perjuangan teman-teman mereka yang masih dalam tahanan.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan melakukan orasi yang menuntut keadilan bagi mahasiswa yang masih terkurung dalam proses hukum. Tindak solidaritas ini juga turut dibarengi dengan pernyataan tegas dari mahasiswa lainnya yang mengatakan, “Kami tidak akan berhenti sampai rekan kami dibebaskan. Ini adalah kewajiban moral kami.”
Aksi ini berlangsung tertib dan damai, meskipun mengundang perhatian beberapa pihak dari luar kampus. Dalam kesempatan yang sama, mereka juga mengimbau kepada para pihak yang terlibat untuk mengedepankan dialog konstruktif dan menyelesaikan masalah ini secara adil tanpa mengedepankan kekerasan atau diskriminasi. Mereka berharap, mahasiswa sebagai bagian dari agen perubahan sosial dapat membuktikan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak dasar yang harus dihormati oleh siapa pun.
Sidang yang akan berlangsung pada Kamis, 21 Agustus 2025, di Pengadilan Negeri Kota Semarang menjadi momen yang dinanti-nanti oleh seluruh pihak yang mendukung perjuangan mahasiswa tersebut. Dalam sidang ini, akan ada keputusan yang dapat menentukan masa depan para mahasiswa yang saat ini terjerat dalam permasalahan hukum akibat aksi yang dilakukan pada hari May Day lalu.
Pihak universitas dan pemerintah pun diharapkan dapat memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan pendapat mereka tanpa harus menghadapi ancaman pidana. Banyak kalangan yang menganggap bahwa kejadian ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga masalah yang dapat mempengaruhi dinamika kehidupan kampus di seluruh Indonesia. Ke depannya, aksi ini diharapkan dapat membuka wawasan lebih luas mengenai pentingnya kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat bagi generasi muda.
Aksi yang digelar oleh Mahasiswa Baru Fakultas MIPA UNNES ini menunjukkan semangat juang yang tinggi dan rasa solidaritas yang luar biasa terhadap sesama mahasiswa.
Mereka berjuang bukan hanya untuk kebebasan satu individu, tetapi untuk kebebasan dan keadilan di kalangan seluruh mahasiswa.
Di tengah perjuangan ini, kampus sebagai tempat pendidikan yang harus menciptakan iklim intelektual yang sehat dan bebas dari kekangan, patutnya menjadi tempat di mana suara mahasiswa tidak hanya didengar tetapi juga dihargai.
Dukungan terhadap mahasiswa yang sedang berjuang adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga agar kebebasan berekspresi tetap menjadi bagian dari nilai-nilai luhur di dunia akademik.
Editor: (Ahmad)













