Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Aksi Mahasiswa MIPA UNNES: Solidaritas dan Perjuangan Kebebasan

400
×

Aksi Mahasiswa MIPA UNNES: Solidaritas dan Perjuangan Kebebasan

Sebarkan artikel ini

Semarang, SniperNew.id — Maha­siswa Baru Fakul­tas Matem­ati­ka dan Ilmu Penge­tahuan Alam (MIPA) Uni­ver­si­tas Negeri Semarang (UNNES) kem­bali menun­jukkan seman­gat sol­i­dar­i­tas dalam aksi yang mencer­minkan kepedu­lian ter­hadap teman-teman sesama maha­siswa yang ter­li­bat dalam keja­di­an pas­ca-Aksi May Day 2025, Ming­gu (17/08/2025).

Dalam upaya menun­jukkan dukun­gan, mere­ka turut menyuarakan pem­be­basan ter­hadap rekan-rekan mere­ka yang kini bera­da dalam tahanan, aki­bat ter­li­bat dalam aksi protes besar-besaran yang ter­ja­di pada 1 Mei 2025.

Aksi sol­i­dar­i­tas yang dige­lar pada pagi hari tadi, Selasa (17/8), dis­e­leng­garakan di area kam­pus UNNES, dan berhasil menarik per­ha­t­ian banyak kalan­gan maha­siswa ser­ta masyarakat sek­i­tar.

Para maha­siswa ini menun­tut kebe­basan bagi rekan-rekan mere­ka yang kini masih bera­da dalam tahanan, terkait den­gan peri­s­ti­wa yang ter­ja­di sela­ma Aksi May Day yang dige­lar pada awal bulan Mei 2025.

Dalam ung­ga­han yang terse­bar melalui plat­form media sosial, salah seo­rang per­wak­i­lan maha­siswa yang ter­gabung dalam aksi ini menyam­paikan pesan tegas.

“Mari suarakan dan kaw­al terus sam­pai benar-benar bebas! Jan­gan lupa men­gaw­al Sidang Hari Kamis, 21 Agus­tus 2025, di Pen­gadi­lan Negeri Kota Semarang.” Pesan terse­but men­ga­jak semua pihak untuk ter­li­bat aktif dalam peman­tauan jalan­nya sidang, yang akan dige­lar untuk mem­ba­has nasib rekan-rekan maha­siswa yang ter­li­bat dalam aksi May Day terse­but.

  20 Tahun Jadi Satpam Honorer, Pak Tiar Kini Resmi Pakai Seragam Dishub: Tangis Haru Warnai Perpisahan di SMPN 2 Luwuk

Salah satu tun­tu­tan uta­ma dari aksi ini adalah pem­be­basan maha­siswa yang kini ter­je­bak dalam pros­es hukum. Mere­ka meyaki­ni bah­wa tin­dakan yang dilakukan oleh rekan-rekan­nya pada wak­tu itu adalah bagian dari hak untuk berek­spre­si dan berpen­da­p­at seba­gai wujud per­juan­gan dalam menun­tut kead­i­lan sosial.

Aksi ini bukan sekadar soal kebe­basan prib­a­di, melainkan juga berkai­tan den­gan prin­sip hak asasi manu­sia, teruta­ma kebe­basan berpen­da­p­at dan berkumpul.

Selain itu, maha­siswa yang ter­li­bat dalam aksi ini juga menun­tut agar pihak berwe­nang tidak mengkrim­i­nal­isasi aktiv­i­tas kema­ha­siswaan yang diang­gap seba­gai bagian dari pros­es bela­jar dan berkon­tribusi pada peruba­han sosial. Mere­ka mengin­gatkan bah­wa dunia kam­pus adalah tem­pat pem­be­la­jaran yang seharus­nya bisa menum­buhkan rasa kepedu­lian sosial, tan­pa adanya anca­man ter­hadap hak indi­vidu maha­siswa.

Para maha­siswa baru Fakul­tas MIPA UNNES ini juga tidak lupa menyam­paikan sejum­lah tagar yang mere­ka harap bisa men­jangkau audi­ens lebih luas, seper­ti:
#bebaskankawan kami
#hidupma­ha­siswa
#alleyeson­se­marang
#PKKMBUNNES2025
#Mahesa2025
#UNNES2025

Melalui tagar ini, mere­ka ingin menam­bah kesadaran ten­tang pent­ingnya men­dukung rekan-rekan maha­siswa mere­ka yang sedang berjuang di balik jeru­ji besi dan memas­tikan bah­wa apa yang mere­ka per­juangkan tidak akan sia-sia. Tidak hanya sekedar dukun­gan moral, namun juga ajakan kepa­da masyarakat umum untuk lebih peduli ter­hadap per­masala­han yang menim­pa maha­siswa, khusus­nya terkait den­gan kebe­basan berpen­da­p­at.

  Warga Barito Utara Hilang, Polisi Minta Bantuan Masyarakat

Dalam aksi terse­but, tam­pak ratu­san maha­siswa men­ge­nakan jas kun­ing seba­gai sim­bol per­sat­u­an dan seman­gat. Mere­ka tidak hanya berkumpul untuk mengin­gatkan ten­tang kasus yang ter­ja­di, tetapi juga untuk mengin­gatkan pub­lik bah­wa aksi ini meru­pakan ben­tuk dari per­lawanan ter­hadap segala ben­tuk keti­dakadi­lan. Para peser­ta aksi ini den­gan seman­gat mem­bawa berba­gai atribut, seper­ti ben­dera-ben­dera den­gan tulisan dan sim­bol yang men­ga­jak untuk men­dukung per­juan­gan teman-teman mere­ka yang masih dalam tahanan.

Berdasarkan reka­man video yang beredar, mere­ka menyanyikan lagu-lagu per­juan­gan dan melakukan orasi yang menun­tut kead­i­lan bagi maha­siswa yang masih terku­rung dalam pros­es hukum. Tin­dak sol­i­dar­i­tas ini juga turut dibaren­gi den­gan perny­ataan tegas dari maha­siswa lain­nya yang men­gatakan, “Kami tidak akan berhen­ti sam­pai rekan kami dibebaskan. Ini adalah kewa­jiban moral kami.”

Aksi ini berlang­sung tert­ib dan damai, meskipun men­gun­dang per­ha­t­ian beber­a­pa pihak dari luar kam­pus. Dalam kesem­patan yang sama, mere­ka juga mengim­bau kepa­da para pihak yang ter­li­bat untuk mengede­pankan dia­log kon­struk­tif dan menye­le­saikan masalah ini secara adil tan­pa mengede­pankan kek­erasan atau diskrim­i­nasi. Mere­ka berharap, maha­siswa seba­gai bagian dari agen peruba­han sosial dap­at mem­buk­tikan bah­wa kebe­basan berpen­da­p­at adalah hak dasar yang harus dihor­mati oleh sia­pa pun.

Sidang yang akan berlang­sung pada Kamis, 21 Agus­tus 2025, di Pen­gadi­lan Negeri Kota Semarang men­ja­di momen yang dinan­ti-nan­ti oleh selu­ruh pihak yang men­dukung per­juan­gan maha­siswa terse­but. Dalam sidang ini, akan ada kepu­tu­san yang dap­at menen­tukan masa depan para maha­siswa yang saat ini ter­jer­at dalam per­masala­han hukum aki­bat aksi yang dilakukan pada hari May Day lalu.

  Gotong Royong Bersihkan Polres Jakarta Timur Pasca Demo

Pihak uni­ver­si­tas dan pemer­in­tah pun dihara­p­kan dap­at mem­beri ruang bagi maha­siswa untuk menyuarakan pen­da­p­at mere­ka tan­pa harus meng­hadapi anca­man pidana. Banyak kalan­gan yang men­gang­gap bah­wa keja­di­an ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga masalah yang dap­at mem­pen­garuhi dinami­ka kehidu­pan kam­pus di selu­ruh Indone­sia. Ke depan­nya, aksi ini dihara­p­kan dap­at mem­bu­ka wawasan lebih luas men­ge­nai pent­ingnya kebe­basan akademik dan kebe­basan berpen­da­p­at bagi gen­erasi muda.

Aksi yang dige­lar oleh Maha­siswa Baru Fakul­tas MIPA UNNES ini menun­jukkan seman­gat juang yang ting­gi dan rasa sol­i­dar­i­tas yang luar biasa ter­hadap sesama maha­siswa.

Mere­ka berjuang bukan hanya untuk kebe­basan satu indi­vidu, tetapi untuk kebe­basan dan kead­i­lan di kalan­gan selu­ruh maha­siswa.

Di ten­gah per­juan­gan ini, kam­pus seba­gai tem­pat pen­didikan yang harus men­cip­takan iklim intelek­tu­al yang sehat dan bebas dari kekan­gan, patut­nya men­ja­di tem­pat di mana suara maha­siswa tidak hanya diden­gar tetapi juga dihar­gai.

Dukun­gan ter­hadap maha­siswa yang sedang berjuang adalah ben­tuk tang­gung jawab bersama untuk men­ja­ga agar kebe­basan berek­spre­si tetap men­ja­di bagian dari nilai-nilai luhur di dunia akademik.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *