Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Aksi Intimidasi ke Jurnalis di Tambang Emas Ilegal Viral

707
×

Aksi Intimidasi ke Jurnalis di Tambang Emas Ilegal Viral

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id - Di daer­ah kabu­pat­en Keta­pang, Provin­si Kali­man­tan Barat, Sebuah insi­d­en intim­i­dasi ter­hadap seo­rang jur­nalis kem­bali memicu kepri­hati­nan pub­lik.

Seo­rang wartawan berna­ma Rus­li dila­porkan men­da­p­at anca­man dan per­lakuan tidak menye­nangkan saat sedang meliput aktiv­i­tas per­tam­ban­gan emas ile­gal di wilayah Keru­ing Dalam, tepat di per­batasan Desa Pematang Gadung dan Desa Sun­gai Besar, Keca­matan Matan Hilir Sela­tan, Kabu­pat­en Keta­pang. Keja­di­an ini terekam dalam beber­a­pa video yang kini viral di media sosial, Ming­gu (24/08/2025).

Dalam reka­man berdurasi singkat yang beredar, ter­li­hat jelas roda kendaraan milik Rus­li diran­tai oleh sekelom­pok pria. Salah seo­rang di antaranya men­gaku berasal dari organ­isasi yang menye­but diri mere­ka Per­sat­u­an Tam­bang Inde­pen­den Raky­at (PETIR) Keta­pang. Pria terse­but ter­li­hat mem­bawa rantai dan gem­bok, kemu­di­an den­gan lan­tang meny­atakan aksinya di hada­pan kam­era.

“Jan­gan hanya mulut, ini buk­tinya kami gem­bok motor. Orang Petir ini, Petir tidak main-main,” ucap pria itu sam­bil mengikat rantai ke roda motor Rus­li dan men­gaitkan­nya pada sebuah kur­si pan­jang dari kayu.

Gam­bar screen­shot video yang diku­tif snipernew.id, Ming­gu (24/08/2025). Yang direkam war­ga.

Tidak hanya itu, dalam reka­man lain yang beredar, Rus­li ter­li­hat bera­da di sebuah ruan­gan ter­bu­ka dan kem­bali meng­hadapi anca­man dari sekelom­pok orang.

  Penjaga Kontrakan di Tasikmalaya Ditemukan Meninggal di Dalam Toren Air

Seo­rang pria berpe­nampi­lan men­ge­nakan topi dan kaca­ma­ta hitam mendekatinya den­gan nada marah. Suasana semakin tegang keti­ka pria terse­but ham­pir memukul Rus­li.

Kau sudah kami ingatkan jan­gan masuk lagi ke lokasi tam­bang,” kata pria terse­but den­gan nada kasar, dis­ak­sikan oleh beber­a­pa orang di sek­i­tarnya.

Keja­di­an ini menim­bulkan kekhawati­ran atas kese­la­matan jur­nalis yang sedang men­jalankan tugas­nya. Intim­i­dasi dan anca­man ter­hadap awak media bukan hanya melang­gar kebe­basan pers, tetapi juga men­gan­cam prin­sip demokrasi dan hak masyarakat untuk mem­per­oleh infor­masi yang benar.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, upaya kon­fir­masi kepa­da pihak yang men­gaku seba­gai organ­isasi PETIR Keta­pang belum mem­buahkan hasil. Ket­ua PETIR Keta­pang, Kacong Supan­di, telah dihubun­gi berkali-kali melalui pang­gi­lan tele­pon dan pesan What­sApp, namun nomor yang bersangku­tan tidak aktif.

Insi­d­en ini sekali­gus meny­oroti per­soalan tam­bang emas ile­gal di wilayah Keta­pang yang hing­ga kini belum terse­le­saikan. Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun dari sejum­lah sum­ber, aktiv­i­tas tam­bang emas tan­pa izin (PETI) di daer­ah terse­but sudah berlang­sung cukup lama. Namun, penin­dakan dari aparat pene­gak hukum dini­lai masih belum mak­si­mal.

Sejum­lah pihak, ter­ma­suk para awak media yang bertu­gas di lapan­gan, mende­sak agar aparat kepolisian dari tingkat Polsek Matan Hilir Sela­tan hing­ga Pol­res Keta­pang dan Pol­da Kali­man­tan Barat, segera mengam­bil langkah tegas.

Mere­ka meni­lai, intim­i­dasi ter­hadap jur­nalis adalah cer­mi­nan dari lemah­nya pen­gawasan dan pene­gakan hukum ter­hadap prak­tik tam­bang ile­gal.

  Truk Kontainer Seruduk Bengkel di Bekasi, Tak Ada Korban Jiwa

Seba­gai kon­trol sosial, kami para media ser­ing menyak­sikan pen­ert­iban tam­bang emas ile­gal dilakukan hanya di lokasi ter­ten­tu. Namun, pen­ert­iban terse­but terke­san tebang pil­ih. Kami berharap aparat benar-benar serius menin­dak tam­bang ile­gal tan­pa pan­dang bulu, ter­ma­suk di wilayah Kabu­pat­en Keta­pang,” ujar salah seo­rang rekan jur­nalis yang eng­gan dise­but namanya.

Perny­ataan terse­but mene­gaskan bah­wa prak­tik dugaan tam­bang emas tan­pa izin masih marak di beber­a­pa lokasi di Keta­pang.

Selain merugikan negara kare­na tidak mem­berikan kon­tribusi res­mi ter­hadap pen­da­p­atan daer­ah, tam­bang ile­gal juga berpoten­si merusak lingkun­gan, mence­mari sun­gai, dan menim­bulkan kon­flik sosial.

Kasus intim­i­dasi yang diala­mi Rus­li dihara­p­kan men­ja­di momen­tum bagi aparat pene­gak hukum untuk bertin­dak lebih tegas. Tidak hanya melin­dun­gi jur­nalis yang sedang bertu­gas, tetapi juga mem­ber­an­tas jaringan tam­bang ile­gal yang diduga memi­li­ki aktor-aktor kuat di belakangnya.

Sejum­lah organ­isasi pers di Kali­man­tan Barat juga telah menyuarakan kepri­hati­nan mere­ka atas keja­di­an ini. Mere­ka meni­lai, anca­man ter­hadap jur­nalis bukan hanya per­soalan indi­vidu, melainkan anca­man ter­hadap kebe­basan Pers secara keselu­ruhan.

Indone­sia sendiri memi­li­ki Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 ten­tang Pers, yang mene­gaskan bah­wa jur­nalis memi­li­ki hak untuk men­cari, mem­per­oleh, dan menye­barkan infor­masi kepa­da pub­lik tan­pa tekanan atau anca­man.

Apa­bi­la ada pihak yang merasa dirugikan atas pem­ber­i­taan atau liputan, mekanisme penye­le­sa­ian­nya telah diatur melalui hak jawab dan hak korek­si, bukan den­gan kek­erasan atau intim­i­dasi. Den­gan demikian, tin­dakan sekelom­pok orang yang meng­in­tim­i­dasi Rus­li jelas berten­tan­gan den­gan prin­sip negara hukum dan kebe­basan pers.

  Lima Bulan Mengendap, Diduga Penyidik Polres Ketapang Lalai Tangani Kasus Mafia Tanah

Masyarakat luas pun ikut meny­oroti kasus ini. Beber­a­pa war­ganet di media sosial menyam­paikan sim­pati dan dukun­gan kepa­da Rus­li ser­ta mende­sak aparat segera menangkap para pelaku. Banyak yang men­gang­gap bah­wa keja­di­an seper­ti ini tidak boleh dib­iarkan, kare­na bisa menim­bulkan ketaku­tan bagi jur­nalis lain yang ten­gah men­jalankan tugas jur­nal­is­tiknya.

Ke depan, dihara­p­kan aparat kea­manan dap­at mem­berikan per­lin­dun­gan lebih opti­mal bagi peker­ja media, khusus­nya di wilayah yang rawan kon­flik atau memi­li­ki aktiv­i­tas ile­gal yang berpoten­si menim­bulkan gesekan den­gan masyarakat setem­pat. Pene­gakan hukum yang tegas ter­hadap intim­i­dasi jur­nalis akan men­ja­di preseden pent­ing agar kasus seru­pa tidak kem­bali teru­lang.

Hing­ga saat ini, pub­lik masih menung­gu perny­ataan res­mi dari pihak kepolisian dan langkah konkret ter­hadap kasus ini. Intim­i­dasi ter­hadap Rus­li tidak boleh diang­gap seba­gai insi­d­en biasa, melainkan seba­gai sinyal bah­wa per­lin­dun­gan ter­hadap jur­nalis di daer­ah per­lu dit­ingkatkan.

Jika dib­iarkan, hal ini bukan hanya men­gan­cam kese­la­matan peker­ja media, tetapi juga meng­ha­lan­gi masyarakat mem­per­oleh infor­masi yang aku­rat dan ter­per­caya.

Oleh kare­na itu, selu­ruh pihak dihara­p­kan dap­at men­dukung upaya pem­ber­an­tasan tam­bang ile­gal sekali­gus men­ja­ga kebe­basan pers yang men­ja­di pilar pent­ing demokrasi di Indone­sia.

Kasus ini dihara­p­kan men­ja­di per­ha­t­ian serius semua pihak, teruta­ma aparat pene­gak hukum di wilayah Kali­man­tan Barat. Per­lin­dun­gan ter­hadap jur­nalis harus men­ja­di pri­or­i­tas, agar mere­ka dap­at bek­er­ja tan­pa rasa takut dan tekanan, demi kepentin­gan pub­lik yang lebih luas.

Lapo­ran: (Sufiyawan/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *