Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Akibat Proyek Pengaspalan, Jalan Poros Maros-Bone Macet

841
×

Akibat Proyek Pengaspalan, Jalan Poros Maros-Bone Macet

Sebarkan artikel ini

Maros, SniperNew.id  - Kemac­etan sep­a­n­jang 5 kilo­me­ter ter­ja­di di Jalan Poros Maros-Bone, tepat­nya di wilayah Toboloc­ci, Hutan Karaen­ta, Keca­matan Cen­rana, Kabu­pat­en Maros, Sulawe­si Sela­tan (Sulsel) pada Sab­tu (24/8/2024) malam. Kemac­etan ini ter­ja­di aki­bat pen­gas­palan jalan yang dilakukan tan­pa koor­di­nasi yang memadai den­gan Sat­gas Kap­pang.

  Pemotor Babak Belur Dianiaya Juru Parkir Liar di Kelapa Gading

Kemac­etan mulai ter­ja­di sejak pukul 21.00 Wita dan masih berlang­sung hing­ga pukul 23.06 Wita. Per­wira Pen­gen­dali Sat­gas Kap­pang, Iptu Kamalud­din, meny­atakan bah­wa kemac­etan ini dise­babkan oleh kurangnya komu­nikasi antara peker­ja proyek den­gan pihak Sat­gas sebelum mem­u­lai pen­gas­palan.

“Antre­an cukup pan­jang sek­i­tar 5 kilo­me­ter. Penye­bab­nya adalah pen­gas­palan yang dilakukan oleh peker­ja proyek tan­pa koor­di­nasi den­gan Sat­gas. Kemac­etan semakin parah baru mere­ka men­co­ba melakukan koor­di­nasi untuk men­gu­rai situ­asi,” jelas Iptu Kamalud­din.

Lebih lan­jut, Kamalud­din menekankan pent­ingnya koor­di­nasi sebelum melakukan peker­jaan jalan, teruta­ma di daer­ah den­gan jalan yang sem­pit. Koor­di­nasi ini diper­lukan agar Sat­gas Kap­pang dap­at men­gan­tisi­pasi dan mem­ban­tu pen­gat­u­ran arus lalu lin­tas guna mence­gah kemac­etan.

  Bercak Darah, Motor Dinas Polisi Ditemukan Warga di Kebun 

“Harus­nya peker­ja proyek berko­or­di­nasi ter­lebih dahu­lu, teruta­ma jika bek­er­ja di malam hari. Den­gan begi­tu, kita bisa cepat melakukan rekayasa lalu lin­tas dan mence­gah kemac­etan pan­jang,” tam­bah­nya.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, Kuasa Ker­jasama Opera­sion­al (KSO) PT Lam­bok Arta Gaya, Iwan Sub­han, belum mem­berikan tang­ga­pan terkait keja­di­an ini. Semen­tara itu, Sat­gas Kap­pang masih beru­paya men­gu­rai kemac­etan yang ter­ja­di.

Dalam insi­d­en ter­pisah yang juga ter­ja­di di wilayah pen­gas­palan, seo­rang pen­gen­dara motor dila­porkan men­ja­di kor­ban pemuku­lan oleh peker­ja proyek. Keja­di­an ini bermu­la keti­ka pen­gen­dara terse­but secara tidak sen­ga­ja meng­in­jak aspal yang baru diham­parkan, sehing­ga ter­ja­di pertengkaran yang beru­jung pada tin­dakan pen­ga­ni­ayaan.

  Puluhan Camp Penambang di Marisa Hanyut Diterjang Banjir Deras

Kasus ini sudah ditan­gani oleh Polsek Ban­timu­rung, namun hing­ga kini belum ada penye­le­sa­ian atau per­dama­ian antara ked­ua belah pihak. Kapolsek Ban­timu­rung, AKP. Hj Ema Rat­na AR, belum mem­berikan perny­ataan res­mi terkait insi­d­en terse­but, namun tim kami terus beru­paya menghubun­gi pihak terkait untuk men­da­p­atkan klar­i­fikasi lebih lan­jut. (Syam­sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *