Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Adat Buay Belunguh Geram, Pemkab Tanggamus Dinilai Abaikan Pemangku Tanah

405
×

Adat Buay Belunguh Geram, Pemkab Tanggamus Dinilai Abaikan Pemangku Tanah

Sebarkan artikel ini

Tangga­mus, SniperNew.id — Masyarakat Adat Mar­ga Buay Belun­guh kece­wa atas sikap Pemer­in­tah Daer­ah (Pem­da) Tangga­mus dalam menyikapi kon­flik sen­gke­ta tanah eks PT. Tangga­mus Indah.

Seba­gai ben­tuk keke­ce­waan, masyarakat Adat Mar­ga Buay Belun­guh mem­blokade tim Forkopim­da yang hen­dak mengkroscek lahan eks PT. TI yang berlokasi di Pekon Tan­jung Anom Keca­matan Kotaa­gung Timur Kabu­pat­en Tangga­mus. Rabu (29/10/2025)

  Pembangunan Drainase Desa Karangmalang Tegal Diawasi 

Alhasil, rom­bon­gan Forkopim­da harus men­gu­rungkan niat­nya terse­but.

Ket­ua Har­i­an Adat Mar­ga Buay Belun­guh Azhari Gelar Dalom Pemangku Mar­ga men­gatakan, melu­ap­nya emosi masyarakat Adat Mar­ga Buay Belun­guh lan­taran tidak dili­batkan­nya pemu­ka adat dalam musyawarah yang di lakukan oleh Pemer­in­tah setem­pat.

Seandainya pemer­in­tah mau tanah kita, akan kita musyawarahkan. Cuma pagi hari ini adat tidak di undang sehing­ga mem­bu­at kon­disi men­ja­di seper­ti ini”,

“Jadi ada apa di Pemer­in­ta­han Kabu­pat­en Tangga­mus, kok adat tidak diun­dang”, Sesal Dalom Azhari

Ikut kata Azhari, Assis­ten I bidang Pemer­in­ta­han dan BPN Tangga­mus hen­daknya meli­batkan pemangku adat dalam seti­ap musyawarah.

Kok semua di undang tapi adat tidak diun­dang, sedan­gkan adat yang pun­ya tanah.Tolonglah Pem­da Tangga­mus untuk menyikapi ini semua, dan BPN tidak per­nah men­gun­dang pemangku adat untuk bermusyawarah”, katanya.

Dis­ing­gung legal­i­tas tanah, Azhari meyakinkan bah­wa kelengka­pan surat tanah adat ter­sim­pan rapi ditan­gan tim adat.

  179 Kepling Tebing Tinggi Sah Dilantik, A-PPI Tegaskan Proses Sesuai Aturan: yang Kalah Wajib Legowo

“Pokoknya data data dari jaman Belan­da lengkap den­gan tim adat. Bahkan dulu per­nah ada pan­sus bersama anggota Dewan, kami juga per­nah sidang di pen­gadi­lan Kalian­da yang meny­atakan keme­nan­gan adat”, terang dia.

  Bukan Horor, Ini Ciamis: Makam Keramat dengan Jejak Sejarah Panjang

Lebih lan­jut Azhari men­gatakan, guna menghin­dari kon­flik yang tidak di inginkan, pihak Adat Mar­ga Buay Belun­guh sudah beber­a­pa kali melakukan audi­en­si bersama Bupati, Kapol­res dan semua Forkopim­da.

Bahkan audi­ens seru­pa juga sudah bera­pa kali dilakukan semen­jak jaman Dewi Han­dayani men­ja­bat Bupati.

“Begi­t­upun di jaman H. Saleh, maun­ya Pem­da ini tang­gap untuk men­ja­ga kon­dusi­fi­tas. Ini yang saya salahkan Pem­da, ada apa den­gan Pem­da.

“Kami sudah berkomit­men ini har­ga mati, mati pun siap untuk mem­per­ta­hankan tanah ini”, pungkas­nya.

Penulis: (Sufiyawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *