Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Ada Apa! Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan Lamban Menangani Pelaporan LSM Lidik Pro Terkait Perusahaan yang Diduga Melanggar UU

450
×

Ada Apa! Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan Lamban Menangani Pelaporan LSM Lidik Pro Terkait Perusahaan yang Diduga Melanggar UU

Sebarkan artikel ini

Maros, Snipernew. Id – Dinas Tena­ga Ker­ja dan Trans­mi­grasi Provin­si Sulawe­si Sela­tan men­da­p­at sorotan dari LSM Lidik Pro terkait lam­ban­nya penan­ganan pela­po­ran men­ge­nai dugaan pelang­garan UU Kete­na­gak­er­jaan oleh PT. Per­ma­ta Indone­sia Sejahtera dan ven­dor barun­ya, PT. Indone­sia Ok. Dugaan ini men­cakup pelang­garan upah dan jam ker­ja yang tidak sesuai den­gan atu­ran yang berlaku.

Menu­rut nara­sum­ber berin­isial (N), gaji peker­ja di J&T Express yang dip­impin oleh PT. Per­ma­ta Indone­sia Sejahtera dan ven­dor baru, PT. Indone­sia Ok, hanya sebe­sar Rp 2,8 juta per bulan den­gan jam ker­ja 12 jam. Ini jauh di bawah Upah Min­i­mum Provin­si (UMP) yang berlaku. “Sama saja, gaji pokoknya 2,8 juta, per­cuma gan­ti ven­dor kalau hasil­nya sama,” ungkap (N).

  Kades Sukadana Bagun Jalan Buntu, Rabat Beton Sarat "Korupsi"

Ket­ua Lidik Pro Maros, Ismar SH, menang­gapi keluhan terse­but den­gan tegas. “Sudah jelas PT. Per­ma­ta tidak patuh, begi­tu juga den­gan ven­dor baru PT. Indone­sia Ok. Ada undang-undang yang mere­ka lang­gar dan harus ada sanksi yang diter­i­ma,” katanya. Lidik Pro beren­cana men­ga­jukan surat res­mi ke Aparat Pene­gak Hukum (APH) agar pihak J&T dan PT. Per­ma­ta Indone­sia mem­berikan keteran­gan terkait masalah ini.

  Ikatan Alumni Sekopol Sulsel Menolak, Kepada Pemerintah Provinsi Sulsel Minta Cabut Izinnya W Super Club

Sesuai UU Kete­na­gak­er­jaan, pem­ba­yaran upah di bawah min­i­mum meru­pakan tin­dak pidana. Pasal 90 ayat 1 UU No. 13 tahun 2003 meny­atakan bah­wa pen­gusa­ha dila­rang mem­ba­yar upah lebih ren­dah dari upah min­i­mum. Pelang­garan ini dap­at dike­nai sanksi pidana pen­jara 1–4 tahun dan/atau den­da Rp 10 juta hing­ga Rp 400 juta.

Ismar men­gungkap­kan bah­wa UMK Kabu­pat­en Maros tahun 2024 dite­tap­kan sebe­sar Rp 3.434.298, meningkat 1,43% dari tahun sebelum­nya. Den­gan tingkat inflasi yang terus meningkat, biaya hidup per kapi­ta di Kabu­pat­en Maros pada tahun 2024 diperki­rakan sebe­sar Rp 1.269.794.

Menu­rut Nurya­di S.Sos., M.A.P., surat yang dilayangkan ke Dis­naker Provin­si Sulawe­si Sela­tan menye­butkan keti­dak­patuhan PT. Indo Aman Jaya Lestari (J&T Express Makas­sar) selaku klien PT. Per­ma­ta Indone­sia Sejahtera ter­hadap per­at­u­ran kete­na­gak­er­jaan. Namun, hing­ga kini Dis­naker Provin­si belum mengam­bil tin­dakan tegas.

  Geger Penemuan Orok Bayi di Saluran Drainase Dusun Baramamase, Warga Heboh

Saat dikon­fir­masi, Kepala Dis­naker Provin­si Sulawe­si Sela­tan memil­ih bungkam dan tidak mem­berikan tang­ga­pan. Ismar pun mem­per­tanyakan men­ga­pa Dis­naker Provin­si lam­ban menan­gani kasus ini, pada­hal Dinas Penana­man Modal dan Pelayanan Ter­padu Satu Pin­tu ser­ta Kete­na­gak­er­jaan Kabu­pat­en Maros sudah serius menin­dak­lan­ju­ti pela­po­ran terse­but.

Rah­man dari Dis­naker Provin­si Sulawe­si Sela­tan, yang ditu­gaskan menan­gani pela­po­ran Lidik Pro, meny­atakan bah­wa PT. Per­ma­ta Indone­sia Sejahtera tidak men­er­ap­kan per­jan­jian kemi­traan yang benar kepa­da peker­ja. “Pros­es hukum tetap ber­jalan sam­pai perusa­haan berse­dia melak­sanakan keten­tu­an nor­ma kete­na­gak­er­jaan,” tegas­nya. J&T seba­gai pihak peng­gu­na juga diang­gap tidak selek­tif dalam memil­ih ven­dor yang memenuhi syarat kete­na­gak­er­jaan, hanya mement­ingkan aspek bis­nis sema­ta.

(M.Firdaus.B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *