Berita Lowongan Kerja

Lowongan Kerja Sopir dan Kernet SPX Express Ramai Diperbincangkan, Benarkah Resmi?

708
×

Lowongan Kerja Sopir dan Kernet SPX Express Ramai Diperbincangkan, Benarkah Resmi?

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, 4 Okto­ber 2025 – Belakan­gan ini, masyarakat Indone­sia dihe­bohkan den­gan beredarnya infor­masi men­ge­nai lowon­gan ker­ja ter­baru yang men­gatas­na­makan perusa­haan eks­pe­disi SPX Express. Infor­masi terse­but terse­bar melalui media sosial Threads pada akun informasiupdate__ dan lokerterbaru2025 yang memu­at detail gaji ser­ta fasil­i­tas yang ditawarkan bagi calon sopir dan ker­net, Sab­tu (04/10/2025).

Dalam ung­ga­han­nya, akun terse­but menuliskan bah­wa gaji sopir men­ca­pai Rp5.500.000 per bulan, semen­tara gaji ker­net sebe­sar Rp3.000.000 per bulan. Selain itu, dise­butkan pula adanya tun­jan­gan tam­ba­han beru­pa uang makan, uang bensin, hing­ga uang jalan untuk kebu­tuhan rokok atau ngopi sebe­sar Rp100.000.

Lebih lan­jut, syarat pen­didikan tidak dijadikan pri­or­i­tas uta­ma. Dalam keteran­gan dise­butkan bah­wa “ijazah tidak diu­ta­makan”, sehing­ga pelu­ang ter­bu­ka luas bagi sia­pa pun yang bermi­nat, baik pria maupun wani­ta, den­gan catatan rajin dan giat bek­er­ja. Pen­em­patan juga dise­butkan akan menye­suaikan den­gan domisili pela­mar.

Ung­ga­han terse­but men­u­ai banyak tang­ga­pan dari war­ganet. Sejum­lah komen­tar mem­per­li­hatkan antu­si­asme masyarakat untuk mendaf­tar, namun tidak sedik­it juga yang mem­per­tanyakan keaslian infor­masi itu.

Salah satu akun den­gan nama @toharja_01 menuliskan, “Cek kebe­naran­nya,” yang menun­jukkan adanya ker­aguan terkait valid­i­tas pengu­mu­man lowon­gan ker­ja terse­but.

Akun lain berna­ma @petualang9122 menam­bahkan, “Buka bio nya kok susah ya,” meny­ing­gung kesuli­tan men­gak­ses tau­tan pendaf­taran yang diarahkan melalui link di pro­fil akun.

Semen­tara itu, peng­gu­na lain tam­pak serius menanyakan pelu­ang ker­ja berdasarkan domisili. Seo­rang war­ganet berna­ma @irpansyahputra482 menuliskan, “Domisili Medan Sumat­era Utara,” seakan ingin memas­tikan apakah pelu­ang terse­but juga berlaku di daer­ah Medan. Komen­tar seru­pa datang dari @sopisipian88 yang bertanya, “Domisili Garut ada gak pak?”

Ada pula komen­tar @budiono7659 yang men­gatakan, “Saya juga mau, dari pada di rumah terus jenuh, ada kegiatan,” menan­dakan seman­gat seba­gian masyarakat yang ingin segera men­da­p­at peker­jaan.

SPX Express dike­nal seba­gai salah satu perusa­haan jasa eks­pe­disi dan logis­tik di Indone­sia yang memi­li­ki jaringan cukup luas. Perusa­haan ini ser­ing bek­er­ja sama den­gan berba­gai plat­form e‑commerce besar dalam men­gan­tarkan barang pesanan kon­sumen.

Namun, terkait kebe­naran infor­masi lowon­gan ker­ja yang terse­bar di Threads terse­but, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak SPX Express. Hal ini memu­nculkan per­tanyaan di kalan­gan pen­cari ker­ja: apakah pengu­mu­man ini benar-benar dikelu­arkan oleh perusa­haan, atau jus­tru hanya oknum yang men­co­ba meman­faatkan nama besar perusa­haan eks­pe­disi untuk menarik per­ha­t­ian pub­lik.

Ada beber­a­pa alasan men­ga­pa infor­masi lowon­gan ker­ja ini den­gan cepat menye­bar dan ramai diperbin­cangkan:

1. Nom­i­nal gaji yang men­jan­jikan.
Gaji sopir yang ditawarkan Rp5,5 juta per bulan dan ker­net Rp3 juta per bulan diang­gap cukup ting­gi, teruta­ma untuk peker­jaan yang tidak men­syaratkan latar belakang pen­didikan ter­ten­tu.

2. Ijazah tidak diu­ta­makan.
Banyak masyarakat yang tidak memi­li­ki ijazah SMA atau per­gu­ru­an ting­gi merasa memi­li­ki kesem­patan lebih besar untuk mela­mar peker­jaan terse­but.

3. Pen­em­patan sesuai domisili.
Jan­ji pen­em­patan ker­ja yang tidak harus pin­dah ke kota lain men­ja­di daya tarik tersendiri, kare­na seba­gian besar pen­cari ker­ja lebih nya­man bek­er­ja dekat den­gan kelu­ar­ga dan rumah.

4. Fasil­i­tas tam­ba­han.
Dise­butkan adanya tun­jan­gan uang makan, bensin, dan uang jalan rokok/ngopi sebe­sar Rp100 ribu. Mes­ki terke­san seder­hana, tam­ba­han fasil­i­tas ini menam­bah nilai lebih bagi pela­mar ker­ja.

5. Kon­disi pasar ker­ja.
Di ten­gah per­sain­gan dunia ker­ja yang ketat dan ter­batas­nya lapan­gan peker­jaan, infor­masi lowon­gan yang ter­li­hat ringan per­syaratan namun menawarkan gaji layak lang­sung memicu minat banyak orang.

Namun, sejum­lah tan­da patut dicer­mati lebih lan­jut. Pengu­mu­man terse­but diarahkan melalui tau­tan di bio pro­fil akun media sosial, bukan lewat kanal res­mi perusa­haan, mis­al­nya situs web atau akun res­mi SPX Express.

Selain itu, beber­a­pa komen­tar war­ganet juga men­geluhkan kesuli­tan men­gak­ses link pendaf­taran, yang bisa men­ja­di indikasi adanya poten­si penyalah­gu­naan data.

Prak­tik penipuan berke­dok lowon­gan ker­ja bukan­lah hal baru di Indone­sia. Banyak oknum yang meng­gu­nakan nama perusa­haan besar untuk menarik minat pen­cari ker­ja, kemu­di­an mem­inta biaya admin­is­trasi, pelati­han, atau ako­modasi yang beru­jung merugikan pela­mar.

Untuk menghin­dari risiko penipuan, ada beber­a­pa langkah yang bisa dilakukan masyarakat:

1. Cek kanal res­mi perusa­haan.
Pastikan infor­masi lowon­gan muncul di situs res­mi atau akun media sosial ter­ver­i­fikasi milik SPX Express.

2. Hubun­gi layanan pelang­gan.
Masyarakat bisa menanyakan lang­sung ke cus­tomer ser­vice SPX Express men­ge­nai keaslian lowon­gan terse­but.

3. Was­pa­da biaya tam­ba­han.
Hati-hati jika ada per­mintaan biaya admin­is­trasi, pelati­han, atau sejenis­nya, kare­na umum­nya rekrut­men res­mi tidak memu­ngut biaya dari pela­mar.

4. Cari infor­masi dari sum­ber lain.
Man­faatkan media mas­sa atau por­tal beri­ta ter­per­caya untuk memver­i­fikasi kebe­naran lowon­gan ker­ja yang beredar di media sosial.

Menu­rut pakar kete­na­gak­er­jaan dari sebuah uni­ver­si­tas negeri, fenom­e­na seper­ti ini mencer­minkan dua hal: tingginya kebu­tuhan ker­ja masyarakat dan lemah­nya lit­erasi dig­i­tal.

“Banyak orang mudah per­caya pada infor­masi lowon­gan ker­ja tan­pa memver­i­fikasi kebe­naran­nya. Apala­gi jika dis­er­tai iming-iming gaji besar dan syarat mudah,” ujarnya.

Ia mene­gaskan pent­ingnya edukasi kepa­da masyarakat agar tidak mudah tergiur den­gan tawaran peker­jaan yang tidak jelas sum­bernya. “Kita harus selalu mengin­gat bah­wa perusa­haan besar biasanya memi­li­ki prose­dur rekrut­men yang ketat dan res­mi. Jadi, masyarakat harus lebih kri­tis,” tam­bah­nya.

Ter­lepas dari kon­tro­ver­si yang ada, ung­ga­han ini seti­daknya mencer­minkan hara­pan besar para pen­cari ker­ja. Banyak orang yang rela berko­men­tar, bertanya, bahkan men­co­ba mendaf­tar mes­ki link sulit diak­ses.

Hal ini mene­gaskan bah­wa kebu­tuhan akan lapan­gan ker­ja layak di Indone­sia masih san­gat ting­gi, teruta­ma bagi masyarakat den­gan latar belakang pen­didikan menen­gah ke bawah.

Infor­masi lowon­gan ker­ja sopir dan ker­net SPX Express yang viral di Threads menarik per­ha­t­ian banyak orang. Den­gan gaji yang men­jan­jikan, syarat mudah, ser­ta pen­em­patan sesuai domisili, wajar jika ung­ga­han ini men­u­ai antu­si­asme pub­lik.

Namun, kare­na belum ada klar­i­fikasi res­mi dari pihak SPX Express, masyarakat diim­bau untuk tetap berhati-hati dan memver­i­fikasi kebe­naran seti­ap infor­masi lowon­gan ker­ja sebelum men­ga­jukan lama­ran.

Pent­ing bagi semua pihak, baik pemer­in­tah, perusa­haan, maupun media, untuk terus meningkatkan lit­erasi dig­i­tal masyarakat agar tidak ter­je­bak pada prak­tik penipuan yang merugikan. (Ahm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *