Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Lifestyle

Sembilan Bulan Jalan Kaki ke Mekkah, Hendy Cium Hajar Aswad dan Titipkan Doa Netizen

676
×

Sembilan Bulan Jalan Kaki ke Mekkah, Hendy Cium Hajar Aswad dan Titipkan Doa Netizen

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Per­jalanan spir­i­tu­al luar biasa datang dari seo­rang pemu­da asal Tangerang berna­ma Hendy, yang berhasil menarik per­ha­t­ian war­ganet sete­lah dirinya tiba di Mekkah den­gan ber­jalan kaki sela­ma 9 bulan. Per­juan­gan­nya yang penuh tekad itu bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk ribuan neti­zen yang telah meni­tip­kan doa-doa kepa­da dirinya.

Kisah inspi­ratif ini per­ta­ma kali dibagikan oleh akun media sosial folkkono­ha, yang menulis:

“Sete­lah men­em­puh per­jalanan sela­ma 9 bulan den­gan ber­jalan kaki dari Tangerang ke Mekkah, Hendy akhirnya berhasil men­ci­um Hajar Aswad.”

Tidak hanya itu, dalam ung­ga­han terse­but juga dise­butkan bah­wa Hendy mem­bawa ser­ta doa-doa dari para neti­zen sela­ma per­jalanan­nya.

“Buat yang titip doa, insyaAl­lah sudah saya sam­paikan,” ucap Hendy den­gan mata berka­ca-kaca di depan Ka’bah.

Postin­gan ini lang­sung menarik per­ha­t­ian pub­lik den­gan 31.677 tayan­gan, 1.500 lebih suka, dan puluhan komen­tar neti­zen yang penuh doa, haru, hing­ga rasa penasaran.

  Erick Thohir Apresiasi Ibu Indonesia dan Atlet Perempuan

Dalam foto dan video yang dibagikan, tam­pak Hendy men­ge­nakan paka­ian ihram den­gan wajah penuh haru di depan Ka’bah. Di antara keru­mu­nan jamaah, ia tam­pak mere­nung dalam diam, seo­lah sedang menyam­paikan pesan-pesan yang telah diti­tip­kan padanya.

Salah satu ung­ga­han mem­per­li­hatkan tulisan yang menggam­barkan keberhasilannya:“Setelah 9 Bulan Jalan Kaki, Hendy Pemu­da Tangerang akhirnya cium Hajar Aswad, juga titip Doa Neti­zen.”

Ban­jir komen­tar dari neti­zen pun mewar­nai ung­ga­han ini. Banyak yang menyam­paikan rasa syukur, meni­tip­kan doa, hing­ga mem­inta klar­i­fikasi ten­tang bagaimana Hendy bisa benar-benar ber­jalan kaki dari Indone­sia ke Arab Sau­di.

Neti­zen den­gan akun @susiana1208 menulis:“Tolong titip­kan doa untuk negeri Indone­sia ter­cin­ta ini agar Allah melem­butkan hati para pemimpin negara ini untuk bera­da bersama raky­at dan doakan juga untuk kemerdekaan Palesti­na.”

Ada juga per­mintaan prib­a­di seper­ti yang dis­am­paikan akun @multaqiachmad. “Alham­dulil­lah Mas Hendy sudah sam­pai Masjidil Haram. Mohon doanya untuk anak saya, J Abdul Fatah, agar rajin sholat ber­ja­maah, rajin muro­jaah, dan jadi anak sholeh.”

 

Namun tak sedik­it juga yang mem­per­tanyakan keaslian per­jalanan­nya. Seper­ti komen­tar akun @aja.wiwik:“Doi jalan kaki 9 bulanan nyam­pai. Naik mobil/truk bisa kali yaa 4–5 bulan nan nyampe..”

Ragam Reak­si: Antara Kek­agu­man dan Skep­ti­sisme

Selain apre­si­asi dan hara­pan, beber­a­pa neti­zen menyam­paikan per­tanyaan kri­tis ten­tang detail per­jalanan Hendy. Salah sat­un­ya datang dari akun @bagusatnthaa yang bertanya. “Wait jalan kaki? Berar­ti dia nye­berang dari Indo ke Sin­ga­pu­ra atau ke negara lain lewatin laut juga jalan kaki?”

  Teknik Bertahan di Hutan yang Dianggap Sepele, Namun Bisa Selamatkan Nyawa

Komen­tar terse­but menun­jukkan masih ada seba­gian pub­lik yang penasaran ten­tang bagaimana tek­nis per­jalanan­nya, mengin­gat Indone­sia dan Arab Sau­di dip­isahkan oleh lau­tan luas dan berba­gai batas negara.

Ada pula komen­tar sinis seper­ti yang dit­ulis akun @cepicipoi:

“Hajar Aswad itu kan cuma sebuah batu mete­orit, buat apa dici­um?”

Namun komen­tar itu lang­sung ter­im­ban­gi oleh pujian seper­ti dari akun @kingfinic:“Sudah per­nah ada sebelum dia… tapi mas ini pal­ing glow­ing diband­ing yang sudah-sudah. Barakallah… sung­guh mem­o­ti­vasi.”

Tra­disi Titip Doa: Hal Baru bagi Seba­gian Orang

Fenom­e­na Hendy juga mem­bu­ka diskusi ten­tang prak­tik meni­tip doa kepa­da sese­o­rang yang per­gi ke tanah suci. Beber­a­pa neti­zen men­gaku baru tahu bah­wa hal seper­ti itu diper­bolehkan.

Akun @itsdiah90 menulis: “Emang doa boleh nitip ya? Baru tau.”

Namun banyak pula yang merasa ter­ban­tu kare­na bisa menyam­paikan doa lewat Hendy, walau mere­ka sendiri belum bisa berangkat ke Mekkah. Seper­ti yang dit­ulis oleh akun @bsupriyantini: “Makasi mas Hendy. Doakan aku bisa haji dan umroh. Syukur dap­at panger­an Arab. Maap uty udah tua. Bye. Salam sehat.”

  Unggahan Twitter Tanyakan Kebiasaan Pagi Pengguna Media Sosial

Kisah Hendy menggam­barkan bagaimana media sosial saat ini bukan hanya jadi tem­pat hibu­ran atau sen­sasi, tapi juga ruang untuk menye­barkan seman­gat spir­i­tu­al dan inspi­rasi hidup. Per­jalanan­nya men­ja­di sim­bol kesung­guhan, keteku­nan, dan ben­tuk cin­ta seo­rang ham­ba ter­hadap Tuhan­nya.

Meskipun masih ada yang mer­agukan detail tek­nis per­jalanan­nya, tidak bisa dipungkiri bah­wa aksi Hendy telah menyen­tuh banyak hati.

Seo­rang peng­gu­na berna­ma @orry.orry menyam­paikan hara­pan den­gan penuh emosi: “Doakan saya agar bisa sam­pai juga ke tanah suci Makkah. Amin. – Syofiyan Saori dari Pekan­baru RIAU.”

 

Apa pun pen­da­p­at orang ten­tang kisah ini antara kagum, skep­tis, atau terin­spi­rasi Hendy telah menun­jukkan bah­wa batas kemam­puan manu­sia bisa diter­o­bos keti­ka iman dan tekad men­ja­di bahan bakarnya. Jalan kaki 9 bulan dari Tangerang ke Mekkah bukan sekadar per­jalanan fisik, tapi per­jalanan jiwa yang mem­bawa doa, hara­pan, dan cin­ta dari banyak orang.

Di akhir per­jalanan pan­jangnya, Hendy hanya berka­ta singkat: “Buat yang titip doa, insyaAl­lah sudah saya sam­paikan.”

Sebuah kali­mat yang mungkin ter­den­gar ringan, namun penuh mak­na bagi ribuan neti­zen yang meni­tip­kan hara­pan­nya ke tanah suci melalui langkah-langkah kakinya.

 

Sum­ber:
Threads @folkkonoha, video dan komen­tar neti­zen (5 Agus­tus 2025).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *