Berita Ekonomi

Pringsewu Genjot Produksi Padi dan Jagung 2025, UMKM Juga Didorong Naik Kelas

958
×

Pringsewu Genjot Produksi Padi dan Jagung 2025, UMKM Juga Didorong Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pringsewu menar­getkan pro­duk­si jagung tahun 2025 sebe­sar 48.899 ton, naik sig­nifikan diband­ing capa­ian tahun 2024 yang men­ca­pai 42.073 ton, dan tahun 2023 sebe­sar 37.301 ton. Tar­get ambi­sius ini tidak hanya men­ja­di angka di atas ker­tas, melainkan wujud tekad bersama untuk meningkatkan kese­jahter­aan petani sekali­gus mem­perku­at keta­hanan pan­gan daer­ah.

Hal terse­but dis­am­paikan Bupati Pringsewu, Riyan­to Pamungkas, saat acara Launch­ing Petani Mitra Adhyak­sa (PMA) Pilot Project Penana­man Jagung di Musim Kema­rau dan UMKM Mitra Adhyak­sa (UMA) di Pekon Eng­gal­re­jo, Keca­matan Adiluwih, Rabu (13/8/2025).

“Keca­matan Adiluwih memi­li­ki luas lahan jagung sek­i­tar 2.500 hek­tare. Ini poten­si besar yang harus diop­ti­malkan. Namun, pada musim tanam keti­ga ini, kita harus men­gan­tisi­pasi berba­gai tan­ta­n­gan seper­ti keterse­di­aan air, poten­si seran­gan hama, penyak­it tana­man, ser­ta keter­batasan akses per­tan­ian,” ujarnya.

Selain jagung, Pemkab Pringsewu juga menar­getkan luas tanam padi men­ca­pai 25.851 hek­tare den­gan tar­get pro­duk­si sebe­sar 151.146 ton gabah ker­ing giling pada tahun 2025. Tar­get ini akan ditopang oleh pro­gram Ger­akan Listrik Masuk Sawah (Gelisah) yang dihara­p­kan mam­pu mem­ban­tu petani men­g­op­erasikan sumur bor secara opti­mal.

  Rujak Bebeg dan Petisan Hadir 24 Jam di Pringsewu, Bisa Dipesan via GoFood dan GrabFood

Namun, Riyan­to men­gakui bah­wa pro­gram Gelisah masih meng­hadapi sejum­lah kendala tek­nis, seper­ti tegan­gan listrik ren­dah dan belum mer­atanya jaringan listrik yang men­jangkau selu­ruh lahan per­tan­ian.

“Kami sudah berko­or­di­nasi den­gan pihak PLN. Hara­pan kami, kejak­saan dap­at mem­fasil­i­tasi per­cepatan usu­lan penam­ba­han gar­du trafo dan jaringan listrik demi kelan­car­an pro­gram ini,” katanya.

Bupati Riyan­to mene­gaskan bah­wa Lam­pung meru­pakan salah satu provin­si ung­gu­lan Indone­sia di sek­tor per­tan­ian, teruta­ma padi dan jagung. Ked­ua komod­i­tas ini berper­an pent­ing dalam men­ja­ga pasokan pan­gan nasion­al.

“Pro­duk­si padi dan jagung Lam­pung mem­berikan kon­tribusi sig­nifikan ter­hadap keta­hanan pan­gan Indone­sia. Kare­na itu, Pringsewu harus mam­pu mem­per­ta­hankan dan meningkatkan pro­duk­tiv­i­tas­nya,” tegas­nya.

Tak hanya sek­tor per­tan­ian, Pemkab Pringsewu juga serius meng­garap pem­ber­dayaan Usa­ha Mikro, Kecil, dan Menen­gah (UMKM). Riyan­to menye­but, UMKM adalah tulang pung­gung perekono­mi­an daer­ah, namun masih banyak pelaku usa­ha yang meng­hadapi kendala legal­i­tas dan admin­is­trasi.

Melalui pro­gram UMKM Mitra Adhyak­sa (UMA) yang diga­gas Kejak­saan Negeri Pringsewu, pemer­in­tah daer­ah merasa san­gat ter­ban­tu. Pro­gram ini dini­lai men­ja­di solusi konkret dalam mewu­jud­kan visi pem­ban­gu­nan inklusif, ber­daya saing, dan berba­sis ekono­mi ker­aky­atan.

“Sin­er­gi­tas antara pemer­in­tah daer­ah dan kejak­saan mem­buahkan hasil nya­ta. Saat ini, sek­i­tar 100 pelaku UMKM telah men­da­p­at pen­dampin­gan per­iz­inan, mulai dari Nomor Induk Berusa­ha (NIB), ser­ti­fikasi kea­manan pan­gan, hing­ga PIRT,” kata Riyan­to.

  Bengkel Pertamina Enduro Express Hadir di Dompu, Tawarkan Layanan Cepat Bersertifikasi Global

Ia mene­gaskan, legal­i­tas usa­ha meru­pakan pon­dasi pent­ing bagi UMKM agar dap­at berkem­bang, men­em­bus pasar yang lebih luas, dan meningkatkan daya saing.

Riyan­to menyadari bah­wa tar­get pen­ingkatan pro­duk­si per­tan­ian dan pen­guatan UMKM bukan­lah tugas yang ringan. Tan­ta­n­gan seper­ti peruba­han iklim, fluk­tu­asi har­ga komod­i­tas, keter­batasan infra­struk­tur, dan lit­erasi usa­ha masyarakat masih men­ja­di peker­jaan rumah bersama.

“Namun den­gan sin­er­gi lin­tas sek­tor, baik pemer­in­tah, kejak­saan, PLN, maupun masyarakat, saya opti­mistis tar­get ini bisa kita capai. Ini bukan hanya ten­tang angka pro­duk­si, tetapi ten­tang kese­jahter­aan war­ga Pringsewu,” ujarnya.

Acara launch­ing PMA dan UMA ini turut dihadiri Kepala Kejak­saan Ting­gi (Kajati) Lam­pung Danang Suryo, jajaran Forkopim­da Pringsewu, perangkat daer­ah, tokoh masyarakat, ser­ta per­wak­i­lan petani dan pelaku UMKM. Kehadi­ran mere­ka men­ja­di buk­ti dukun­gan penuh ter­hadap pro­gram yang dijalankan.

Kajati Lam­pung dalam sambu­tan­nya mene­gaskan bah­wa kejak­saan tidak hanya men­jalankan fungsi pene­gakan hukum, tetapi juga berper­an dalam men­dukung pem­ban­gu­nan ekono­mi masyarakat melalui pen­dampin­gan hukum dan fasil­i­tasi admin­is­trasi usa­ha.

“Kami ingin hadir untuk mem­ban­tu, bukan hanya dalam penin­dakan, tetapi juga pence­ga­han dan pem­ber­dayaan. Pen­dampin­gan ini agar para pelaku usa­ha dan petani merasa aman, legal, dan pun­ya akses yang lebih luas,” kata Danang Suryo.

  Mi Ayam Sehat: Sensasi Lezat, Solusi Sehat dalam Gaya Hidup Modern

Men­dorong Pro­duk­si Berke­lan­ju­tan

Riyan­to menekankan bah­wa pen­ingkatan pro­duk­si per­tan­ian harus dilakukan secara berke­lan­ju­tan, den­gan mem­per­hatikan aspek lingkun­gan dan teknolo­gi tepat guna. Pemkab Pringsewu men­dorong petani untuk meman­faatkan vari­etas ung­gul, teknik budi­daya mod­ern, dan memak­si­malkan per­an kelom­pok tani.

“Kita ingin petani tidak hanya menge­jar hasil, tetapi juga men­ja­ga kual­i­tas tanah dan kelestar­i­an lingkun­gan. Per­tan­ian berke­lan­ju­tan ini pent­ing agar gen­erasi men­datang tetap memi­li­ki lahan yang pro­duk­tif,” ucap­nya.

Bupati juga meli­hat poten­si besar dalam meng­in­te­grasikan sek­tor per­tan­ian den­gan UMKM. Hasil panen padi dan jagung, mis­al­nya, bisa dio­lah men­ja­di pro­duk turunan berni­lai tam­bah seper­ti pakan ter­nak, makanan ola­han, atau pro­duk kre­atif lain­nya yang dap­at dipasarkan lebih luas.

“Den­gan legal­i­tas yang kuat, UMKM kita bisa masuk ke mar­ket­place nasion­al bahkan ekspor. Ini akan mem­perku­at ekono­mi daer­ah sekali­gus mem­bu­ka lapan­gan ker­ja baru,” jelas­nya.

Den­gan tar­get ambi­sius di sek­tor per­tan­ian dan langkah konkret dalam pen­guatan UMKM, Kabu­pat­en Pringsewu mema­su­ki tahun 2025 den­gan opti­misme ting­gi. Dukun­gan lin­tas sek­tor dihara­p­kan mam­pu men­jawab berba­gai tan­ta­n­gan, sehing­ga visi daer­ah yang maju, ber­daya saing, dan sejahtera dap­at ter­wu­jud.

“Semua ini butuh ker­ja sama dan komit­men bersama. Petani, pelaku UMKM, pemer­in­tah, dan selu­ruh ele­men masyarakat harus sal­ing men­dukung. Insyaal­lah, jika kita bersatu, hasil­nya akan kita nikmati bersama,” tut­up Riyan­to. (Kur­sali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *