Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Oknum Polisi Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Mahasiswa

354
×

Oknum Polisi Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Media sosial kem­bali dihe­bohkan den­gan beredarnya sebuah video amatir yang mem­per­li­hatkan dugaan tin­dakan kek­erasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian ter­hadap seo­rang maha­siswa. Video terse­but diung­gah melalui akun Face­book berna­ma Raman Kris­na pada Rabu (28/8/2025), dan dalam hitun­gan jam lang­sung men­u­ai reak­si keras dari war­ganet.

Dalam video berdurasi singkat itu, ter­li­hat dua orang oknum polisi berpaka­ian dinas lapan­gan. Salah sat­un­ya tam­pak memegang bagian leher seo­rang pemu­da yang dise­but-sebut maha­siswa, semen­tara seo­rang oknum lain­nya ter­li­hat melayangkan puku­lan ke arah tubuh maha­siswa terse­but. Situ­asi itu diduga ter­ja­di di area ter­bu­ka den­gan keber­adaan sejum­lah ten­da ser­ta keru­mu­nan orang.

Reka­man terse­but son­tak memanc­ing ama­rah war­ganet. Beragam komen­tar berna­da kri­tik hing­ga keca­man mem­ban­jiri ung­ga­han itu. Beber­a­pa di antaranya menun­tut agar tin­dakan aparat yang terekam dalam video segera diusut tun­tas, semen­tara seba­gian lain­nya mem­inta masyarakat untuk menye­bar­lu­askan video terse­but agar men­da­p­at per­ha­t­ian dari pimp­inan kepolisian.

Peri­s­ti­wa yang men­ja­di sorotan pub­lik adalah adanya dugaan tin­dak kek­erasan fisik oleh aparat kepolisian ter­hadap seo­rang maha­siswa. Tin­dakan itu terekam kam­era war­ga dan kemu­di­an diung­gah ke media sosial. Dalam reka­man, tam­pak jelas salah seo­rang aparat memukul maha­siswa semen­tara rekan­nya yang lain memegang bagian leher kor­ban.

Keja­di­an ini dise­but-sebut berlang­sung pada sebuah aksi unjuk rasa maha­siswa di wilayah Sumat­era, mes­ki hing­ga kini lokasi pasti dan kro­nolo­gi lengkap belum dap­at dipastikan. Fak­ta yang dap­at diper­tang­gung­jawabkan adalah adanya reka­man yang mem­per­li­hatkan inter­ak­si fisik aparat ter­hadap war­ga sip­il yang dise­but maha­siswa.

  Kebakaran Belukar Dekat UiTM Puncak Perdana, Asap Tebal Selubungi Langit

Pihak-pihak yang tam­pak dalam video adalah dua oknum polisi berser­agam dinas lapan­gan den­gan rompi berwar­na gelap bertuliskan Polisi, ser­ta seo­rang pemu­da yang dise­but war­ganet seba­gai maha­siswa.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, iden­ti­tas aparat maupun maha­siswa dalam video terse­but belum terkon­fir­masi secara res­mi. Pihak kepolisian juga belum men­gelu­arkan keteran­gan res­mi terkait sia­pa anggota yang terekam, di kesat­u­an mana mere­ka bertu­gas, ser­ta sia­pa kor­ban yang diduga diper­lakukan kasar terse­but.

Namun demikian, ung­ga­han yang ramai diperbin­cangkan di media sosial memu­nculkan speku­lasi dan tun­tu­tan agar pimp­inan Pol­ri segera menin­dak­lan­ju­ti keja­di­an ini.

Berdasarkan infor­masi yang beredar, peri­s­ti­wa itu diduga ter­ja­di pada akhir Agus­tus 2025. Video terse­but diung­gah ke Face­book oleh akun berna­ma Raman Kris­na pada Rabu, 28 Agus­tus 2025 pukul sek­i­tar 00.00 WIB, dan dalam wak­tu kurang dari sem­bi­lan jam telah men­u­ai puluhan komen­tar ser­ta dibagikan lebih dari sepu­luh kali.

Belum ada kepas­t­ian men­ge­nai wak­tu keja­di­an sebe­narnya, kare­na ung­ga­han itu hanya mem­per­li­hatkan reka­man tan­pa keteran­gan tang­gal dan jam spe­si­fik.

Lokasi per­sis keja­di­an belum dipastikan. Dalam video, ter­li­hat suasana di area ter­bu­ka den­gan latar belakang ten­da putih, pepo­ho­nan, ser­ta sejum­lah orang yang bera­da di sek­i­tar lokasi. Beber­a­pa war­ganet dalam kolom komen­tar men­duga keja­di­an itu berlang­sung di sek­i­tar kawasan unjuk rasa maha­siswa di salah satu kota besar di Sumat­era.

Namun, tan­pa keteran­gan res­mi dari pihak berwe­nang, lokasi keja­di­an belum dap­at dipub­likasikan secara pasti. Prin­sip kehati-hat­ian dalam pem­ber­i­taan harus dijun­jung ting­gi agar tidak menim­bulkan kesalah­pa­haman pub­lik.

Hing­ga kini belum dike­tahui secara pasti alasan di balik tin­dakan aparat yang terekam dalam video terse­but. Beber­a­pa dugaan menye­butkan peri­s­ti­wa itu berkai­tan den­gan upaya pem­bubaran aksi unjuk rasa maha­siswa. Namun dugaan ini masih per­lu ver­i­fikasi lebih lan­jut dari aparat kepolisian dan pihak terkait.

  Aksi Unjuk Rasa di Pandeglang Warnai Protes dengan Kotoran Sapi

Dalam per­spek­tif hukum dan hak asasi manu­sia, tin­dakan kek­erasan oleh aparat ter­hadap war­ga sip­il, apala­gi maha­siswa yang ten­gah menyam­paikan aspi­rasi, meru­pakan hal yang tidak dap­at dibenarkan. Pasal 28G UUD 1945 meny­atakan seti­ap orang berhak atas per­lin­dun­gan diri prib­a­di, kelu­ar­ga, kehor­matan, marta­bat, ser­ta rasa aman dari anca­man ketaku­tan. Selain itu, aparat kepolisian memi­li­ki kewa­jiban untuk mengede­pankan asas pro­fe­sion­al­isme dan peng­hor­matan ter­hadap HAM.

Video amatir yang beredar mem­per­li­hatkan dua oknum polisi sedang menga­mankan seo­rang pemu­da. Salah seo­rang polisi memegang leher kor­ban, semen­tara polisi lain­nya tam­pak memukul. Situ­asi ter­li­hat tegang mes­ki tidak ter­den­gar jelas suara per­caka­pan dalam reka­man.

Sete­lah video terse­but viral, pub­lik lang­sung menaruh per­ha­t­ian. War­ganet menuliskan komen­tar berna­da protes, antara lain:

“Gila sihh,” tulis akun Nur Lina.

“Kir­im video nya ke Kapol­ri,” tulis Alfud Lubis.

“Hewan aja nda gitu gob­lok,” tam­bah akun Ncuhi Karom­bo.

“Polisi biadab,” komen­tar Daeng Agus Abdul­lah.

Berba­gai komen­tar itu menggam­barkan keke­ce­waan masyarakat ter­hadap tin­dakan aparat yang dini­lai tidak pan­tas.

Gelom­bang reak­si keras muncul di media sosial. Banyak yang menun­tut agar kepolisian menin­dak tegas oknum aparat yang melakukan kek­erasan. Seba­gian war­ganet juga men­dorong agar video terse­but men­ja­di viral agar pihak Kapol­ri dan lem­ba­ga berwe­nang segera menge­tahui dan mem­pros­es kasus­nya.

Tun­tu­tan pub­lik ini sejalan den­gan prin­sip demokrasi yang men­jun­jung ting­gi kebe­basan berpen­da­p­at ser­ta hak war­ga negara untuk men­da­p­at per­lakuan yang adil di hada­pan hukum.

Menu­rut Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 ten­tang Kepolisian Negara Repub­lik Indone­sia, polisi memi­li­ki tugas pokok untuk memeli­hara kea­manan, mene­gakkan hukum, ser­ta mem­berikan per­lin­dun­gan dan pelayanan kepa­da masyarakat. Kek­erasan fisik yang dilakukan aparat ter­hadap war­ga sip­il, tan­pa prose­dur yang sah, berpoten­si melang­gar prin­sip hukum dan hak asasi manu­sia.

  Tak Disangka Dua Nyawa Melayang, Lantaran Usai Motor Tabrak Truk di Sungai Ambawang

Dalam Kode Etik Pro­fe­si Pol­ri, dise­butkan bah­wa seti­ap anggota kepolisian wajib men­jun­jung ting­gi kehor­matan prib­a­di dan insti­tusi den­gan bersikap pro­fe­sion­al, adil, dan huma­n­is. Jika benar peri­s­ti­wa dalam video itu ter­ja­di seba­gaimana yang ter­li­hat, maka tin­dakan terse­but jelas berten­tan­gan den­gan kode etik.

Dari per­spek­tif jur­nal­is­tik, pem­ber­i­taan ini dis­usun berdasarkan asas praduga tak bersalah. Iden­ti­tas aparat maupun maha­siswa tidak dise­butkan secara detail sebelum ada keteran­gan res­mi. Semua infor­masi dis­ajikan berdasarkan fak­ta visu­al dari video yang sudah beredar luas, dita­m­bah den­gan reak­si masyarakat di media sosial.

Pub­lik menun­tut adanya transparan­si dari pihak kepolisian untuk men­gusut dugaan pelang­garan terse­but. Transparan­si san­gat pent­ing untuk men­ja­ga keper­cayaan masyarakat ter­hadap insti­tusi pene­gak hukum.

Jika memang ter­buk­ti ada pelang­garan, oknum aparat harus dike­nakan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Seba­liknya, jika reka­man video memi­li­ki kon­teks lain yang berbe­da dari asum­si pub­lik, pihak kepolisian berke­wa­jiban mem­berikan pen­je­lasan ter­bu­ka kepa­da masyarakat.

Video viral dugaan pemuku­lan maha­siswa oleh oknum polisi menam­bah daf­tar pan­jang per­soalan kek­erasan aparat ter­hadap war­ga sip­il. Peri­s­ti­wa ini mem­per­li­hatkan beta­pa pent­ingnya pen­gawasan pub­lik ter­hadap aparat pene­gak hukum.

Dalam negara demokrasi, aparat kepolisian ditun­tut untuk bersikap pro­fe­sion­al, meng­hor­mati hukum, ser­ta men­jun­jung ting­gi hak asasi manu­sia. Peri­s­ti­wa ini seharus­nya men­ja­di momen­tum bagi insti­tusi Pol­ri untuk mengeval­u­asi dan mem­per­bai­ki pola penan­ganan aksi masyarakat agar tidak menim­bulkan kem­bali kasus seru­pa. (Tim red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *