Tegal, SniperNew.id — Rabu 30 Juli 2025 Puluhan wartawan media online bersama LSM dan ormas lokal menggelar pertemuan strategis untuk membahas persiapan audiensi terkait pembangunan Bendungan Danawari di Kabupaten Tegal.
Kegiatan ini berlangsung di salah satu kafe di kawasan Pangkah dan diikuti lebih dari 32 peserta yang tergabung dalam Forum Wartawan Online Tegal (FWOT), Rabu 30 Juli 2025.
Pertemuan ini difokuskan pada penyusunan langkah komunikasi dan kontrol sosial terhadap proyek pembangunan bendungan, yang merupakan bagian dari program prioritas pengelolaan sumber daya air di Jawa Tengah. Proyek ini dirancang untuk mendukung irigasi pertanian dan pengendalian banjir di wilayah Tegal dan sekitarnya.
Ketua FWOT, Atang, menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mengawal transparansi proyek-proyek strategis, khususnya yang berdampak langsung pada masyarakat.
”Sebagai wartawan, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa informasi yang diterima masyarakat akurat dan berimbang. Audiensi nanti akan menjadi kesempatan bagi kita untuk mendapatkan kejelasan langsung dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini,” ujar jurnalis senior, Nurohim.
Dalam diskusi tersebut, para peserta juga menyoroti sejumlah isu krusial, seperti kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan relokasi, dampak lingkungan, dan kejelasan kompensasi lahan. Mereka menekankan pentingnya pendekatan jurnalistik yang objektif dan berpihak pada kepentingan publik.
Rencananya, audiensi dengan pihak pemerintah daerah akan dilangsungkan pekan depan. Tujuannya adalah untuk membuka ruang komunikasi langsung antara media, LSM, dan pemerintah guna mendorong keterbukaan informasi dan kerja sama yang konstruktif.
Pembangunan Bendungan Danawari diyakini akan berdampak besar pada sektor ekonomi lokal, terutama pertanian dan pengelolaan air. Namun, proyek ini juga menuntut keterlibatan aktif masyarakat dan pengawasan yang transparan agar tidak menimbulkan konflik sosial di kemudian hari.
Dengan keterlibatan wartawan dan elemen masyarakat sipil, diharapkan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana, tanpa mengabaikan aspirasi warga terdampak.
Laporan: (Suwatno)
Editor: (Ahmad)



















