Lampung Selatan, SniperNew.id – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pengembangan kampus berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat. Pada Selasa, 15 Juli 2025, ITERA secara resmi mendanai 78 judul penelitian dan 60 program pengabdian kepada masyarakat (PkM) melalui kegiatan Sosialisasi dan Penandatanganan Kontrak Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Acara berlangsung di Aula Gedung Kuliah Umum 1 ITERA dan dihadiri puluhan dosen penerima pendanaan, Rabu 16 Juli 2025.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Rektor ITERA, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, yang didampingi oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Muhamad Fatikul Arif, S.T., M.Sc., serta Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran, Dr. Handoyo, S.Si., M.T.
Dalam sambutannya, Rektor ITERA menegaskan bahwa pendanaan ini merupakan bentuk nyata dukungan kampus terhadap penguatan budaya riset dan inovasi dosen.
“Kami percaya bahwa dosen ITERA mampu menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” ujarnya di hadapan peserta yang memenuhi ruangan.
Gambar screenshot doc Facebook Institut Teknologi Sumatera, Rabu 16 Juli 2025.
Acara yang penuh antusias tersebut juga disosialisasikan melalui akun resmi Facebook Institut Teknologi Sumatera — ITERA pada Rabu, 16 Juli 2025 pukul 11.12 WIB. Beberapa dokumentasi foto acara diunggah, termasuk momen saat penandatanganan kontrak berlangsung dan pemaparan dari pimpinan lembaga.
Dukungan ini menjadi angin segar bagi dosen-dosen ITERA, sekaligus bentuk konkret transformasi perguruan tinggi dalam menjalankan Tridarma: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dengan total 138 proposal yang dibiayai, diharapkan dapat mendorong output penelitian berupa publikasi ilmiah, inovasi teknologi, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis sains dan teknologi.
Langkah ini juga sejalan dengan visi ITERA sebagai kampus teknologi unggul di kawasan barat Indonesia, yang berorientasi pada pengembangan sumber daya lokal dan penerapan hasil riset untuk kesejahteraan masyarakat.
“Pendanaan ini bukan hanya soal nominal, tapi kepercayaan pada kapasitas intelektual dosen-dosen ITERA untuk membawa perubahan,” ujar Dr. Fatikul Arif dari LPPM.
Program ini pun mendapat apresiasi dari para dosen penerima dana. Mereka menyampaikan optimisme dan kesiapan menjalankan riset maupun program pengabdian yang telah dirancang.
Melalui kegiatan ini, ITERA semakin menegaskan diri sebagai kampus inovatif yang tak hanya fokus pada teori, namun juga nyata berkontribusi di tengah masyarakat. (Darmawan)













