Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Gerhana Bulan Muncul di Langit Mekah, Jamaah Diajak Bermuhasabah

165
×

Gerhana Bulan Muncul di Langit Mekah, Jamaah Diajak Bermuhasabah

Sebarkan artikel ini

Mekah, SniperNew.id – Fenom­e­na lang­ka ger­hana bulan kem­bali ter­ja­di di lan­git Mekah pada malam ini, tepat­nya sek­i­tar pukul 19.38 wak­tu setem­pat. Peri­s­ti­wa ini men­ja­di sorotan jamaah dan masyarakat mus­lim dunia, teruta­ma kare­na Mekah adalah pusat ibadah umat Islam, Ming­gu (07/09).

Sejum­lah war­ga yang menyak­sikan momen terse­but mem­bagikan kesan dan nasi­hat melalui media sosial, salah sat­un­ya akun Threads berna­ma aizat.abdulrahman.5.

Dalam ung­ga­han yang dibagikan satu jam sete­lah keja­di­an, akun terse­but menulis. “Malam ney di mekah belaku ger­hana bulan.. kul 7.38 wak­tu tem­patan.

Ger­hana adalah tan­da kekuasaan Allah, bukan fenom­e­na biasa sema­ta.
‑Nabi ﷺ bersab­da:
‘Sesung­guh­nya mata­hari dan bulan adalah dua tan­da dari tan­da-tan­da Allah. Allah menakutkan ham­ba-Nya den­gan­nya. Maka apa­bi­la kamu meli­hat­nya, berdoalah, bertak­bir, solat­lah, dan bersedekahlah.’
(Hadis riway­at al-Bukhari & Mus­lim).”

Ung­ga­han itu juga dis­er­tai cup­likan suasana malam di sek­i­tar Masjidil Haram. Dalam reka­man singkat yang diam­bil, tam­pak menara masjid berdiri kokoh den­gan cahaya lam­pu-lam­pu yang men­eran­gi kawasan suci. Lan­git malam ter­li­hat cer­ah mes­ki seba­gian cahaya bulan ter­tut­up bayan­gan bumi aki­bat ger­hana.

Fenom­e­na ger­hana bulan yang berlang­sung di Mekah ini ter­ja­di pada malam hari sek­i­tar pukul 19.38 wak­tu setem­pat, bertepatan den­gan malam Ming­gu wak­tu Arab Sau­di. Lokasi uta­ma peri­s­ti­wa ini adalah Mekah, Arab Sau­di, kota suci umat Islam yang seti­ap hari men­ja­di pusat aktiv­i­tas ibadah jutaan jamaah dari berba­gai negara.

  Perjalanan Terhambat 5 Hari, Warganet Suarakan Doa untuk Aceh

Infor­masi men­ge­nai ger­hana bulan terse­but diung­gah oleh peng­gu­na media sosial den­gan nama akun aizat.abdulrahman.5 di plat­form Threads. Dalam ung­ga­han­nya, ia tidak hanya mem­berikan lapo­ran ten­tang wak­tu ter­jadinya ger­hana, tetapi juga meny­er­takan pesan religius beru­pa hadis Nabi Muham­mad ﷺ yang diri­way­atkan oleh Imam Bukhari dan Mus­lim.

Ger­hana bulan bukan sekadar fenom­e­na astrono­mi biasa, melainkan memi­li­ki mak­na spir­i­tu­al men­dalam bagi umat Islam. Nabi Muham­mad ﷺ men­ga­jarkan bah­wa keti­ka ter­ja­di ger­hana, umat dian­jurkan untuk melakukan amalan ter­ten­tu seper­ti berdoa, bertak­bir, melak­sanakan salat ger­hana (khusuf), dan bersedekah.

Pesan ini­lah yang dis­am­paikan kem­bali oleh peng­gu­na akun Threads terse­but. Ia menekankan bah­wa ger­hana adalah tan­da kekuasaan Allah, bukan sema­ta-mata fenom­e­na alam yang dije­laskan oleh ilmu sains. Hal ini sekali­gus mengin­gatkan umat Islam agar mem­per­banyak muhasabah diri, meningkatkan amal ibadah, dan men­guatkan keimanan.

Dari cup­likan video yang dis­er­takan dalam ung­ga­han, suasana di sek­i­tar Masjidil Haram tam­pak ten­ang. Lam­pu-lam­pu yang terang ben­derang men­eran­gi kawasan suci, semen­tara jamaah tetap melakukan aktiv­i­tas ibadah mere­ka. Mes­ki ger­hana bulan sedang berlang­sung, kesyah­d­u­an suasana tidak berku­rang, bahkan menam­bah kekhusyukan.

Keber­adaan menara Masjidil Haram dalam video terse­but men­ja­di sim­bol pent­ing bah­wa peri­s­ti­wa ini memang berlang­sung di pusat spir­i­tu­al umat Islam. Bayan­gan bumi yang menu­tupi cahaya bulan di atas lan­git Mekah men­ja­di pengin­gat nya­ta ten­tang kebe­saran Sang Pen­cip­ta.

  Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi KM 111–112 Picu Kemacetan Panjang

Secara ilmi­ah, ger­hana bulan ter­ja­di keti­ka bumi bera­da di antara mata­hari dan bulan, sehing­ga bayan­gan bumi menu­tupi seba­gian atau selu­ruh per­mukaan bulan. Fenom­e­na ini bisa dipredik­si den­gan per­hi­tun­gan astrono­mi.

Namun dalam per­spek­tif Islam, ger­hana bulan maupun mata­hari memi­li­ki dimen­si spir­i­tu­al. Nabi Muham­mad ﷺ mene­gaskan bah­wa ger­hana bukan­lah tan­da kema­t­ian atau kelahi­ran sese­o­rang, melainkan bagian dari tan­da kebe­saran Allah. Oleh kare­na itu, umat Islam dian­jurkan untuk mem­per­banyak doa, tak­bir, salat, dan sedekah keti­ka ger­hana ter­ja­di.

Ung­ga­han di media sosial ini mene­gaskan pan­dan­gan terse­but, sehing­ga para pem­ba­ca yang meli­hat postin­gan itu tidak hanya mem­per­oleh infor­masi ten­tang fenom­e­na lan­git, tetapi juga diin­gatkan untuk mem­per­te­bal iman dan amal.

Fenom­e­na ger­hana bulan di Mekah selalu menarik per­ha­t­ian umat Islam di selu­ruh dunia. Banyak jamaah yang ten­gah bera­da di Tanah Suci mengabadikan momen terse­but melalui foto maupun video. Respon masyarakat di media sosial pun beragam, mulai dari kek­agu­man ter­hadap kein­da­han cip­taan Allah hing­ga ajakan untuk mem­per­banyak amal ibadah.

Dalam kon­teks ini, ung­ga­han akun Threads terse­but men­ja­di salah satu ben­tuk dak­wah mod­ern, yakni menye­barkan nasi­hat keaga­maan melalui media dig­i­tal. Pesan yang dis­am­paikan seder­hana, tetapi penuh mak­na: ger­hana adalah tan­da kebe­saran Allah yang men­ga­jak manu­sia untuk kem­bali kepa­da-Nya.

  Pemilik Lisensi Wafat, SPBU Swasta di Malaysia Tutup Total dan Karyawan Kehilangan Pekerjaan

Dalam Islam, ger­hana memi­li­ki hikmah tersendiri. Melalui peri­s­ti­wa ini, Allah mengin­gatkan manu­sia agar tidak ter­lalu som­bong den­gan keku­atan dan penge­tahuan yang dim­i­likinya. Fenom­e­na lan­git yang megah ini mengin­gatkan bah­wa selu­ruh alam semes­ta bera­da di bawah kekuasaan-Nya.

Nabi Muham­mad ﷺ men­con­tohkan bagaimana meng­hadapi ger­hana den­gan amalan-amalan yang mene­nangkan hati sekali­gus mem­perku­at iman. Salat ger­hana yang dian­jurkan dilakukan ber­ja­maah men­ja­di ben­tuk keber­samaan umat dalam mengin­gat Allah. Sedekah yang dian­jurkan juga men­ja­di sarana untuk berba­gi kebaikan kepa­da sesama.

Ger­hana bulan yang ter­ja­di di Mekah pada pukul 19.38 wak­tu setem­pat bukan hanya fenom­e­na astrono­mi, tetapi juga momen spir­i­tu­al yang penuh mak­na. Ung­ga­han dari akun Threads berna­ma aizat.abdulrahman.5 berhasil menyam­paikan dua hal sekali­gus: fak­ta ilmi­ah ten­tang ter­jadinya ger­hana, ser­ta pesan religius berdasarkan hadis Nabi Muham­mad ﷺ.

Fenom­e­na ini men­ja­di pengin­gat bagi umat Islam di selu­ruh dunia bah­wa ger­hana bukan­lah sekadar peri­s­ti­wa alam biasa. Ia adalah tan­da kebe­saran Allah yang men­ga­jak manu­sia untuk bermuhasabah, mem­per­banyak doa, bertak­bir, melak­sanakan salat, ser­ta bersedekah.

Den­gan suasana khusyuk di Mekah yang dis­er­tai cahaya bulan ter­tut­up bayan­gan bumi, peri­s­ti­wa ini kem­bali mengin­gatkan bah­wa selu­ruh alam tun­duk pada kuasa-Nya. Jamaah dan umat Islam di man­a­pun bera­da dia­jak untuk memak­nai ger­hana bukan sekadar ton­to­nan, melainkan pang­gi­lan untuk mendekatkan diri kepa­da Allah. (Ahm/Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *