Berita Peristiwa

Banjir Denpasar 2025: Tukad Badung Meluap, Rumah Roboh dan Warga Dievakuasi

759
×

Banjir Denpasar 2025: Tukad Badung Meluap, Rumah Roboh dan Warga Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

Denpasar, SniperNew.id – Kota Denpasar dikepung banjir besar akibat hujan deras sejak dini hari, Selasa (tanggal peristiwa). Banjir Denpasar 2025 ini menyebabkan aliran Tukad Badung meluap hingga merendam permukiman, jalan raya, bahkan mengakibatkan bangunan roboh ke sungai, (10/09/25).

Informasi ini awalnya mencuat dari unggahan warganet di media sosial Threads, salah satunya dari akun @swastayasa yang membagikan kondisi terkini di Jalan Sulawesi. Dalam keterangannya ia menulis.

“Denpasar dikepung banjir. Bangunan yang di Jalan Sulawesi roboh ke Sungai Badung. Anak dan istrinya hilang, suami selamat. Karena perumahan dosen yang di Meguntur terendam banjir dan warga sampai ada yang di atas genteng. Brimob sudah bawa perahu karet ke sana. Tukad Badung meluap sampai ke atas jembatan. Lebih baik kita jangan keluar rumah ke Denpasar dulu, tunggu aman.”

Unggahan tersebut disertai video banjir yang memperlihatkan derasnya arus air cokelat membawa material dari hulu. Video ini sudah ditonton lebih dari 18 ribu kali hanya dalam beberapa jam.

Luapan Tukad Badung tak hanya menggenangi jalanan, tetapi juga membuat sejumlah rumah terendam hingga atap. Beberapa warga dilaporkan naik ke genteng untuk menyelamatkan diri. Tim Brimob dengan perahu karet diterjunkan ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi.

  Puskesmas Pringsewu Diduga Tolak Pasien 21 Tahun, BPJS Tegaskan Tidak Ada Batas Usia

Situasi ini semakin darurat ketika ada laporan bangunan di bantaran Jalan Sulawesi roboh dan menyeret penghuninya. Dari informasi warga, seorang suami selamat namun anak dan istrinya dikabarkan hilang terbawa arus. Hingga berita ini diturunkan, laporan resmi dari pihak berwenang masih ditunggu terkait jumlah korban dan kerugian material.

Peristiwa banjir Bali 2025 ini mendapat banyak tanggapan warganet yang membagikan pengalaman pribadi maupun doa agar situasi segera pulih.

Akun @made_hariyogi menulis. “Di Bali kita semua numpang, nggak ada orang asli dari Bali, karena penghuni aslinya adalah makhluk niskale. Sekarang ditegur sama mereka untuk berbenah.”

Sedangkan @idabagus_rai_janardana mengungkapkan bagaimana hujan deras sejak dini hari membuat banjir cepat meluas.

“Kemarin jam 2 pagi saya sempat bangun, habis kencing kamar mandi, setelah itu mulai hujan. Sampai jam 6 pagi masih terus hujan. Setelah itu banyak di medsos yang memberitakan banjir seputar Denpasar, Sunset Road, dll. Ngeri, sekarang di Bali hujan deras lebih dari 2 jam pasti banjir. Jalan kecil dulu jarang seperti ini.”

Warganet lain, @susilemunaram, menambahkan. “Ohh itu bangunan pinggir sungai ya. Semoga daerah Jimbaran tetap aman dari banjir.”

  Bocah-Bocah di Tegal Parang Ramai-Ramai Dorong Mobil Terjebak Banjir

Beberapa warganet juga menyoroti kondisi hulu Tukad Badung yang kini banyak berubah menjadi kawasan perumahan dan villa. Salah satu komentar menyebut. “Daerah hulu aliran Tukad Badung tampaknya sudah ganti wajah, perumahan dan villa.”

Hal ini memunculkan dugaan bahwa perubahan tata ruang dan alih fungsi lahan berpengaruh pada daya tampung air hujan, sehingga banjir di hilir semakin parah.

Tak hanya di pusat Kota Denpasar, banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah lain. Akun @hanum_wahyu17 menuliskan.  “Di Kapal Mengwi pun gitu kak, daerah Gadon ada rumah yang hanyut.”

Informasi ini menandakan bahwa banjir tidak hanya berpusat di Denpasar, tetapi meluas hingga ke daerah sekitar.

Meski banjir membuat warga panik, banyak pula yang mendoakan agar situasi cepat membaik. Akun @ariarbittya menulis. “Cuaca di Renon sudah panas, semoga di tempat lain juga sehingga cepat surut.”

Sementara itu, @citralaros berharap keselamatan bagi semua warga terdampak. “Semoga lekas surut, dan diselamatkan semuanya.”

Ucapan serupa datang dari akun @dewiiikrisna. “Semoga rahayu gumi Baliku.”

Tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian, Brimob, serta relawan disebut telah melakukan evakuasi dengan perahu karet. Warga diminta untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

  Rem Blong di Tanjakan Selarong: Mobil Box Tabrak Pemotor, Jalur Puncak Sempat Gempar

Hingga kini, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban jiwa maupun kerugian material akibat banjir Denpasar 2025 ini. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan sambil fokus pada proses evakuasi warga yang terjebak banjir.

Fenomena banjir yang terjadi di Bali, khususnya Tukad Badung meluap, bukan kali pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, banjir di wilayah Denpasar sering dikaitkan dengan curah hujan tinggi, drainase yang tidak memadai, serta alih fungsi lahan di kawasan hulu.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat dan pemerintah akan pentingnya penataan ruang, pengendalian pembangunan di bantaran sungai, serta kesiapan sistem mitigasi bencana.

Banjir Denpasar 2025 menjadi peringatan keras bagi warga Bali tentang risiko hidrometeorologi yang kian meningkat. Meluapnya Tukad Badung hingga merobohkan bangunan di Jalan Sulawesi menambah daftar panjang bencana banjir di Pulau Dewata.

Doa dan dukungan terus mengalir di media sosial agar kondisi segera pulih. Warga diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan aparat, serta menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait langkah penanganan selanjutnya. (Ahm/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *