Snipernew.id, Nias — Pembangunan Gedung Balai Sanggar Seni Serbaguna Desa Lolofaoso, Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2019 yang diduga serap dana hingga ratusan juta rupiah kini terbengkalai.
Dari pantauan awak media hari ini dilapangan (selasa, 25/06/24) bersama salah seorang tokoh masyarakat Danosokhi Halawa, terpantau bangunan tersebut sejak dimulai tahap pembangunannya kurang lebih 5 tahun lalu kini penuh dengan rumput dan semak belukar yang hanya terlihat beberapa tiang besi tapak bangunan berdiri ditengah hamparan rumput yang belum selesai pembangunannya dan tak ada tanda — tanda akan ada kelanjutan pembangunan.

Danosokhi Halawa, salah satu tokoh masyarakat Desa Lolofaoso yang menemani awak media Snipernew.id mengatakan, bahwa terbengkalainya pembangunan Gedung Balai Serbaguna tersebut akibat ulah oknum Kepala Desa yang tidak bertanggung jawab, dan yang diduga, telah menyelewengkan Dana Desa (DD). Khususnya, pada pembangunan fisik Gedung Balai Serbaguna sebesar Rp. 768.438.000 dengan volume : 15m x 16m yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2019.
Lebih lanjut, sambil berjalan menelusuri tapak tanah Gedung Balai Serbaguna tersebut, Danosikho Halawa juga menerangkan, Kepala Desa tidak transparan kepada masyarakat, Dimana dalam penyusunan APBDes saja terbukti Kepala Desa hanya mengundang beberapa masyarakat saja yang memiliki hubungan dekat dengannya, dalam melaksanakan musyawarah mufakat hingga pada akhirnya keputusan bisa diambil oleh Kepala Desa secara sepihak dan merealisasikan pembangunan Gedung Balai Serbaguna tersebut.
“Saya dari awal selalu memantau pak bahkan ikut bekerja pada pembangunan gedung tersebut, saya lihat dan saya dengar dengan telinga dan mata saya sendiri bahwa pembangunan gedung balai serbaguna di desa kami desa Lolofaoso sangat tidak transparan sama sekali, saya berani buktikan dan punya buktinya pak,” ucap Danoskhi penuh yakin.

Danosokhi, Saat disinggung oleh awak media mengenai bagaimana pendapat BPD pada waktu itu, Danosokhi pun menjawab. “Dulu kan mereka sangat mendukung, tapi sekarang malah ikut balik bertanya kepada kepala desa setelah melihat hasil dilapangan yang ternyata hanya empat tapak tiang besi saja yang berdiri,” katanya.
“Bahkan jawaban kepala desa waktu itu hanya menyampaikan pasti akan dilanjutkan lagi, namun pada kenyataan selama kurang lebih 6 tahun ini tidak ada kelanjutan,” imbuhnya.
Di tempat terpisah, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Otenisi Halawa yang pada saat itu sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan saat ditemui oleh awak media dirumahnya sore harinya mengutarakan hal yang sama.
Otenisi juga menambahkan tidak tahu sama sekali persoalan rincian anggaran biaya pembangunan gedung balai serbaguna tersebut, dikarenakan yang mengambil alih semuanya adalah kepala desa.
Ianya mengaku hanya diberikan uang untuk membayarkan Gaji Hari Orang Kerja (HOK) sesuai dengan petunjuk Kepala Desa.
“Saya tahunya hanya disuruh bayar gaji para pekerja pak sesuai dengan HOK, untuk urusan belanjanya ya pak kades yang tahu semua,” ungkap Otenisi.
Masih penasaran, awak media pun ingin melanjutkan konfirmasi langsung dilapangan dengan menemui mantan Ketua BPD yang menjabat pada waktu itu. Namun sayang, beliau mengalami sakit keras sehingga tidak dapat lagi dikonfirmasi untuk seterusnya dan juga kepada pengurus BPD yang lain tak membuahkan hasil untuk dikonfirmasi.
Tak mau menyerah, awak media pun melanjutkan untuk menemui kepala desa dikantornya, namun jam kantor sudah berakhir dan hingga ditemui ke rumahnya ternyata kepala desa sedang tidak ditempat.
Perjalanan awak media dilapangan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Pembangunan Gedung Balai Sanggar Seni Serbaguna Desa Lolofaoso Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias sementara berakhir, namun beberapa informasi penting dan akurat yang didapatkan oleh awak media dari masyarakat lainnya yang tidak mau disebutkan namanya telah berhasil dihimpun dan akan diterbitkan pada pemberitaan selanjutnya.
Kaperwil Kepulauan Nias : Agri Helpin Zebua



















