LAMPUNG, SNIPERNEW.id – Sebuah unggahan di media sosial Threads dari akun @bocah_hutan_666 menarik perhatian warganet setelah membagikan pengalaman pribadi terkait teknik bertahan hidup di alam terbuka, Kamis (15/1/2026).
Unggahan tersebut telah ditonton puluhan ribu kali dan memicu diskusi seputar keselamatan saat mendaki gunung maupun menjelajah hutan.
Dalam keterangannya, pemilik akun menyebut bahwa teknik yang ditampilkan mungkin terlihat sederhana dan bahkan terkesan “konyol” bagi sebagian orang.
Namun menurut pengalamannya, metode tersebut justru memiliki manfaat besar, terutama dalam kondisi darurat di alam bebas.
Akun tersebut menjelaskan bahwa saat melakukan pendakian gunung atau eksplorasi hutan, seseorang dapat menghadapi situasi ekstrem seperti hujan, suhu dingin, dan keterbatasan tempat berteduh.
Kondisi tersebut, apabila tidak diantisipasi dengan baik, berpotensi memicu hipotermia, yakni penurunan suhu tubuh yang berbahaya.
“Ketika mendaki gunung dalam keadaan dingin yang bisa picu hipotermia, masuk ke kawasan hutan dan tidak ada tempat berteduh, hujan dan dingin, teknik ini pernah bikin saya nyaman di beberapa kali pendakian ataupun eksplorasi hutan,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Ia juga menekankan pentingnya persiapan matang sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka. Menurutnya, perlengkapan, pengetahuan dasar survival, serta kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan. Unggahan tersebut ditutup dengan pesan keselamatan, “stay warm, stay protected,” serta imbauan agar setiap orang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Meski unggahan ini bersifat pengalaman pribadi, informasi tersebut dapat menjadi edukasi bagi masyarakat, khususnya para pendaki pemula, agar tidak meremehkan risiko di alam bebas. Namun demikian, para ahli keselamatan alam juga mengingatkan bahwa teknik bertahan hidup sebaiknya dipelajari secara menyeluruh dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan, serta tetap mengutamakan prosedur keselamatan standar.
Media ini menegaskan bahwa informasi disampaikan berdasarkan unggahan akun Threads yang bersangkutan dan tidak dimaksudkan sebagai panduan tunggal. Pembaca diimbau untuk selalu mengikuti standar keselamatan resmi dan rekomendasi dari pihak berkompeten saat beraktivitas di alam terbuka.
Penulis: (Iskandar)



















