PRINGSEWU, SNIPERNEW.id – Unggahan akun media Treands yang memuat pengalaman lapangan terkait kondisi hutan di pedalaman Aceh Tengah menjadi perhatian publik. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa selama bertahun-tahun melakukan survei hutan, tidak ditemukan aktivitas penebangan oleh perusahaan resmi, melainkan pembabatan hutan yang didominasi oleh masyarakat setempat.
Dalam keterangan yang dikutip SniperNew.id pada Jumat, 20 Desember 2025, akun tersebut menjelaskan bahwa hutan dibuka untuk dijadikan lahan pertanian, khususnya tanaman kopi dan palawija. Aktivitas ini disebut berlangsung secara masif, terutama di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan.
“Upaya reboisasi kalah cepat dibandingkan luas lahan yang terus dibabat,” tulis akun tersebut dalam unggahannya. Kondisi ini dinilai berpotensi memperparah kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko bencana ekologis di wilayah hilir.
Unggahan itu juga mengandung pesan reflektif agar masyarakat lebih menyadari fungsi hutan lindung sebagai penopang kelangsungan hidup bersama, bukan semata sebagai lahan garapan. Harapannya, musibah lingkungan yang terjadi dapat menjadi pembelajaran kolektif.
Informasi ini disajikan berdasarkan kutipan terbuka dari media sosial, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta tidak menyimpulkan adanya pelanggaran hukum oleh pihak tertentu. Untuk keberimbangan, konfirmasi dari instansi terkait tetap diperlukan guna memberikan gambaran yang utuh kepada publik.
Penulis: [iskandar].



















