Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

Mogok 630 Siswa, Kepala SMAN 1 Cimarga Diusut karena Tampar Murid Ketahuan Merokok

520
×

Mogok 630 Siswa, Kepala SMAN 1 Cimarga Diusut karena Tampar Murid Ketahuan Merokok

Sebarkan artikel ini

Lebak, SniperNew.id —  Sek­i­tar 630 siswa SMAN 1 Cimar­ga mogok seko­lah seba­gai ben­tuk protes atas tin­dakan kepala seko­lah, Dini Fitri, yang diduga menam­par salah satu murid saat ketahuan merokok di lingkun­gan seko­lah. Mogok berlang­sung pada Senin (13 Okto­ber 2025), sete­lah video dugaan kek­erasan terse­bar luas di media sosial.

Berikut kro­nolo­gi, tang­ga­pan pihak-pihak terkait, dan upaya penye­le­sa­ian kasus ini berdasarkan data terki­ni dan perny­ataan res­mi. Insi­d­en bermu­la pada Jumat (10 Okto­ber 2025) saat seko­lah men­gadakan kegiatan “Jumat Bersih.” Kepala seko­lah dik­abarkan meli­hat seo­rang siswa kelas 12 berin­isial ILP (17 tahun) merokok di area kan­tin seko­lah.

Keti­ka dite­gur, siswa terse­but menyangkal dan menyem­bun­yikan rokoknya. Menu­rut Dini, ia spon­tan mene­gur den­gan nada keras, bahkan sem­pat memukul ringan seba­gai reak­si emo­sion­al, tapi ia menyangkal ter­ja­di pemuku­lan keras.

  Filter Rokok dari Daun Nanas, Mahasiswa UMS Sabet Emas di Kancah Dunia!

Video reka­man insi­d­en menye­bar di media sosial dan Threads, yang kemu­di­an memicu reak­si dari siswa dan orang tua. Di ung­ga­han Threads, klaim dis­am­paikan bah­wa kepala seko­lah “menam­par kare­na ketahuan merokok,” lalu “630 siswa mogok seko­lah” dan orang tua mela­porkan keja­di­an terse­but ke kepolisian. (gam­bar ung­ga­han media sosial dis­ajikan dalam lam­pi­ran)

Aki­bat peri­s­ti­wa itu, Guber­nur Ban­ten Andra Soni meny­atakan akan mem­per­tim­bangkan penon­ak­ti­fan kepala seko­lah. Pihak orang tua siswa yang merasa anaknya dia­ni­aya lang­sung mela­porkan keja­di­an ke Pol­res Lebak.

Sejak aksi mogok, seko­lah tetap mem­bu­ka pros­es bela­jar-men­ga­jar secara dar­ing agar siswa tidak tert­ing­gal materi.

Kepala Seko­lah (DF / Dini Fitri) Pihak yang dituduh melakukan penam­paran. Siswa ILP (kor­ban diduga) Siswa kelas 12 yang ketahuan merokok dan men­ja­di kor­ban tin­dakan pene­gu­ran fisik.

630 Siswa SMAN 1 Cimar­ga Mere­ka yang melakukan aksi mogok seba­gai ben­tuk protes. Orang tua siswa Men­ga­jukan lapo­ran ke polisi atas dugaan kek­erasan ter­hadap anak mere­ka.

Dinas Pen­didikan / Pemer­in­tah Provin­si Ban­ten Ter­li­bat dalam keing­i­nan menon­ak­tifkan kepala seko­lah dan seba­gai otori­tas pen­gawas.

FSGI (Fed­erasi Serikat Guru Indone­sia)  Mem­berikan perny­ataan bah­wa tin­dakan kek­erasan fisik ter­hadap anak melang­gar Undang-Undang Per­lin­dun­gan Anak.

  “Wisuda TK: Tradisi Manis atau Beban Finansial? Orangtua Mengeluh, Sekolah Ditanya Urgensinya”

Pem­be­laan Kepala Seko­lah
Dini mengk­laim bah­wa ia bertin­dak spon­tan mena­han emosi, mene­gur siswa yang berbo­hong, dan hanya memukul ringan, bukan den­gan tena­ga keras. Ia mene­gaskan tak ada pemuku­lan keras yang dilakukan.

FSGI meny­atakan bah­wa kek­erasan fisik dalam ben­tuk apapun ter­hadap anak, ter­ma­suk tam­paran, melang­gar UU Per­lin­dun­gan Anak Pasal 76C. Mere­ka meni­lai pela­po­ran ke polisi dan pemerik­saan medis (visum) harus dilakukan agar fak­ta hukum jelas. Aksi mogok diang­gap seba­gai ben­tuk hak berpen­da­p­at siswa, menun­tut per­tang­gung­jawa­ban dan transparan­si dari seko­lah. Langkah Pemer­in­tah, Guber­nur telah menye­but penon­ak­ti­fan seba­gai opsi jika ter­buk­ti ada pelang­garan.

Kelang­sun­gan pros­es pen­didikan ter­gang­gu banyak kelas kosong pada hari mogok, dan seko­lah ter­pak­sa memindahkan metode pem­be­la­jaran ke dar­ing.

Keper­cayaan war­ga / orang tua ter­hadap lem­ba­ga seko­lah bisa tergerus apa­bi­la kasus ini tidak ditan­gani den­gan baik secara hukum dan moral.

Jika ter­buk­ti melang­gar, tin­dakan kepala seko­lah bisa men­ja­di preseden pen­gawasan yang lebih ketat atas kek­erasan pen­didik di seko­lah lain­nya.

Dinas Pen­didikan dan Pem­prov Ban­ten meng­hadapi tan­ta­n­gan memas­tikan bah­wa keja­di­an seru­pa tidak teru­lang, dan men­jamin per­lin­dun­gan hak-hak siswa sesuai undang-undang.

1. Penye­lidikan Polisi & Pemerik­saan Sak­si, Kepolisian Pol­res Lebak telah mener­i­ma lapo­ran dan akan memang­gil sak­si-sak­si ter­ma­suk siswa, guru, dan kepala seko­lah untuk men­da­p­atkan keteran­gan yang mem­beri kese­im­ban­gan fak­ta.

  Siswa SMAN 5 Bengkulu Jadi Korban Administrasi Dapodik

2. Pemerik­saan Medis / Visum
Untuk memas­tikan apakah ter­ja­di luka fisik atau kek­erasan, diper­lukan pemerik­saan visum seba­gai buk­ti objek­tif ter­hadap dugaan pemuku­lan. FSGI menekankan hal ini wajib dilakukan dalam kasus kek­erasan ter­hadap anak.

3. Eval­u­asi Inter­nal Seko­lah dan Dis­dik
Dinas Pen­didikan dan pihak seko­lah harus melakukan eval­u­asi atas tata kelo­la disi­plin, kebi­jakan pene­gakan atu­ran di seko­lah, dan mem­berikan bimbin­gan agar tin­dakan kek­erasan tidak dijadikan metode edukasi.

4. Kepu­tu­san Guber­nur / Penon­ak­ti­fan Semen­tara, jika buk­ti kuat menun­jukkan pelang­garan, Guber­nur dap­at menon­ak­tifkan kepala seko­lah guna mem­fasil­i­tasi pros­es hukum tan­pa gang­guan jabatan.

5. Pemuli­han Keper­cayaan dan Rekon­sil­iasi, Seko­lah per­lu mem­bu­ka ruang diskusi den­gan siswa, orang tua, guru dan pemangku kepentin­gan lain agar komu­nikasi ter­bu­ka. Jika ter­buk­ti salah, per­mintaan maaf dan langkah pemuli­han harus dilakukan.

6. Pence­ga­han Ke Depan
Menyusun SOP pene­gakan disi­plin yang sesuai den­gan prin­sip hak anak, pelati­han guru untuk menan­gani pelang­garan per­i­laku tan­pa kek­erasan, ser­ta penyusunan mekanisme mon­i­tor­ing ekster­nal. (ahm/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *