Berita Investigasi

Siring Petanang Dipertanyakan: Warga Soroti Jarak Behel 83 Cm, Minta Pemerintah Turun Tangan

1223
×

Siring Petanang Dipertanyakan: Warga Soroti Jarak Behel 83 Cm, Minta Pemerintah Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Muara Enim, SniperNew.id – Proyek pem­ban­gu­nan sir­ing di Desa Petanang, Keca­matan Lem­bak, Kabu­pat­en Muara Enim, Sumat­era Sela­tan, ten­gah men­ja­di sorotan tajam masyarakat. Peker­jaan yang dik­er­jakan oleh CV Saha­bat Sarana Kon­truk­si den­gan anggaran bersum­ber dari APBN Muara Enim melalui Dinas Peruma­han dan Kawasan Per­muki­man (Perkim) ser­ta Per­tana­han tahun 2025 ini diper­tanyakan kual­i­tas dan kesesua­ian­nya den­gan spe­si­fikasi tek­nis, Senin (15/09/25).

War­ga Desa Petanang men­gungkap­kan kekhawati­ran serius men­ge­nai jarak rangka­ian besi behel pada kon­struk­si sir­ing. Menu­rut pen­in­jauan mere­ka, jarak antar behel men­ca­pai 83 sen­time­ter, bahkan nyaris menyen­tuh 1 meter, yang dini­lai tidak wajar untuk kon­struk­si pena­han air dan tanah.

“Bayangkan saja pak, jarak rangka­ian behel­nya saja sam­pai 83 cen­time­ter. Logi­ka kami, bagaimana ban­gu­nan bisa kuat kalau rangka­ian­nya san­gat jarang seper­ti itu,” ujar AL, seo­rang war­ga Desa Petanang, saat diwawan­car­ai Pewarta Gelum­bang Raya (PGR) pada Senin (25/8/2025).

AL mene­gaskan bah­wa sudah men­ja­di hak dan kewa­jiban war­ga untuk ikut men­gawasi pem­ban­gu­nan yang meng­gu­nakan anggaran negara, apala­gi proyek terse­but bera­da di wilayah mere­ka sendiri. Ia meni­lai keter­li­batan masyarakat adalah bagian dari upaya men­ja­ga kual­i­tas hasil pem­ban­gu­nan.

Sudah seharus­nya kita turut berper­an aktif, jan­gan asal diter­i­ma saja ban­gu­nan yang sete­lah kita anal­isa banyak menim­bulkan kecuri­gaan, seper­ti sir­ing ini. Apakah benar spe­si­fikasi dan RAB-nya memang seper­ti itu?” tim­pal AL.

Ia menam­bahkan, keter­bukaan dan pen­gawasan pub­lik san­gat diper­lukan agar pem­ban­gu­nan tidak sekadar for­mal­i­tas dan dap­at diman­faatkan dalam jang­ka pan­jang. War­ga, katanya, tidak ingin hasil peker­jaan cepat rusak kare­na kelala­ian tek­nis atau peny­im­pan­gan spe­si­fikasi.

  Camat Ambarawa Tegaskan Bendera Robek Akibat Kurang Kontrol

AL juga berharap instan­si terkait, baik Dinas Perkim maupun pihak Aparat Pene­gak Hukum (APH), turun lang­sung untuk menin­jau kon­disi di lapan­gan. Ia mem­inta agar pihak pemer­in­tah melakukan pemerik­saan guna memas­tikan apakah penger­jaan sudah sesuai den­gan keten­tu­an atau ter­da­p­at kesala­han tek­nis dari pihak kon­trak­tor.

Bila per­lu kita kaji bersama-sama. War­ga siap men­dampin­gi jika pihak pemer­in­tah maupun APH turun untuk memerik­sanya, apakah sudah benar penger­jaan­nya atau belum, agar semuanya terang ben­derang,” lan­jut­nya.

Menu­rut­nya, keter­li­batan war­ga bukan­lah ben­tuk peno­lakan ter­hadap pem­ban­gu­nan, tetapi wujud kepedu­lian ter­hadap peng­gu­naan uang negara. Ia meni­lai, jika pem­ban­gu­nan dilakukan sesuai atu­ran, hasil­nya akan lebih awet dan men­gun­tungkan masyarakat.

Sorotan war­ga ini juga men­da­p­at dukun­gan dari peng­giat kon­trol sosial di wilayah Gelum­bang Raya, Ali. Ia meny­atakan bah­wa pihaknya siap melakukan langkah hukum apa­bi­la dite­mukan buk­ti-buk­ti kuat adanya dugaan penyalah­gu­naan anggaran.

Kita pela­jari dulu, apakah ada indikasi terse­but (penyalah­gu­naan-red),” terang Ali kepa­da media ini.

Ali menam­bahkan, langkah terse­but tidak dimak­sud­kan untuk meng­ham­bat proyek pem­ban­gu­nan. Seba­liknya, ia ingin memas­tikan bah­wa uang raky­at digu­nakan seba­gaimana mestinya. Menu­rut­nya, transparan­si dan akunt­abil­i­tas adalah kun­ci agar proyek pem­ban­gu­nan pub­lik bisa mem­berikan man­faat mak­si­mal.

Untuk memas­tikan kebe­naran infor­masi yang diper­tanyakan war­ga, tim Pewarta Gelum­bang Raya (PGR) men­co­ba men­gon­fir­masi kepa­da pihak Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muara Enim. Kon­fir­masi dilakukan pada Kamis (28/8/2025) melalui surat res­mi yang diantar lang­sung ke kan­tor Dinas PUPR.

  FPII Lampung Jalin Silaturahmi ke SMKN 9, Dorong Penguatan Transparansi Dana BOS

Namun, hing­ga lebih dari dua ming­gu sete­lah surat terse­but dikir­imkan, belum ada jawa­ban res­mi dari pihak dinas terkait. Surat kon­fir­masi dari PGR tidak hanya meny­oroti pem­ban­gu­nan sir­ing di Desa Petanang, tetapi juga mem­inta pen­je­lasan men­ge­nai pem­ban­gu­nan jalan cor di Desa Bitis ser­ta pele­baran jalan Pinang Banjar–Karang Endah, Keca­matan Gelum­bang.

Keti­adaan jawa­ban dari Dinas PUPR ini mem­bu­at war­ga semakin bertanya-tanya ten­tang transparan­si proyek yang meng­gu­nakan dana pub­lik. Banyak pihak meni­lai bah­wa jawa­ban res­mi dari instan­si terkait san­gat pent­ing untuk mence­gah kesalah­pa­haman dan speku­lasi negatif.

War­ga meni­lai bah­wa jarak rangka­ian behel yang ter­lalu jarang dap­at memen­garuhi daya tahan sir­ing. Dalam kon­struk­si ban­gu­nan, jarak behel yang tidak sesuai spe­si­fikasi berpoten­si men­gu­ran­gi keku­atan struk­tur, apala­gi jika sir­ing berfungsi seba­gai penga­man ali­ran air dan pena­han tanah di area desa.

Menu­rut penga­matan mere­ka, kon­disi ini bisa berdampak serius, seper­ti:

1. Kerusakan dini pada sir­ing aki­bat tekanan air yang tidak mam­pu dita­han den­gan baik.

2. Meningkat­nya risiko ban­jir atau erosi di area sek­i­tar jika sir­ing gagal men­jalankan fungsinya.

3. Pem­borosan anggaran negara kare­na per­baikan ulang harus dilakukan lebih cepat dari seharus­nya.

War­ga Petanang meni­lai bah­wa pemer­in­tah seharus­nya memas­tikan proyek pub­lik dik­er­jakan sesuai spe­si­fikasi tek­nis, mengin­gat anggaran berasal dari uang raky­at.

Kasus ini men­ja­di pengin­gat bah­wa pen­gawasan pub­lik san­gat pent­ing dalam seti­ap proyek pem­ban­gu­nan. War­ga menun­tut adanya transparan­si dari pihak-pihak terkait. Mere­ka menginginkan pemer­in­tah, kon­trak­tor, dan pihak pen­gawas tek­nis mem­bu­ka spe­si­fikasi res­mi proyek agar masyarakat mema­ha­mi stan­dar yang digu­nakan.

Selain itu, war­ga mem­inta adanya eval­u­asi lebih ketat ter­hadap kon­trak­tor yang menan­gani proyek-proyek strate­gis di Muara Enim. Menu­rut mere­ka, pemil­i­han kon­trak­tor harus dilakukan secara pro­fe­sion­al dan menguta­makan kual­i­tas, bukan sekadar menge­jar efisien­si anggaran.

  Keturunan Manik Ziarah Leluhur di Pusuk Buhit Samosir

Mes­ki belum ada tang­ga­pan res­mi, war­ga berharap dalam wak­tu dekat pihak Dinas PUPR atau instan­si terkait dap­at menin­jau ulang pem­ban­gu­nan sir­ing ini. Mere­ka juga men­dorong aparat pene­gak hukum melakukan pen­gawasan jika dite­mukan indikasi pelang­garan.

Menu­rut AL, langkah terse­but bukan untuk mem­perkeruh suasana, tetapi agar masyarakat men­da­p­atkan jam­i­nan bah­wa proyek-proyek pem­ban­gu­nan di wilayah mere­ka dilakukan secara pro­fe­sion­al dan sesuai prose­dur.

“Ini uang negara, uang raky­at. Kita tidak ingin hasil pem­ban­gu­nan mudah rusak. Kami bukan meno­lak pem­ban­gu­nan, kami hanya ingin kual­i­tas­nya sesuai. Kalau ada kesala­han tek­nis, harus diper­bai­ki,” pungkas AL.

Sorotan ter­hadap pem­ban­gu­nan sir­ing di Desa Petanang men­ja­di con­toh nya­ta pent­ingnya keter­li­batan pub­lik dalam men­gawasi peng­gu­naan anggaran negara. War­ga berharap kasus ini men­ja­di eval­u­asi bagi pihak terkait agar ke depan, seti­ap proyek pem­ban­gu­nan mem­per­hatikan kual­i­tas dan spe­si­fikasi tek­nis.

Mes­ki belum ada tang­ga­pan res­mi dari Dinas PUPR Muara Enim, war­ga, peng­giat sosial, dan media lokal terus men­dorong transparan­si dan akunt­abil­i­tas. Mere­ka per­caya, den­gan komu­nikasi ter­bu­ka dan pemerik­saan menyelu­ruh, poten­si masalah dap­at dimin­i­malkan dan hasil pem­ban­gu­nan akan lebih berman­faat bagi masyarakat.

Proyek ini dihara­p­kan tidak hanya men­ja­di infra­struk­tur fisik sema­ta, tetapi juga sim­bol keper­cayaan antara pemer­in­tah dan raky­at. Kual­i­tas peker­jaan yang baik akan mem­perku­at keper­cayaan pub­lik, semen­tara pen­gawasan bersama memas­tikan tidak ada penyalah­gu­naan dana pub­lik.

Den­gan demikian, kon­tro­ver­si ini bukan hanya soal jarak behel 83 sen­time­ter, tetapi juga ten­tang prin­sip dasar akunt­abil­i­tas, transparan­si, dan kual­i­tas pem­ban­gu­nan yang menyangkut kepentin­gan masyarakat luas.

Penulis: (TGH) / Edi­tor: (Tim redak­si)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *