Berita Pendidikan

Prabowo Rencanakan Sebar 330 Ribu Smart TV untuk Sekolah, Infrastruktur Jadi Sorotan

566
×

Prabowo Rencanakan Sebar 330 Ribu Smart TV untuk Sekolah, Infrastruktur Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Pres­i­den Prabowo Subianto men­ja­di tokoh uta­ma dalam infor­masi yang ramai dibicarakan di media sosial, khusus­nya ung­ga­han akun Threads berna­ma asih.winantu. Dalam ung­ga­han terse­but, Prabowo dise­but beren­cana menye­barkan 330.000 unit smart TV ke 110.000 seko­lah di Indone­sia. Ren­cana ini ditu­jukan untuk men­dukung pen­didikan nasion­al, teruta­ma bagi siswa di daer­ah tert­ing­gal. Ming­gu (14/09).

Isi ung­ga­han itu menye­butkan bah­wa pro­gram dis­tribusi smart TV ini dimak­sud­kan agar siswa di daer­ah yang sulit dijangkau tetap dap­at mener­i­ma pem­be­la­jaran dari mana saja. Dalam keteran­gan video, ter­tulis. “Prabowo Akan Sebar Smart TV ke 330.000 Seko­lah.”

Ung­ga­han terse­but juga mem­berikan catatan pent­ing, yaitu agar pemer­in­tah tidak men­gu­lan­gi per­masala­han seru­pa seper­ti dis­tribusi perangkat Chrome­book pada masa Menteri Pen­didikan Nadiem Makarim. Dalam kasus sebelum­nya, beber­a­pa lapo­ran menye­but adanya keti­dak­si­a­pan infrastruktur—misalnya, perangkat sudah dis­alurkan tetapi jaringan inter­net tidak terse­dia, sehing­ga tidak bisa diman­faatkan secara mak­si­mal.

Akun terse­but menulis. “Pres­i­den @prabowo beren­cana akan menye­bar 330.000 smart tv di 110.000 seko­lah di Indone­sia. Agar siswa teruta­ma di daer­ah tert­ing­gal bisa men­da­p­atkan pela­jaran dari man­a­pun. Kon­sep­nya bagus, cuma infra­struk­tur pen­dukungnya harus dibenahi dulu. Jan­gan sam­pai men­gu­lang kasus Chrome­book Nadiem Makarim. Ada layarnya, inter­net­nya gak ada.”

Ung­ga­han juga menam­bahkan tagar: #pres­i­den #prabowo #korup­si #pen­didikanin­done­sia.

Pro­gram ini menyasar 110.000 seko­lah di selu­ruh Indone­sia, ter­ma­suk seko­lah-seko­lah di daer­ah tert­ing­gal, ter­pen­cil, dan ter­lu­ar (3T). Meskipun ung­ga­han tidak menye­but lokasi pelun­cu­ran res­mi, isu ini men­ja­di pem­bicaraan luas di ruang dig­i­tal Indone­sia.

  Dana BOS 2025 SDN 1 Tegineneng Disorot LPKAN RI, Kepsek Diminta Buka Data dan Bertanggung Jawab

Ung­ga­han ini dipub­likasikan 40 menit sebelum tangka­pan layar diam­bil, den­gan infor­masi yang rel­e­van pada perten­ga­han Sep­tem­ber 2025. Ren­cana penye­baran smart TV dise­but seba­gai pro­gram masa jabatan Pres­i­den Prabowo yang baru men­ja­bat, dan belum ada tang­gal res­mi pelak­sanaan dis­tribusi.

Tujuan uta­ma dari ren­cana ini adalah pen­ingkatan kual­i­tas pen­didikan di selu­ruh Indone­sia. Den­gan meman­faatkan smart TV, siswa di daer­ah sulit dijangkau dihara­p­kan dap­at:

1. Men­gak­ses materi pem­be­la­jaran jarak jauh.

2. Mengiku­ti pro­gram pen­ga­jaran dari seko­lah-seko­lah ung­gu­lan atau guru-guru berpen­gala­man dari daer­ah lain.

3. Men­da­p­atkan kesem­patan pen­didikan yang lebih mer­a­ta.

Ung­ga­han juga meny­oroti kebu­tuhan infra­struk­tur seba­gai alasan pent­ing. Tan­pa jaringan inter­net yang memadai atau pelati­han guru, penye­di­aan perangkat cang­gih tidak akan ber­jalan efek­tif.

Ren­cana ini akan dilakukan melalui penye­baran perangkat pin­tar (smart TV) ke seko­lah-seko­lah. Namun, beber­a­pa langkah pen­dukung per­lu diper­si­ap­kan pemer­in­tah agar pro­gram ini tidak meng­hadapi kendala tek­nis:

Infra­struk­tur jaringan inter­net: Daer­ah-daer­ah pener­i­ma smart TV harus memi­li­ki akses inter­net yang sta­bil.

Pelati­han tena­ga pen­didik: Guru-guru di seko­lah pener­i­ma per­lu men­da­p­atkan pelati­han peng­gu­naan teknolo­gi agar smart TV diman­faatkan opti­mal.

Pemeli­haraan perangkat: Sis­tem peman­tauan dan per­awatan perangkat harus disi­ap­kan agar inves­tasi negara tidak sia-sia.

Transparan­si anggaran: Tagar #korup­si yang dis­e­matkan oleh akun Threads terse­but menun­jukkan kekhawati­ran pub­lik agar proyek besar ini tidak dis­alah­gu­nakan.

Ung­ga­han ini mengin­gatkan pub­lik pada kasus dis­tribusi Chrome­book pada masa Nadiem Makarim seba­gai Menteri Pen­didikan dan Kebu­dayaan. Saat itu, pro­gram dis­tribusi perangkat pem­be­la­jaran dig­i­tal dini­lai kurang efek­tif kare­na banyak seko­lah di daer­ah ter­pen­cil tidak memi­li­ki konek­si inter­net memadai. Aki­bat­nya, perangkat mahal itu tidak dap­at diman­faatkan sesuai tujuan­nya.

  Siswa SD di Tabalong Terima Piagam Penghargaan, Bikin Warganet Terkesan

Dalam kon­teks ini, akun asih.winantu mem­berikan masukan agar pemer­in­tah saat ini lebih mem­per­hatikan kesi­a­pan infra­struk­tur pen­dukung sebelum melak­sanakan proyek seru­pa. Peng­gu­naan kata-kata seper­ti. “Kon­sep­nya bagus, cuma infra­struc­ture pen­dukungnya harus dibenahi dulu.”

menun­jukkan bah­wa gagasan Prabowo secara umum men­da­p­at apre­si­asi, tetapi pelak­sanaan­nya men­ja­di fokus per­ha­t­ian.

Di media sosial, top­ik ini memicu diskusi antara pihak yang men­dukung pro­gram teknolo­gi pen­didikan dan pihak yang skep­tis. Seba­gian war­ganet meni­lai langkah ini bisa mem­per­cepat trans­for­masi dig­i­tal di seko­lah-seko­lah, sedan­gkan yang lain mem­per­tanyakan efek­tiv­i­tas­nya jika masalah jaringan inter­net, listrik, dan kom­pe­ten­si guru tidak segera ditan­gani.

Trans­for­masi dig­i­tal di sek­tor pen­didikan men­ja­di salah satu isu pent­ing di Indone­sia. Pro­gram-pro­gram sebelum­nya seper­ti Merde­ka Bela­jar dan dis­tribusi Chrome­book telah mem­u­lai langkah dig­i­tal­isasi pem­be­la­jaran. Namun, tan­ta­n­gan besar masih ada:

1. Ketim­pan­gan Akses: Banyak daer­ah tert­ing­gal belum memi­li­ki jaringan inter­net yang sta­bil.

2. Keterse­di­aan Sum­ber Daya: Tidak semua guru memi­li­ki keter­ampi­lan teknolo­gi yang memadai.

3. Pemeli­haraan dan Mon­i­tor­ing: Perangkat yang sudah dise­bar ser­ing kali tidak dirawat den­gan baik kare­na min­im anggaran untuk pemeli­haraan.

4. Keter­bukaan Anggaran: Proyek teknolo­gi berskala besar rentan dis­orot pub­lik terkait transparan­si dan poten­si penyelewen­gan.

Jika ren­cana ini dijalankan den­gan baik, 330.000 unit smart TV bisa men­ja­di titik balik pen­didikan Indone­sia. Smart TV dap­at digu­nakan untuk menampilkan materi video inter­ak­tif, men­gak­ses pem­be­la­jaran dar­ing, atau menayangkan siaran pen­didikan nasion­al. Seko­lah di daer­ah 3T bisa mengiku­ti kuriku­lum dan metode pen­ga­jaran ter­baru.

Namun, tan­pa ren­cana matang, hasil­nya bisa menge­ce­wakan. Kasus-kasus sebelum­nya, seper­ti Chrome­book, menun­jukkan pent­ingnya:

  Viral!!, "Sekolah Disita, Anak SD Belajar di Kebun Sawit"

Audit kebu­tuhan daer­ah: Pastikan seti­ap seko­lah pener­i­ma benar-benar mem­bu­tuhkan dan bisa meman­faatkan perangkat. Kolab­o­rasi lin­tas sek­tor: Pemer­in­tah pusat, daer­ah, dan penye­dia layanan inter­net harus bek­er­ja sama. Pen­gawasan pub­lik: Par­tisi­pasi masyarakat dan media pent­ing untuk mence­gah penyalah­gu­naan dana.

Kuti­pan Teks Lengkap dari Ung­ga­han Threads (Seba­gai Sum­ber Beri­ta). “Pres­i­den @prabowo beren­cana akan menye­bar 330.000 smart tv di 110.000 seko­lah di Indone­sia. Agar siswa teruta­ma di daer­ah tert­ing­gal bisa men­da­p­atkan pela­jaran Dr man­a­pun. Kon­sep­nya bagus, cuma infra­struc­ture pen­dukungnya harus di benahi dulu. Jan­gan sam­pai men­gu­lang kasus chrome book nadiem makarim. Ada layarnya, inter­net­ny gak ada. #pres­i­den #prabowo #korup­si #pen­didikanin­done­sia.”

Teks pada video (screen­shot). “Prabowo Akan Sebar Smart TV ke 330.000 Seko­lah:”

Ung­ga­han Threads asih.winantu ten­tang ren­cana Pres­i­den Prabowo menye­bar 330.000 smart TV ke 110.000 seko­lah meny­oroti hara­pan sekali­gus kekhawati­ran pub­lik. Di satu sisi, langkah ini berpoten­si mem­perku­at pemer­ataan pen­didikan dan mem­per­cepat trans­for­masi dig­i­tal. Di sisi lain, masyarakat menun­tut peren­canaan matang, infra­struk­tur memadai, dan pen­gawasan ketat agar tidak men­gu­lan­gi kega­galan dis­tribusi perangkat dig­i­tal sebelum­nya.

Jika pemer­in­tah memas­tikan kesi­a­pan jaringan inter­net, pelati­han guru, dan transparan­si anggaran, pro­gram ini dap­at men­ja­di tong­gak pent­ing dalam mema­jukan pen­didikan nasion­al. Namun, tan­pa langkah-langkah pen­dukung terse­but, smart TV yang mahal berisiko hanya men­ja­di pajan­gan di kelas-kelas tan­pa mem­bawa man­faat nya­ta bagi jutaan siswa Indone­sia.

Seba­gai isu yang menyangkut masa depan gen­erasi muda, pub­lik menung­gu langkah lan­ju­tan dari Pres­i­den Prabowo dan pemer­in­ta­han­nya — bukan hanya pada dis­tribusi perangkat, tetapi juga pada penye­le­sa­ian masalah men­dasar di bidang pen­didikan Indone­sia. (Ahm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *