Berita Peristiwa

Aksi Damai Keluarga Korban KM 50 di Depan Komnas HAM Tuntut Keadilan

511
×

Aksi Damai Keluarga Korban KM 50 di Depan Komnas HAM Tuntut Keadilan

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id  – Sebuah ung­ga­han di media sosial Threads dari akun @suaraakarrumputt meny­oroti aksi damai yang dige­lar oleh Front Pem­bela Islam (FPI) bersama kelu­ar­ga kor­ban insi­d­en KM 50. Aksi terse­but dilak­sanakan di depan Kan­tor Komisi Nasion­al Hak Asasi Manu­sia (Kom­nas HAM) pada Jumat, 12 Sep­tem­ber 2025.

Dalam ung­ga­han itu, dise­butkan bah­wa kegiatan doa bersama ini dige­lar untuk menun­tut pen­gusu­tan tun­tas kema­t­ian enam orang di KM 50 yang hing­ga kini, menu­rut kelu­ar­ga kor­ban, masih belum men­e­mukan kead­i­lan.

Ung­ga­han terse­but meny­er­takan foto suasana di depan Gedung Kom­nas HAM, Jl. Latuharhary No.4B, Jakar­ta Pusat. Dalam foto ter­li­hat beber­a­pa span­duk bertuliskan:

“Usut Tun­tas Trage­di Kemanu­si­aan” den­gan latar logo bertuliskan “KM 50 – Guns vs Hati Nurani.”

“Kead­i­lan: Usut Dalam Peri­s­ti­wa KM50 di Kom­nas HAM” yang menun­jukkan tun­tu­tan mere­ka agar Kom­nas HAM serius menan­gani kasus ini.

Akun Threads terse­but menulis. “FPI bersama kelu­ar­ga kor­ban KM 50 mengge­lar aksi damai den­gan melak­sanakan doa bersama di depan Kom­nas HAM pada Jumat, 12 Sep­tem­ber 2025. Kegiatan ini mere­ka lakukan untuk mende­sak Kom­nas HAM agar turut men­gusut tun­tas kasus kema­t­ian 6 orang di KM 50 yang dirasa oleh kelu­ar­ga belum men­e­mukan kead­i­lan. Mere­ka juga mengge­lar doa bersama untuk 6 kor­ban KM 50.”

Ung­ga­han ini dis­er­tai tagar: #km50 #kom­nasham #fpi #viral #fyp.

Aksi damai ini meru­pakan ben­tuk protes sekali­gus per­mintaan kead­i­lan terkait peri­s­ti­wa KM 50, yaitu insi­d­en yang meli­batkan pen­em­bakan enam anggota laskar FPI beber­a­pa tahun lalu. Dalam aksi terse­but, kelu­ar­ga kor­ban dan pen­dukung mere­ka melakukan doa bersama di depan Kan­tor Kom­nas HAM. Mere­ka menun­tut agar Kom­nas HAM kem­bali menye­lidi­ki kasus ini secara men­dalam. Menu­rut kelu­ar­ga kor­ban, hing­ga kini mere­ka belum men­e­mukan keje­lasan dan rasa kead­i­lan atas kema­t­ian enam orang terse­but.

  Truk Rem Blong di Purworejo, 12 Orang Meninggal Dunia Termasuk 10 Guru SD

Span­duk-span­duk yang dipasang mem­perku­at pesan mere­ka: desakan agar trage­di kemanu­si­aan itu diusut tun­tas. Ung­ga­han gam­bar di Threads mem­per­li­hatkan suasana ten­ang, den­gan beber­a­pa orang duduk dan berdiri di tro­toar, menun­jukkan bah­wa aksi ini dilakukan secara damai tan­pa ker­icuhan.

 

Pihak-pihak yang ter­li­bat dalam aksi ini meliputi:

1. FPI (Front Pem­bela Islam) – Organ­isasi yang dike­nal seba­gai kelom­pok mas­sa Islam, yang per­nah diny­atakan bubar oleh pemer­in­tah Indone­sia pada akhir 2020, namun para sim­pati­san­nya tetap aktif menyuarakan berba­gai isu, ter­ma­suk kasus KM 50.

2. Kelu­ar­ga kor­ban KM 50 – Mere­ka adalah pihak yang secara lang­sung ter­dampak oleh peri­s­ti­wa terse­but dan merasa belum mem­per­oleh kead­i­lan.

3. Kom­nas HAM – Lem­ba­ga negara inde­pen­den yang bertu­gas mene­gakkan dan melin­dun­gi hak asasi manu­sia di Indone­sia. Mere­ka men­ja­di pihak yang dim­inta untuk men­gusut kem­bali kasus ini.

4. Neti­zen dan masyarakat umum – Ung­ga­han ini menye­bar melalui media sosial dan men­u­ai per­ha­t­ian war­ganet, teruta­ma melalui tagar #viral dan #fyp, yang menun­jukkan bah­wa isu ini kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik.

Aksi damai terse­but dilak­sanakan pada Jumat, 12 Sep­tem­ber 2025, seper­ti yang ter­tulis dalam ung­ga­han Threads. Wak­tu ini dip­il­ih kemu­ngk­i­nan kare­na berdekatan den­gan momen­tum pekanan keti­ka banyak masyarakat dan media aktif meman­tau isu-isu pub­lik.

Lokasi aksi bera­da di depan Kan­tor Kom­nas HAM, Jalan Latuharhary No.4B, Jakar­ta Pusat. Gedung ini men­ja­di tem­pat sim­bo­lis kare­na Kom­nas HAM adalah lem­ba­ga res­mi negara yang memi­li­ki wewe­nang untuk menye­lidi­ki pelang­garan hak asasi manu­sia. Foto yang diung­gah mem­per­li­hatkan papan nama besar “Komisi Nasion­al Hak Asasi Manu­sia” den­gan latar belakang gedung putih, ser­ta span­duk tun­tu­tan yang dipasang peser­ta aksi.

Alasan uta­ma aksi ini adalah untuk mende­sak pen­gusu­tan tun­tas trage­di KM 50 yang oleh kelu­ar­ga kor­ban diang­gap belum sele­sai. Bagi kelu­ar­ga kor­ban dan sim­pati­san­nya, kasus ini adalah trage­di kemanu­si­aan serius yang menim­bulkan per­tanyaan besar terkait pene­gakan hukum dan akunt­abil­i­tas aparat.

  Ledakan dan Kebakaran Hebat di Fasilitas Pertamina Subang

Melalui doa bersama di ruang pub­lik dan di depan kan­tor lem­ba­ga negara, mere­ka berharap suara mere­ka lebih diden­gar. Mere­ka juga ingin menun­jukkan bah­wa per­juan­gan mere­ka untuk men­da­p­atkan kead­i­lan tetap dilakukan den­gan cara damai dan religius, yakni melalui doa.

Berdasarkan foto dan keteran­gan ung­ga­han Threads, aksi ini dilakukan den­gan cara:

1. Doa Bersama: Kelu­ar­ga kor­ban dan anggota FPI berkumpul untuk berdoa bersama bagi enam kor­ban KM 50. Ini menun­jukkan bah­wa kegiatan mere­ka bukan hanya protes poli­tik, tetapi juga memi­li­ki aspek spir­i­tu­al.

2. Aksi Damai: Tidak ada tan­da-tan­da ker­icuhan atau tin­dakan kek­erasan. Orang-orang ter­li­hat duduk dan berdiri den­gan tert­ib di sek­i­tar area Kom­nas HAM.

3. Span­duk dan Poster: Mere­ka mem­bawa span­duk bertuliskan tun­tu­tan agar trage­di ini diusut tun­tas. Salah satu span­duk berbun­yi “Usut Tun­tas Trage­di Kemanu­si­aan,” semen­tara yang lain menye­but “Kead­i­lan: Usut Dalam Peri­s­ti­wa KM50 di Kom­nas HAM.”

4. Pub­likasi di Media Sosial: Ung­ga­han di Threads mem­per­li­hatkan bah­wa aksi ini juga diman­faatkan untuk meng­gaet per­ha­t­ian pub­lik dar­ing. Den­gan menam­bahkan tagar-tagar pop­uler, pesan mere­ka lebih mudah dite­mukan dan men­ja­di bahan diskusi neti­zen.

Peri­s­ti­wa KM 50 sebelum­nya sem­pat men­ja­di salah satu kasus kon­tro­ver­sial di Indone­sia. Kasus ini meli­batkan pen­em­bakan enam anggota laskar FPI di jalan tol Jakarta–Cikampek Kilo­me­ter 50 pada Desem­ber 2020. Pros­es hukum dan penye­lidikan yang dilakukan kala itu menim­bulkan perde­batan luas, ter­ma­suk perbe­daan pan­dan­gan antara pemer­in­tah, aparat pene­gak hukum, dan kelom­pok masyarakat sip­il.

Hing­ga beber­a­pa tahun sete­lah keja­di­an, kelu­ar­ga kor­ban dan seba­gian masyarakat masih mem­per­tanyakan hasil penye­lidikan dan langkah-langkah pene­gakan hukum yang sudah dilakukan. Oleh kare­na itu, aksi damai seper­ti ini men­ja­di cara bagi mere­ka untuk terus mengin­gatkan pub­lik dan lem­ba­ga negara ten­tang tang­gung jawab mere­ka.

Ung­ga­han ini meng­gu­nakan tagar #km50 dan #kom­nasham yang menan­dakan bah­wa top­ik ini masih sen­si­tif dan men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik. Peng­gu­naan tagar #viral dan #fyp (for your page) mengindikasikan upaya untuk mem­bu­at isu ini men­jangkau audi­ens yang lebih luas. Banyak neti­zen di Indone­sia meng­gu­nakan media sosial untuk menyuarakan pen­da­p­at dan mem­bagikan infor­masi terkait isu-isu pent­ing, sehing­ga ung­ga­han ini berpoten­si memicu diskusi baru.

  Winarno Penganiaya Ibu di Pringsewu Dibawa Ke RSJ

Media sosial seper­ti Threads kini ser­ing berfungsi seba­gai sum­ber beri­ta alter­natif yang cepat menye­barkan infor­masi. Namun, tetap pent­ing untuk memver­i­fikasi isi ung­ga­han melalui sum­ber res­mi.

Dalam kon­teks jur­nal­is­tik, pem­ber­i­taan terkait isu ini harus men­ja­ga kese­im­ban­gan, akurasi, dan tidak memi­hak, mengin­gat kasus ini masih meny­im­pan sen­si­tiv­i­tas dan dampak sosial yang luas.

Seba­gai lem­ba­ga res­mi, Kom­nas HAM memi­li­ki man­dat untuk melakukan penye­lidikan inde­pen­den ter­hadap dugaan pelang­garan hak asasi manu­sia. Tun­tu­tan kelu­ar­ga kor­ban agar Kom­nas HAM kem­bali memerik­sa kasus ini menun­jukkan adanya keper­cayaan sekali­gus hara­pan bah­wa lem­ba­ga ini dap­at mem­beri jawa­ban yang transparan dan adil.

Mes­ki hing­ga beri­ta ini dit­ulis belum ada keteran­gan res­mi dari Kom­nas HAM terkait aksi yang dise­butkan dalam ung­ga­han Threads, pent­ing untuk dicatat bah­wa tun­tu­tan masyarakat sip­il meru­pakan bagian dari pros­es demokrasi. Aksi damai seper­ti ini juga meru­pakan hak yang dilin­dun­gi kon­sti­tusi, sela­ma dilakukan tan­pa kek­erasan dan sesuai atu­ran hukum.

Ung­ga­han Threads dari akun @suaraakarrumputt telah meny­oroti kem­bali kasus KM 50 melalui aksi damai dan doa bersama di depan Kom­nas HAM pada Jumat, 12 Sep­tem­ber 2025. Den­gan span­duk bertuliskan “Usut Tun­tas Trage­di Kemanu­si­aan” dan “Kead­i­lan: Usut Dalam Peri­s­ti­wa KM50 di Kom­nas HAM,” FPI bersama kelu­ar­ga kor­ban mem­inta agar kasus kema­t­ian enam orang ini diusut kem­bali secara menyelu­ruh.

Aksi damai ini menun­jukkan bah­wa per­juan­gan kelu­ar­ga kor­ban untuk men­da­p­atkan kead­i­lan belum surut mes­ki bertahun-tahun telah berlalu sejak peri­s­ti­wa terse­but ter­ja­di. Mere­ka memil­ih jalur damai, doa, dan pub­likasi di media sosial untuk menyam­paikan aspi­rasi mere­ka. Isu ini kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik dan mengin­gatkan pent­ingnya transparan­si dan akunt­abil­i­tas dalam pene­gakan hukum dan per­lin­dun­gan hak asasi manu­sia di Indone­sia.

Den­gan cara yang tert­ib dan damai, kelu­ar­ga kor­ban KM 50 dan sim­pati­san mere­ka beru­paya memas­tikan bah­wa trage­di ini tidak terlu­pakan dan terus men­ja­di bagian dari per­caka­pan pub­lik sam­pai mere­ka merasa kead­i­lan benar-benar dite­gakkan. (Abd/Ahm).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *