Konawe Selatan, SniperNew.id - Kebakaran kembali melanda kawasan industri di Sulawesi Tenggara. Kali ini, sebuah pabrik olahan ban yang berlokasi di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, dilaporkan terbakar hebat pada Senin siang. Peristiwa ini sontak menggegerkan warga sekitar, terlebih karena sempat terdengar suara ledakan sebelum kobaran api membesar, Selasa (09/09).
Informasi awal mengenai kejadian tersebut diunggah melalui akun media sosial @kendari.update di platform Threads, yang pada Senin (9/9/2025) menyampaikan perkembangan darurat situasi. Dalam unggahan tersebut, dilaporkan bahwa dua unit mobil Water Canon milik Satuan Brimob Polda Sultra diturunkan langsung untuk membantu memadamkan api. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui secara detail.
Kebakaran terjadi di sebuah pabrik olahan ban, tepatnya di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Berdasarkan unggahan @kendari.update, ledakan terdengar lebih dulu sebelum api membesar. Ledakan itu membuat warga panik dan bergegas menyelamatkan diri dengan menjauh dari lokasi kejadian.
Asap pekat membubung tinggi ke udara, disertai suara ledakan yang menggelegar. Warga sekitar menyebut bahwa kobaran api dengan cepat melahap area pabrik yang penuh material mudah terbakar. Karena kondisi yang mengancam, aparat kepolisian segera mengerahkan dua unit mobil Water Canon milik Brimob Polda Sultra untuk membantu tim pemadam kebakaran di lapangan.
Upaya pemadaman berlangsung dramatis, mengingat bahan baku olahan ban yang terbakar dapat menghasilkan suhu sangat tinggi serta asap beracun. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait korban jiwa atau kerugian materiil akibat kebakaran tersebut.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi pada Senin siang, 9 September 2025. Unggahan dari akun Threads @kendari.update menyebut bahwa laporan pertama masuk sekitar empat jam sebelum berita ini viral di jagat maya. Warga sekitar menyaksikan langsung momen kepanikan saat api membesar, sebelum akhirnya aparat kepolisian turun tangan.
Lokasi kebakaran berada di Pabrik Olahan Ban, Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Wilayah ini cukup dekat dengan permukiman warga sehingga menimbulkan kepanikan. Kondisi angin siang itu turut memperburuk situasi karena membuat api cepat menyebar ke beberapa titik.
1. Polda Sultra – Satuan Brimob
Menurunkan dua unit mobil Water Canon untuk membantu proses pemadaman. Kehadiran mereka menjadi langkah darurat mengingat skala kebakaran yang cukup besar.
2. Warga Desa Lebo Jaya
Menjadi pihak pertama yang menyaksikan ledakan dan kobaran api. Mereka berinisiatif menyelamatkan diri masing-masing untuk menjauh dari lokasi demi menghindari risiko lebih lanjut.
3. Akun Media Sosial @kendari.update (Threads). Menjadi pihak yang pertama kali menyebarkan informasi cepat kepada publik. Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 4.576 kali dan menuai beragam komentar dari warganet.
4. Petugas Pemadam Kebakaran Daerah
Turut bekerja sama dengan aparat kepolisian dalam upaya pengendalian api agar tidak merambat ke area lain.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui secara resmi. Dugaan sementara masih mengarah pada adanya percikan api atau kesalahan teknis yang memicu ledakan awal. Karena pabrik olahan ban menyimpan banyak bahan mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut untuk memastikan apakah kebakaran ini murni kecelakaan atau terdapat faktor kelalaian dalam sistem keamanan pabrik.
Penanganan kebakaran dilakukan melalui beberapa langkah:
1. Evakuasi Warga
Begitu suara ledakan terdengar, warga sekitar segera berlari menjauh dari lokasi. Langkah ini sangat tepat untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat asap beracun maupun ledakan lanjutan.
2. Kehadiran Water Canon Brimob
Dua unit Water Canon milik Sat Brimob Polda Sultra langsung diturunkan. Alat ini biasanya digunakan untuk pengendalian massa, namun dalam kondisi darurat, mampu berfungsi efektif sebagai sarana pemadam kebakaran skala besar.
3. Koordinasi dengan Pemadam Kebakaran Daerah
Petugas pemadam kebakaran setempat segera merapat ke lokasi untuk memastikan api tidak merambat ke permukiman warga. Upaya pemadaman masih terus dilakukan hingga beberapa jam setelah ledakan pertama terjadi.
1. Kepanikan Warga
Suara ledakan dan kobaran api membuat warga panik dan segera mengungsi. Hal ini sempat menimbulkan kepadatan di jalan-jalan kecil sekitar pabrik karena semua orang berusaha menjauh.
2. Kerugian Material
Meski belum ada data resmi, kebakaran di pabrik olahan ban diperkirakan menimbulkan kerugian cukup besar mengingat nilai aset dan mesin produksi yang ada di dalamnya.
3. Potensi Gangguan Kesehatan
Asap dari ban yang terbakar mengandung zat beracun yang bisa berbahaya jika terhirup dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu, petugas menghimbau warga untuk menjauh dan tidak kembali ke lokasi sebelum situasi benar-benar aman.
Unggahan @kendari.update menjadi salah satu sumber informasi tercepat bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Hingga sore hari, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 4.576 kali di Threads, dengan ratusan komentar warga yang menyampaikan doa, simpati, dan juga kritik terkait standar keselamatan industri di daerah tersebut.
Banyak warganet yang memuji cepatnya langkah aparat Brimob Polda Sultra dalam menurunkan Water Canon. Sebagian lainnya mendesak agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan pabrik yang beroperasi di wilayah permukiman.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan investigasi. Kapolres Konawe Selatan melalui keterangan singkat menyebut bahwa penyelidikan akan difokuskan pada asal muasal ledakan dan tingkat kepatuhan pabrik terhadap standar keselamatan kerja.
“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan olah TKP begitu kondisi api benar-benar padam. Saat ini prioritas utama adalah memastikan tidak ada korban jiwa serta mencegah api merambat ke wilayah lain,” ujar salah satu perwira di lapangan.
Kebakaran pabrik olahan ban di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Konawe Selatan, menjadi peringatan serius bagi semua pihak mengenai pentingnya standar keselamatan industri. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa koordinasi cepat antara warga, aparat, dan pemadam kebakaran sangat menentukan dalam meminimalisasi dampak yang lebih besar.
Unggahan akun @kendari.update di Threads berhasil memberi gambaran awal tentang skala kebakaran sekaligus menjadi bukti bahwa media sosial kini berperan penting dalam menyampaikan informasi cepat kepada masyarakat.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu hasil investigasi resmi dari aparat berwenang terkait penyebab pasti kebakaran, jumlah kerugian, dan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi publik dari unggahan akun Threads @kendari.update serta keterangan lapangan. Semua data masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.. (Dar/Dar).
-













