Berita Peristiwa

Warga Bandung Lempar Sampah ke Gerbang DPRD Jabar, Netizen Soroti Aksi Provokatif

403
×

Warga Bandung Lempar Sampah ke Gerbang DPRD Jabar, Netizen Soroti Aksi Provokatif

Sebarkan artikel ini

Ban­dung, SniperNew.id — Aksi protes yang dilakukan war­ga Ban­dung kem­bali menarik per­ha­t­ian pub­lik. Gabun­gan Raky­at Anti Peng­gusuran turun ke jalan pada Kamis siang, 4 Sep­tem­ber 2025, den­gan cara tak biasa: mas­sa melem­parkan sam­pah ke ger­bang Gedung DPRD Jawa Barat. Aksi ini dise­but seba­gai sim­bol keke­ce­waan ter­hadap wak­il raky­at yang dini­lai abai pada pen­der­i­taan war­ga.

Insi­d­en terse­but diung­gah oleh akun media sosial info.cigadung melalui plat­form Threads, yang memicu reak­si luas dari neti­zen. Ung­ga­han ini menampilkan cup­likan suasana aksi den­gan keteran­gan.

“Aksi War­ga Ban­dung! Gabun­gan Raky­at Anti Peng­gusuran kem­bali turun ke jalan. Kali ini mere­ka mem­buang sam­pah di ger­bang DPRD Jabar seba­gai sim­bol keke­ce­waan ter­hadap wak­il raky­at yang diang­gap abai pada pen­der­i­taan war­ga, Kamis 4 Sep­tem­ber 2025 siang hari ini.”

Selain itu, ung­ga­han terse­but dilengkapi teks tebal dalam video. “Kem­bali demo, mas­sa aksi lem­par sam­pah ke Gedung DPRD, baru juga kemarin di…”

Aksi ini lang­sung men­u­ai kri­tik dari war­ganet yang men­gang­gap cara penyam­pa­ian aspi­rasi terse­but merugikan banyak pihak, teruta­ma petu­gas keber­si­han dan masyarakat umum.

Kolom komen­tar ung­ga­han itu ramai den­gan berba­gai pen­da­p­at. Sejum­lah akun men­gungkap­kan keke­ce­waan ter­hadap aksi demon­strasi den­gan melem­par sam­pah. Berikut rangku­man komen­tar neti­zen berdasarkan pan­tauan:

  Banjir Bandang Terjang Cisolok dan Cikakak, Akses Jalan Terputus-Warga Diminta Tetap Waspada

badut_katakata berko­men­tar. “Emang ada yang bayar. Sudah jelas kemarin KDM men­jem­bat­ani diskusi dan penyam­pa­ian tun­tu­tan maha­siswa dis­am­paikan lang­sung ke DPRD Jabar. Dan akan diteruskan ke pusat. Trus apa yang kalian tun­tut. Coba salah satu suruh orasi. Glagepan.”

atty_nabil meny­oroti pro­vokasi dalam aksi ini. “Astag­fir­ul­lah hal azi­i­imm, gak ada lelah­nya ‘mere­ka’ mem­pro­vokasi raky­at yaa supaya rusuh terusss.”

design_by_nadya menulis. “Iah yang kasi­han nan­ti petu­gas keber­si­han­nya, raky­at bawah juga, miris.”

hendrii_aldo menyindir den­gan nada sarkastis. “Yang demo sedang menyalurkan hobinya.”

Komen­tar pedas datang dari akun adhya.larasati yang men­gaku menyak­sikan lang­sung kon­disi Gedung DPRD Jabar. Ia menu­turkan adanya span­duk dari komu­ni­tas ojek online (ojol) yang mem­inta agar gedung tidak diko­tori kem­bali sete­lah diber­sihkan. “Aku tadi siang lewat sini dan lihat sendiri Gedung DPRD udah ada span­duk kurang lebih tulisan­nya:

‘Gedung DPRD sudah kami bersihkan, tolong jan­gan kotori atau dirusak lagi. Ter­tan­da Per­sat­u­an Ojol.’

Kalau aku jadi ojol yang ikut bersihkan kemarin, aku marah sih. Udah damai kok disu­lut lagi. Aspi­rasi maha­siswa juga sudah diden­gar DPRD di Gedung Sate kemarin.”

Komen­tar ini meng­garis­bawahi keti­dakpuasan masyarakat atas aksi lan­ju­tan mes­ki sudah ada perte­muan sebelum­nya antara maha­siswa dan DPRD.

Akun tim­o­tiusyaga­mi dan beber­a­pa lain­nya mem­per­tanyakan motif di balik aksi terse­but:

tim­o­tiusyaga­mi. “Perasaan kemaren dah dia­log ter­bu­ka, dah diden­gar juga, ini pen­de­mo bayaran dari­mana lagi? Men­tang-men­tang demo-nya siang biar gak diki­ra pro­voka­tor gitu? Kurasa neti­zen tak sebo­do itu.”

wang­wey­wey menim­pali den­gan nada kesal. “Baru kemarin diber­sihkan, ojol pun ikut bersih-bersih, berpikir waras, anda itu dari belakang ditikam dan ditung­gang­gi.”

  Truk Pengangkut Motor Terperosok di Sitinjau Lauik Akibat Rem Blong

maiamaikece205 juga meni­lai aksi terse­but sudah tidak wajar. “Ini si sudah tidak benar, kecuali tidak dire­spons sama KDM, wah kaca.”

Banyak neti­zen men­geluhkan dampak aksi demon­strasi ini, teruta­ma kare­na men­go­tori fasil­i­tas umum. Akun santi_meila menulis pan­jang lebar soal empati.  “Ya Allah, Ibu-ibu bapak-bapak… itu yang bersi­hin nan­ti saudara-saudara kita juga yang menya­pu jalanan. Gak kasian sama yang ker­janya bebere­sih? Gak pun­ya empati… malah ketawa-ketawa meni baha­gia gitu… sadar gak itu teh?”

Komen­tar seru­pa datang dari akun jrobin_jr. “Pro­vok­a­siterus bayarin terus mau-maun­ya aja tuh masyarakat yang demo gitu­an tak beradab. Mungkin gak lihat med­sos keteran­gan Pak Gub dan aparat pemer­in­tah Jabar. Ini mah sen­ga­ja buang sam­pah, sung­guh aneh demo kayak gini.”

Akun layla231m juga menam­bahkan. “Mem­bu­at kotor, menyusahkan orang lain untuk mem­ber­sihkan­nya.”

Semen­tara itu, dadan_brother men­gusulkan huku­man sosial bagi mere­ka yang mem­buang sam­pah sem­barangan saat aksi. “Nahon mak­sud­nya ini lain ngo­toran kota atuh pan judul­nya… malah mice­un sam­pah. Hukum eta jele­ma nu mice­un sam­pah jadi petu­gas keber­si­han saminggu/sabulan, meh ngarasa.”

Aksi demon­strasi Gabun­gan Raky­at Anti Peng­gusuran dilakukan den­gan melem­parkan sam­pah ke ger­bang Gedung DPRD Jawa Barat seba­gai ben­tuk protes dan sim­bol keke­ce­waan ter­hadap anggota dewan. Aksi ini viral sete­lah diung­gah akun info.cigadung di media sosial.

Aksi ini dilakukan oleh Gabun­gan Raky­at Anti Peng­gusuran. Tar­get kri­tik mere­ka adalah anggota DPRD Jawa Barat yang dini­lai tidak mem­per­hatikan pen­der­i­taan war­ga. Selain itu, komu­ni­tas ojol yang sebelum­nya mem­ber­sihkan area DPRD juga ter­sorot dalam diskusi pub­lik.

Aksi berlang­sung pada Kamis, 4 Sep­tem­ber 2025, siang hari. Video dan foto aksi mulai terse­bar beber­a­pa jam sete­lah keja­di­an.

  Cari Barang Bekas di Kondangan, Pria Ini Justru Dapat Saweran

Lokasi aksi bera­da di ger­bang Gedung DPRD Jawa Barat, Ban­dung, Jawa Barat.

Motif aksi adalah untuk menun­jukkan keke­ce­waan ter­hadap DPRD Jabar, khusus­nya terkait isu peng­gusuran. Namun, banyak pihak meni­lai aksi ini kon­trapro­duk­tif kare­na merusak fasil­i­tas umum dan meng­gang­gu ketert­iban.

Mas­sa datang ke lokasi dan melakukan aksi den­gan cara mem­buang atau melem­parkan sam­pah ke ger­bang Gedung DPRD Jabar. Aksi ini direkam dan dise­barkan di media sosial, memicu perde­batan di kolom komen­tar, den­gan banyak neti­zen meni­lai aksi ini pro­vokatif.

Banyak komen­tar yang mem­per­tanyakan efek­tiv­i­tas aksi ini, ter­lebih sete­lah adanya perny­ataan bah­wa aspi­rasi maha­siswa sebelum­nya sudah diter­i­ma DPRD. Kri­tikan neti­zen meni­lai aksi mem­buang sam­pah hanya menam­bah peker­jaan bagi petu­gas keber­si­han dan merusak cit­ra per­juan­gan raky­at.

Seba­gian war­ganet bahkan men­curi­gai adanya pro­vokasi atau kepentin­gan pihak ter­ten­tu di balik aksi ini. Beber­a­pa komen­tar berna­da sindi­ran meni­lai aksi seper­ti ini tidak mencer­minkan cara penyam­pa­ian aspi­rasi yang san­tun dan solu­tif.

Peri­s­ti­wa ini menun­jukkan bagaimana aksi protes yang dilakukan den­gan cara kon­tro­ver­sial dap­at memicu reak­si keras dari masyarakat. Alih-alih men­da­p­at sim­pati, aksi melem­par sam­pah ke Gedung DPRD Jabar men­u­ai kri­tik pedas, teruta­ma kare­na dini­lai merugikan banyak pihak, mulai dari petu­gas keber­si­han hing­ga war­ga Ban­dung secara umum.

Mes­ki aspi­rasi war­ga terkait isu peng­gusuran patut men­da­p­at per­ha­t­ian serius, cara penyam­pa­ian­nya kini diperde­batkan. Pub­lik berharap ada dia­log ter­bu­ka yang kon­struk­tif antara war­ga dan pemer­in­tah tan­pa harus men­gor­bankan keber­si­han dan ketert­iban kota. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *