Terupdate

Ricuh Aksi di Surabaya: Gedung Grahadi Terbakar, Publik Sesalkan Tindakan Anarkis

481
×

Ricuh Aksi di Surabaya: Gedung Grahadi Terbakar, Publik Sesalkan Tindakan Anarkis

Sebarkan artikel ini

Surabaya, SniperNew.id – Aksi demon­strasi yang berlang­sung di depan Gedung Negara Gra­ha­di, Surabaya, Jawa Timur, berakhir ricuh hing­ga menye­babkan kebakaran di ban­gu­nan berse­jarah terse­but. Peri­s­ti­wa ini memicu sorotan luas masyarakat, baik dari kalan­gan peja­bat maupun war­ganet, yang menye­salkan adanya tin­dakan anarkis dalam aksi yang sem­u­la bertu­juan menyam­paikan aspi­rasi, Ming­gu (31/08/2025).

Sebuah aksi demon­strasi di Surabaya beru­jung pada pem­bakaran Gedung Negara Gra­ha­di, salah satu ban­gu­nan cagar budaya dan ikon sejarah di Jawa Timur. Berdasarkan ung­ga­han akun @surabayakabarmetro, sebelum peri­s­ti­wa kebakaran ter­ja­di, Guber­nur Jawa Timur, Khofi­fah Indar Parawansa, sem­pat men­e­mui lang­sung para demon­stran. Dalam kesem­patan itu, Khofi­fah meny­atakan akan beru­paya mem­be­baskan sejum­lah demon­stran yang dia­mankan oleh aparat kea­manan.

Namun, mes­ki sudah ada dia­log, ker­icuhan tetap pec­ah. Gedung Gra­ha­di yang seharus­nya dija­ga bersama jus­tru dilalap api, memicu keca­man luas dari pub­lik.

1. Guber­nur Jawa Timur, Khofi­fah Indar Parawansa Khofi­fah turun lang­sung men­e­mui mas­sa. Ia menyam­paikan kese­di­aan untuk menam­pung aspi­rasi demon­stran sekali­gus beru­paya agar mere­ka yang dita­han aparat dap­at dibebaskan.

2. Demon­stran. Ribuan orang yang hadir di lokasi menyuarakan tun­tu­tan. Namun di ten­gah aksi, ter­ja­di tin­dakan anarkis beru­pa pem­bakaran fasil­i­tas negara. Iden­ti­tas pelaku pem­bakaran belum dipastikan.

3. Aparat Kea­manan. Sejum­lah anggota TNI dan Pol­ri hadir di lokasi untuk men­ja­ga kea­manan ser­ta men­gaw­al Guber­nur Jawa Timur saat berdia­log den­gan mas­sa.

  Unggahan Media Soroti Pembabatan Hutan Aceh Tengah Massif

4. Masyarakat dan Neti­zen. Ribuan komen­tar bermuncu­lan di media sosial yang berisi kepri­hati­nan, kri­tik, hing­ga tuduhan adanya pro­voka­tor di balik pem­bakaran.

Peri­s­ti­wa ricuh ter­ja­di pada malam hari, saat aksi mas­sa memu­ncak di depan Gedung Negara Gra­ha­di. Berdasarkan ung­ga­han akun media sosial yang ramai beredar, peri­s­ti­wa ini ter­ja­di dalam 24 jam ter­akhir sebelum beri­ta ini ditu­runk­an.

Lokasi peri­s­ti­wa adalah Gedung Negara Gra­ha­di, Jalan Guber­nur Suryo, Surabaya, Jawa Timur. Gedung berse­jarah yang juga meru­pakan cagar budaya terse­but men­ja­di sak­si sejarah pan­jang Jawa Timur, ter­ma­suk seba­gai tem­pat res­mi berba­gai acara kene­garaan.

Mes­ki Guber­nur sudah men­e­mui mas­sa, ricuh tetap pec­ah. Dari komen­tar masyarakat di media sosial, ada beber­a­pa kemu­ngk­i­nan penye­bab:

Aksi Dis­usupi Pro­voka­tor
Beber­a­pa war­ganet men­duga ada pihak yang tidak bertang­gung jawab den­gan sen­ga­ja mem­bu­at kerusuhan untuk men­coreng aksi damai. Seo­rang neti­zen menulis: “Hati-hati pro­voka­tor gen­tayan­gan.”

Emosi Mas­sa yang Memu­ncak
Ada pula yang meni­lai mas­sa ter­bawa emosi sehing­ga aksi yang awal­nya untuk menyam­paikan aspi­rasi berubah men­ja­di tin­dakan anarkis.

Ada Unsur Kesen­ga­jaan
Komen­tar lain menye­but bah­wa tin­dakan ini bukan spon­tan, melainkan sudah ada unsur kesen­ga­jaan untuk meng­han­curkan negeri lewat perusakan aset negara.

Awal­nya, demon­strasi berlang­sung den­gan orasi mas­sa. Guber­nur Khofi­fah hadir untuk berdia­log. Situ­asi sem­pat terk­endali, namun kemu­di­an muncul kabar dan reka­man visu­al yang menun­jukkan api melalap Gedung Gra­ha­di. Hing­ga kini, belum ada keje­lasan res­mi sia­pa yang memicu pem­bakaran terse­but.

Ung­ga­han akun @surabayakabarmetro ten­tang perte­muan Guber­nur Khofi­fah den­gan demon­stran lang­sung men­u­ai beragam tang­ga­pan. Berikut rangku­man komen­tar war­ganet:

1. Menyayangkan Tin­dakan Anarkis
Banyak yang menyayangkan tin­dakan mem­bakar Gedung Gra­ha­di, mengin­gat ban­gu­nan terse­but adalah cagar budaya dan memi­li­ki nilai sejarah ting­gi.

  Bara Rokok Picu Kebakaran Petasan, Detik-Detik Mencekam Terekam Video

“Heee Gra­ha­di lho, ya ampun kok sam­pai kebakar sih. Itu cagar budaya lhooo eman banget, nan­ti ban­gun­nya lagi pakai uang raky­at lagi lhooo.” tulis akun @madeena0808.

Akun lain mene­gaskan: “Sia­papun kamu diba­lik topeng ini, nggak lucu ya bakar Gedung Gra­ha­di. Itu bukan FASUM, tapi cagar budaya!”

2. Menud­ing Ada Pro­voka­tor
Sejum­lah komen­tar meni­lai bah­wa pem­bakaran dilakukan oleh pihak tak bertang­gung jawab.

“Tuh kan, tuh kan, pro­voka­tor dan­cuk,” tulis akun @dameliarosa.

Akun @mochsalim1 mengin­gatkan: “Hati-hati pro­voka­tor gen­tayan­gan.”

3. Meni­lai Aksi Tak Lagi Murni
Ada war­ganet yang menye­but demon­strasi telah melen­ceng dari tujuan awal.

“Ini bukan murni, tapi sudah ada unsur kesen­ga­jaan untuk meng­han­curkan negeri lewat orang-orang yang tidak bertang­gung jawab,” ujar akun @m.asrum.

Akun lain menulis: “Fix kalau ben­er­an demon­stran yang mem­babi buta, kalian udah melen­ceng jauh dari fokus awal.”

4. Mengkri­tik Pemer­in­tah
Di sisi lain, seba­gian komen­tar juga mengkri­tik pemer­in­tah kare­na diang­gap lam­ban mere­spons tun­tu­tan raky­at.

“Iki pemer­in­tah wes kasep, kadong emosi. Sekarang maun­ya pemer­in­tah bagaimana? Kalau nggak mam­pu mundur aja, raky­at sudah muak,” tulis akun @rawajitu750.

5. Meng­har­gai Langkah Guber­nur
Tak sedik­it pula yang meng­har­gai upaya Guber­nur Khofi­fah men­e­mui lang­sung mas­sa.

“Pada­hal wes dite­mui lo guys. Fix ini yang demo bukan atas nama raky­at pakai bakar-bakar,” tulis akun @mama_baik_hatinya.

Komen­tar lain menam­bahkan: “Udah dite­mui, suara yang mau dis­am­paikan semen­tara ini udah ter­tam­pung. Terus kena­pa masih dibakar?”

Gedung Negara Gra­ha­di bukan sekadar ban­gu­nan pemer­in­ta­han. Diresmikan sejak masa kolo­nial Belan­da, gedung ini meru­pakan warisan sejarah dan cagar budaya yang memi­li­ki nilai pent­ing bagi masyarakat Jawa Timur.

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Banyak war­ga menyayangkan pem­bakaran ini kare­na dikhawatirkan akan merusak warisan sejarah. Selain itu, bila harus diren­o­vasi atau diban­gun kem­bali, maka biaya akan diam­bil dari anggaran negara yang bersum­ber dari pajak raky­at.

Ung­ga­han @surabayakabarmetro juga meny­er­takan doa: “Ya Allah, mugo-mugo Jatim dan Suroboyo damai maneh yo rek.” Pesan ini sejalan den­gan hara­pan banyak pihak agar situ­asi di Jawa Timur segera kem­bali kon­dusif.

Sejum­lah komen­tar pun mende­sak agar pro­vokasi dan tin­dakan anarkis segera dihen­tikan. Pub­lik meni­lai bah­wa aspi­rasi bisa dis­am­paikan den­gan cara damai tan­pa harus merusak aset negara atau warisan budaya.

Dari rangka­ian peri­s­ti­wa dan komen­tar pub­lik, ter­li­hat adanya dua arus besar dalam menyikapi kerusuhan ini:

1. Arus Kepri­hati­nan
Masyarakat menye­salkan Gedung Gra­ha­di seba­gai cagar budaya jus­tru jadi kor­ban. Banyak yang men­gang­gap aksi sudah kelu­ar dari jalur aspi­rasi raky­at.

2. Arus Kecuri­gaan
Tak sedik­it yang men­curi­gai adanya pro­voka­tor yang menung­gan­gi aksi untuk mem­perkeruh keadaan.

3. Arus Kri­tik ter­hadap Pemer­in­tah
Beber­a­pa war­ganet meni­lai pemer­in­tah lam­ban dan gagal men­gen­da­likan situ­asi sehing­ga raky­at frus­trasi.

Ter­lepas dari semua itu, yang jelas ker­icuhan ini telah merugikan banyak pihak. Gedung Gra­ha­di seba­gai sim­bol sejarah ter­bakar, cit­ra aksi demon­strasi tern­odai, dan masyarakat kem­bali ter­pec­ah oleh pro-kon­tra.

Kasus ker­icuhan di Surabaya ini men­ja­di pela­jaran pent­ing bah­wa menyam­paikan aspi­rasi meru­pakan hak seti­ap war­ga negara, namun harus dilakukan den­gan cara damai dan bertang­gung jawab. Aksi yang berubah men­ja­di anarkis jus­tru merugikan semua pihak, teruta­ma raky­at sendiri.

Kini, pub­lik menan­tikan langkah pemer­in­tah dan aparat dalam men­gusut tun­tas dalang pem­bakaran Gedung Gra­ha­di, sekali­gus memas­tikan agar peri­s­ti­wa seru­pa tidak teru­lang di masa depan. (Dar­ma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *