Berita Peristiwa

Kebakaran Subuh di Kota Lama, Warung Bancaan Hangus, Penyebab Masih Diselidiki

252
×

Kebakaran Subuh di Kota Lama, Warung Bancaan Hangus, Penyebab Masih Diselidiki

Sebarkan artikel ini

Semarang, SniperNew.id — 27 Agus­tus 2025 Kebakaran kem­bali menghe­bohkan war­ga Semarang, tepat­nya di kawasan wisa­ta Kota Lama. Peri­s­ti­wa itu ter­ja­di di sebuah Warung Ban­caan yang bera­da tak jauh dari salah satu gerai es krim pop­uler, Mix­ue. Keja­di­an nahas terse­but berlang­sung pada Rabu (27/8/2025) dini hari, saat seba­gian besar war­ga sek­i­tar masih ter­lelap. Api yang tiba-tiba muncul den­gan cepat mem­be­sar dan melalap seba­gian ban­gu­nan warung, memicu kepanikan war­ga sek­i­tar yang sem­pat beru­paya memadamkan kobaran si jago mer­ah den­gan per­ala­tan seadanya.

Peri­s­ti­wa kebakaran ini sem­pat viral di media sosial sete­lah akun Insta­gram @infosemarange men­gung­gah kabar terse­but lengkap den­gan video detik-detik api berko­bar. Dalam ung­ga­han terse­but, dis­am­paikan bah­wa war­ga setem­pat bahu mem­bahu untuk men­gen­da­likan api sem­bari menung­gu kedatan­gan tim pemadam kebakaran (damkar) Kota Semarang. Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada lapo­ran kor­ban jiwa, semen­tara penye­bab kebakaran masih dalam tahap penye­lidikan oleh pihak berwe­nang.

Menu­rut infor­masi yang dihim­pun, kebakaran ter­ja­di sek­i­tar pukul 03.30 WIB. Saat itu, suasana kawasan Kota Lama masih lengang. Tiba-tiba war­ga sek­i­tar dike­jutkan oleh kepu­lan asap pekat dis­er­tai per­cikan api dari arah Warung Ban­caan. Api den­gan cepat mem­be­sar, mengin­gat ban­gu­nan warung terse­but seba­gian besar berba­han kayu dan memi­li­ki per­ab­otan mudah ter­bakar.

Seo­rang war­ga yang eng­gan dise­butkan namanya men­gungkap­kan bah­wa beber­a­pa orang di sek­i­tar lokasi lang­sung berusa­ha memadamkan api den­gan meng­gu­nakan ember berisi air dan alat seadanya. “Kami semua panik, takut api merem­bet ke ban­gu­nan lain kare­na kawasan ini kan banyak ban­gu­nan tua. Jadi kami berusa­ha sebisanya memadamkan api sebelum petu­gas damkar datang,” ujarnya.

  Video Banjir Taman Pancing Lama Tuai Polemik Warganet

Tak lama kemu­di­an, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petu­gas lang­sung melakukan penyem­protan air dari berba­gai sisi untuk memadamkan api agar tidak men­jalar ke ban­gu­nan lain di sek­i­tar kawasan wisa­ta her­itage terse­but. Berun­tung, kobaran api dap­at diji­nakkan dalam wak­tu relatif cepat sehing­ga kebakaran tidak sam­pai merusak ban­gu­nan lain di sek­i­tarnya.

Kota Lama Semarang dike­nal seba­gai kawasan wisa­ta berse­jarah den­gan ban­gu­nan-ban­gu­nan berar­sitek­tur kolo­nial. Mes­ki memi­li­ki daya tarik wisa­ta yang ting­gi, kawasan ini juga memi­li­ki tan­ta­n­gan tersendiri dalam penan­ganan ben­cana kebakaran. Banyak ban­gu­nan tua berba­han kayu dan infra­struk­tur yang belum sepenuh­nya mod­ern mem­bu­at api lebih cepat menye­bar jika ter­ja­di kebakaran.

Peri­s­ti­wa kebakaran kali ini men­ja­di pengin­gat akan pent­ingnya sis­tem kea­manan dan pence­ga­han kebakaran yang memadai, baik untuk war­ga maupun pelaku usa­ha di kawasan Kota Lama. Menu­rut keteran­gan petu­gas damkar, jalan sem­pit dan parkir liar di beber­a­pa titik ser­ing men­ja­di kendala saat mobil pemadam harus berg­er­ak cepat menu­ju lokasi. “Kami selalu beru­paya mak­si­mal, tapi kon­disi kawasan yang ramai dan banyak ban­gu­nan tua memang men­ja­di tan­ta­n­gan tersendiri,” kata salah seo­rang petu­gas yang ikut memadamkan api.

Sebelum kedatan­gan tim damkar, war­ga setem­pat menun­jukkan kepedu­lian dan kekom­pakan yang patut diapre­si­asi. Mere­ka berusa­ha mem­i­ni­mal­isasi dampak kebakaran den­gan meng­gu­nakan ember air, kain basah, hing­ga alat pemadam ringan yang dim­i­li­ki seba­gian pemi­lik toko. Mes­ki tidak mam­pu memadamkan api sepenuh­nya, langkah awal ini mem­ban­tu mem­per­lam­bat penye­baran api.

“Kalau war­ga tidak sigap, kemu­ngk­i­nan api bisa men­jalar lebih luas. Ini buk­ti sol­i­dar­i­tas masyarakat di Kota Lama masih san­gat ting­gi,” ujar seo­rang peda­gang di kawasan terse­but.

Hing­ga saat ini, pihak berwe­nang masih melakukan penye­lidikan untuk menge­tahui penye­bab pasti kebakaran. Polisi telah memasang garis polisi di sek­i­tar lokasi untuk menga­mankan area dan memu­dahkan pros­es penye­lidikan. Dugaan awal men­garah pada kemu­ngk­i­nan korslet­ing listrik atau kelala­ian peng­gu­naan per­ala­tan masak, namun belum ada keteran­gan res­mi.

  Ledakan Oven di Dapur MBG Banyumas, Sepuluh Relawan Terluka

Kapolsek Semarang Ten­gah menyam­paikan bah­wa pihaknya akan melakukan pemerik­saan menyelu­ruh. “Kami sudah menga­mankan lokasi, dan akan bek­er­ja sama den­gan tim ahli kebakaran untuk menge­tahui penye­bab­nya. Kami juga mem­inta keteran­gan dari pemi­lik warung dan sak­si-sak­si di sek­i­tar lokasi,” jelas­nya.

Kabar baiknya, tidak ada kor­ban jiwa dalam insi­d­en ini. Namun, keru­gian mate­r­i­al diperki­rakan cukup besar kare­na seba­gian ban­gu­nan warung hangus ter­bakar. Selain keru­gian pemi­lik warung, kebakaran ini juga menim­bulkan kepanikan di kawasan yang biasanya men­ja­di des­ti­nasi wisa­ta pop­uler, teruta­ma bagi wisa­tawan domestik dan man­cane­gara.

Sejum­lah peda­gang dan pelaku usa­ha di sek­i­tar lokasi pun berharap agar pihak berwe­nang segera melakukan eval­u­asi menyelu­ruh terkait sis­tem pence­ga­han kebakaran di kawasan Kota Lama. “Kami semua kaget dan takut. Kalau kebakaran seper­ti ini ter­ja­di lagi, bisa merusak cit­ra wisa­ta Kota Lama. Harus ada langkah nya­ta supaya keja­di­an seper­ti ini tidak teru­lang,” ungkap salah satu pemi­lik toko suvenir di kawasan terse­but.

Video dan foto keja­di­an kebakaran yang diung­gah oleh akun @infosemarange di Insta­gram lang­sung menye­dot per­ha­t­ian neti­zen. Banyak war­ganet men­gungkap­kan rasa syukur kare­na tidak ada kor­ban jiwa. Beber­a­pa komen­tar juga meny­oroti pent­ingnya alat pemadam api ringan (APAR) di seti­ap tem­pat usa­ha, teruta­ma di kawasan den­gan ban­gu­nan tua.

Sejum­lah peng­gu­na media sosial juga men­gapre­si­asi ker­ja cepat petu­gas pemadam kebakaran dan kepedu­lian war­ga yang berani mem­ban­tu memadamkan api sebelum situ­asi semakin parah. “Salut untuk war­ga yang sigap dan damkar yang cepat sam­pai di lokasi. Semoga pemi­lik warung diberi keku­atan,” tulis seo­rang peng­gu­na Insta­gram di kolom komen­tar.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat bagi masyarakat akan pent­ingnya kesadaran ter­hadap bahaya kebakaran. Seti­ap ban­gu­nan, teruta­ma yang digu­nakan untuk usa­ha kulin­er atau peny­im­panan barang mudah ter­bakar, ide­al­nya dilengkapi den­gan sis­tem kea­manan kebakaran seper­ti APAR, alarm kebakaran, hing­ga penge­cekan rutin insta­lasi listrik.

Pemer­in­tah Kota Semarang sendiri sebe­narnya telah mengim­bau selu­ruh pelaku usa­ha di kawasan Kota Lama untuk mem­per­hatikan stan­dar kese­la­matan ban­gu­nan. Namun, masih banyak pemi­lik usa­ha yang men­gang­gap hal terse­but tidak ter­lalu mende­sak, hing­ga akhirnya kebakaran seper­ti ini ter­ja­di dan menim­bulkan keru­gian besar.

  Banjir Landa Kuantan Saat Relawan Salurkan Bantuan Aceh

Pakar kese­la­matan kebakaran dari salah satu uni­ver­si­tas di Semarang meni­lai bah­wa edukasi pence­ga­han kebakaran harus lebih masif. “Kita ser­ingkali baru sadar sete­lah ada keja­di­an. Pada­hal den­gan per­awatan insta­lasi listrik dan penye­di­aan APAR, risiko kebakaran bisa ditekan. Selain itu, sim­u­lasi evakuasi dan pelati­han penang­gu­lan­gan kebakaran harus digiatkan di kawasan wisa­ta seper­ti Kota Lama,” ujarnya.

Mes­ki kebakaran ini tidak menelan kor­ban jiwa, peri­s­ti­wa ini tetap men­ja­di puku­lan bagi pemi­lik usa­ha yang ter­dampak. Banyak pihak berharap pemer­in­tah daer­ah mem­berikan dukun­gan kepa­da pemi­lik warung agar dap­at kem­bali bangk­it dan melan­jutkan usa­ha mere­ka. Selain itu, eval­u­asi ter­hadap sis­tem kea­manan di kawasan Kota Lama dihara­p­kan dap­at men­ja­di pri­or­i­tas.

Pemer­in­tah Kota Semarang beren­cana mengge­lar rap­at koor­di­nasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pari­wisa­ta, dan Dinas Perda­gan­gan untuk mem­ba­has langkah pence­ga­han ke depan. “Kami tidak ingin keja­di­an seru­pa teru­lang. Selain pene­gakan atu­ran, kami akan meningkatkan fasil­i­tas pen­dukung kese­la­matan di kawasan wisa­ta Kota Lama,” ujar salah satu peja­bat Pemkot Semarang.

Kebakaran di Warung Ban­caan, kawasan Kota Lama Semarang, pada Rabu dini hari ini men­ja­di peringatan keras bagi semua pihak ten­tang pent­ingnya kewas­padaan ter­hadap risiko kebakaran. Meskipun tidak ada kor­ban jiwa, keru­gian mate­r­i­al dan dampak psikol­o­gis bagi war­ga tetap terasa. Peri­s­ti­wa ini sekali­gus men­ja­di momen­tum untuk meningkatkan kesadaran kolek­tif akan kese­la­matan lingkun­gan, khusus­nya di kawasan berse­jarah dan padat aktiv­i­tas seper­ti Kota Lama.

Sol­i­dar­i­tas war­ga, ker­ja cepat petu­gas damkar, dan kepedu­lian masyarakat di media sosial menun­jukkan bah­wa musi­bah seper­ti ini bisa men­ja­di pen­guat sol­i­dar­i­tas. Namun, langkah pence­ga­han yang lebih sis­tem­a­tis tetap diper­lukan agar kawasan Kota Lama tetap aman, nya­man, dan menarik bagi wisa­tawan. (Lin­da)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *