Berita Peristiwa

Longsor Hantam Kawasan Industri Piyungan, Batu Raksasa 8 Meter Timpa Jalan

180
×

Longsor Hantam Kawasan Industri Piyungan, Batu Raksasa 8 Meter Timpa Jalan

Sebarkan artikel ini

Bantul, SniperNew.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bantul pada Selasa malam mengakibatkan bencana longsor di kawasan Industri Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dampak longsor yang terjadi pada Rabu (20/8/2025) itu menimbulkan peristiwa cukup mengejutkan, yakni runtuhnya batu raksasa berdiameter sekitar delapan meter yang menghantam pagar pembatas jalan kawasan industri setempat.

Peristiwa tersebut dilaporkan langsung oleh akun resmi Pemerintah Kabupaten Bantul melalui media sosial, dengan mengutip sumber dari Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Dalam keterangan resminya, longsor ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi pada hari sebelumnya. Air hujan yang terus mengguyur menyebabkan struktur bebatuan di atas tebing mengalami keretakan dan tidak mampu lagi menahan beban, hingga akhirnya longsor terjadi.

“Hallo sedulur Bantul, telah terjadi longsor yang berdampak batu berdiameter 8 m menghantam pagar pembatas jalan kawasan Industri Piyungan pada Rabu 20 Agustus 2025. Disebabkan hujan terjadi pada hari Selasa serta struktur batuan di atas sudah mengalami keretakan,” tulis keterangan resmi Pemkab Bantul melalui akun media sosial, Rabu siang.

Dari pantauan di lapangan, sebuah batu berukuran raksasa tampak terhempas ke badan jalan setelah longsor. Batu tersebut menutup sebagian akses jalan di kawasan industri, tepat di dekat pagar pembatas berwarna hijau dengan ornamen khas. Material longsoran juga menyebar ke area jalan, membuat kondisi jalan tidak bisa dilalui dengan aman oleh kendaraan.

  Puluhan Warga Terjebak di Puncak Hutanabolon Akibat Longsor 

Dalam sebuah foto yang diunggah Pemkab Bantul, terlihat batu besar dengan warna keabu-abuan dan bercak tanah menghalangi jalan. Di sekitar lokasi, tampak beberapa warga bersama petugas berdiri mengamati kondisi longsor. Kerusakan terlihat pada bagian pagar pembatas jalan yang roboh akibat hantaman batu berdiameter delapan meter tersebut.

Situasi ini cukup menyita perhatian masyarakat sekitar. Meski demikian, berdasarkan informasi dari BPBD Bantul, hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Tim Reaksi Cepat BPBD Bantul segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen cepat dan memastikan kondisi sekitar aman dari potensi longsor susulan. Dalam video yang juga beredar, sejumlah petugas BPBD tampak mengenakan seragam oranye tengah memeriksa kondisi tebing di atas lokasi longsor. Mereka berdiri di atas bebatuan yang diduga menjadi titik awal pergerakan longsor, bersama seorang warga yang turut menunjukkan area rawan.

Petugas tampak melakukan komunikasi intensif untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk upaya membersihkan material longsoran serta memantau kondisi batuan di sekitar lokasi. Hal ini penting mengingat struktur tanah dan bebatuan di wilayah tersebut masih berpotensi kembali longsor jika hujan deras turun lagi.

  Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Sei Rampah, Sejumlah Titik Terendam dan Arus Lalu Lintas Melambat

Kepala BPBD Bantul (hingga berita ini diturunkan belum disebutkan namanya dalam rilis resmi) menekankan bahwa penanganan harus segera dilakukan, mengingat batu berukuran raksasa itu menghalangi akses jalan kawasan industri dan bisa membahayakan masyarakat. Selain itu, pembersihan material longsoran juga perlu dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas kendaraan.

Pemkab Bantul melalui media sosial mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di wilayah rawan longsor, khususnya di kawasan Industri Piyungan. Peringatan dini ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan maupun kerugian materiil yang lebih besar.

Warga sekitar yang ditemui di lokasi juga menyampaikan kekhawatirannya. “Ini baru pertama kali batu sebesar ini jatuh. Jalan jadi tertutup, kami khawatir kalau ada hujan lagi bisa ada longsor susulan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa warga lain juga terlihat ikut membantu membersihkan material kecil yang berserakan di jalan, sembari menunggu langkah resmi dari pihak berwenang.

Fenomena longsor di Bantul sebenarnya bukan peristiwa baru. Kondisi geografis Bantul, terutama di wilayah perbukitan dan kawasan industri Piyungan yang berbatasan dengan tebing, memang rawan mengalami longsor saat curah hujan tinggi. Retakan pada struktur batuan yang sudah lama terbentuk akan semakin melebar ketika air hujan meresap ke dalamnya, hingga akhirnya memicu runtuhan besar.

Para ahli geologi juga sering mengingatkan bahwa kawasan dengan kontur tanah miring dan tebing batuan rapuh sangat rentan terhadap pergerakan tanah. Oleh karena itu, mitigasi bencana menjadi langkah penting yang harus dilakukan, seperti pemetaan daerah rawan longsor, pemasangan rambu peringatan, serta pembangunan dinding penahan tebing pada titik rawan.

  Banjir Kilat Kepung Langsa

Hingga sore hari setelah kejadian, BPBD Bantul masih melakukan asesmen di lapangan. Proses evakuasi batu raksasa dengan ukuran delapan meter tersebut diperkirakan akan memerlukan alat berat, mengingat bobotnya yang sangat besar dan tidak mungkin dipindahkan secara manual.

Petugas juga masih menutup sebagian akses jalan untuk memastikan keselamatan masyarakat. Jalur alternatif disarankan bagi pengguna jalan yang biasa melintasi kawasan industri tersebut.

Pemkab Bantul berjanji akan terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan penanganan longsor ini melalui kanal resmi mereka. Warga diminta untuk tetap waspada, terutama saat melintas di wilayah perbukitan yang rawan longsor.

Peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Industri Piyungan, Bantul, pada Rabu (20/8/2025) menjadi pengingat penting bahwa ancaman bencana bisa datang sewaktu-waktu, terutama di musim hujan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menimbulkan kerugian material dan menutup akses jalan akibat runtuhan batu raksasa berdiameter delapan meter.

Kerja cepat tim BPBD Bantul patut diapresiasi dalam melakukan penanganan awal. Namun, lebih dari itu, kewaspadaan masyarakat serta upaya mitigasi dari pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan agar bencana serupa tidak kembali menimbulkan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.

Editor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *