Dompu, SniperNew.id — Kamis 21 Agustus 2025 Peristiwa kebakaran hebat terjadi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Polindes Desa Lune, Kecamatan Pajo. Insiden ini berlangsung pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WITA dan mengakibatkan bangunan Polindes berikut seluruh isinya dilaporkan ludes dilalap si jago merah.
Menurut informasi yang dihimpun, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian memicu percikan api dan dengan cepat membesar. Situasi semakin parah ketika kobaran api mengenai tabung gas LPG yang ada di dalam bangunan tersebut hingga akhirnya meledak. Ledakan tersebut membuat api semakin sulit dikendalikan dan cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan.
Berdasarkan keterangan dari warga sekitar, api mulai terlihat di bagian dalam bangunan Polindes pada pukul 21.30 WITA. Warga yang melihat kepulan asap dan api berusaha melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya. Namun, api semakin membesar setelah terjadi ledakan dari tabung gas LPG. Suara ledakan cukup keras terdengar hingga radius ratusan meter, membuat warga sekitar panik dan segera menjauh dari lokasi.
Sejumlah saksi mata menuturkan bahwa dalam hitungan menit api sudah melahap atap dan dinding bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar. Upaya warga tidak mampu menahan laju api yang begitu cepat menjalar. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi juga harus berjuang keras untuk mencegah api merembet ke bangunan sekitar.
Polindes atau Pos Kesehatan Desa tersebut diketahui menjadi tempat tinggal seorang pegawai kesehatan bersama keluarga kecilnya. Beruntung, meski kebakaran berlangsung cukup besar, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kondisi panik sempat terjadi ketika keluarga yang tinggal di dalam bangunan bergegas keluar untuk menyelamatkan diri dan barang-barang penting. Namun karena kobaran api begitu cepat membesar, sebagian besar barang berharga tidak dapat diselamatkan. Seluruh peralatan kesehatan, obat-obatan, hingga perlengkapan rumah tangga yang berada di dalam bangunan turut musnah dilalap api.
Hingga saat ini, jumlah pasti kerugian akibat kebakaran tersebut belum dapat dipastikan. Namun, melihat kondisi bangunan Polindes yang hangus total beserta seluruh isi di dalamnya, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pemerintah desa setempat menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah ini.
“Bangunan Polindes beserta isinya dilaporkan ludes terbakar. Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait nilai kerugiannya. Yang terpenting, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujar salah satu aparat desa yang enggan disebutkan namanya.
Petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian dan warga bahu membahu berupaya memadamkan api. Setelah beberapa jam berjibaku, akhirnya api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman menjelang tengah malam. Aparat kepolisian dari Polsek Pajo langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi menduga kebakaran ini murni akibat korsleting listrik. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden yang menghanguskan fasilitas kesehatan tersebut.
Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Lune. Polindes yang selama ini menjadi pusat layanan kesehatan bagi masyarakat kini hilang dilalap api. Banyak warga yang khawatir karena kehilangan fasilitas kesehatan penting yang biasanya menjadi tempat pertama mereka mengakses layanan medis sebelum dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.
“Ini musibah besar bagi desa kami. Polindes adalah tempat kami mendapatkan layanan kesehatan dasar. Semoga pemerintah bisa segera membantu membangun kembali fasilitas ini,” ujar salah seorang warga.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu dikabarkan sudah menerima laporan resmi mengenai insiden kebakaran ini. Pihaknya berencana segera melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk menyiapkan langkah darurat terkait layanan kesehatan bagi warga sekitar.
“Kami akan menyiapkan solusi sementara agar layanan kesehatan masyarakat tidak terhenti. Untuk jangka panjang, kami tentu akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait pembangunan kembali Polindes tersebut,” ungkap seorang pejabat Dinas Kesehatan setempat.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya korsleting listrik. Instalasi listrik yang tidak aman kerap menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Selain itu, penyimpanan tabung gas LPG di dalam ruangan yang tidak memenuhi standar keselamatan juga meningkatkan risiko ketika terjadi kebakaran.
Para ahli keselamatan mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan memperhatikan standar keamanan listrik maupun gas rumah tangga. Pengecekan rutin terhadap instalasi listrik, penggunaan peralatan yang sesuai standar, serta penempatan tabung gas di lokasi yang aman dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran.
Meski insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, kehilangan fasilitas kesehatan tentu menjadi pukulan berat bagi warga Desa Lune. Harapan masyarakat kini tertuju pada pemerintah daerah agar segera memberikan bantuan darurat dan mempercepat pembangunan kembali Polindes yang terbakar.
Warga berharap agar musibah ini bisa menjadi pelajaran berharga sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. Mereka juga menginginkan adanya perhatian lebih terhadap standar keselamatan bangunan publik, terutama yang berfungsi melayani kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan.
Kebakaran hebat yang melanda Polindes Desa Lune, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu pada Kamis malam menjadi salah satu insiden besar yang menyita perhatian masyarakat. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik diperparah dengan meledaknya tabung gas LPG hingga membuat bangunan hangus terbakar.
Tidak adanya korban jiwa tentu menjadi kabar yang melegakan, namun kerugian material dan hilangnya fasilitas kesehatan menjadi kerugian besar yang harus segera mendapat perhatian. Ke depan, diperlukan langkah nyata dari pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran sekaligus mempercepat pemulihan layanan kesehatan yang terdampak.
Editor; (Ahmad)













