Sebuah unggahan edukasi kesehatan mental yang dibagikan oleh akun dr.indratarigan di media sosial Threads baru-baru ini menjadi perhatian warganet. Video singkat yang menampilkan penjelasan mengenai NPD (Narcissistic Personality Disorder) atau gangguan kepribadian narsistik, ramai dibagikan dan menuai banyak komentar.
Dalam unggahannya, dr. Indra Tarigan menjelaskan ciri-ciri orang dengan NPD. Ia menulis. “Ciri NPD: butuh dipuji, kurang empati, manipulatif, mudah tersinggung. Cara hadapi: bikin batasan, jangan terpancing, fokus fakta, jaga jarak kalau toxic.”
Unggahan ini juga dilengkapi keterangan bahwa video yang dibuat melibatkan pasien serta keluarga telah mendapatkan izin tertulis terlebih dahulu untuk kepentingan edukasi.
“📌 Video ini dibuat & diunggah dengan persetujuan tertulis pasien & keluarga untuk edukasi. 🙏 pengikut bantu share ya biar makin banyak yang paham.”
Tak lupa, dokter ini menyertakan sejumlah tagar untuk memperluas jangkauan edukasi, di antaranya:
#NPD #KesehatanMental #Psikologi #MentalHealthAwareness #ToxicRelationship #SelfHealing #EdukasiKesehatan #DokterMenjelaskan #BelajarPsikologi #FaktaPsikologi
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak dr. Indra mengenakan seragam medis berwarna hijau lengkap dengan masker dan penutup kepala. Ia menjelaskan secara sederhana mengenai apa itu NPD dan bagaimana cara masyarakat mengenali serta menyikapinya. Pada layar video muncul tulisan “Di dalam tentang NPD” yang menegaskan topik utama.
Suasana rekaman terlihat berada di lorong rumah sakit dengan latar ruangan medis, menambah kesan profesional sekaligus kredibilitas pada konten yang dibagikan.
Unggahan edukasi ini telah ditonton lebih dari 1.950 kali dalam beberapa jam pertama dipublikasikan. Video tersebut juga memperoleh 96 tanda suka, 2 komentar, 3 kali dibagikan ulang, dan 15 kali diputar ulang (share view).
Beberapa warganet ikut membagikan pengalaman pribadi yang berkaitan dengan perilaku toxic maupun ciri-ciri NPD yang pernah mereka hadapi.
Seorang pengguna dengan nama sripe2n menuliskan pengalaman emosionalnya. “Aku lah salah satunya dok yg pernah ketemu dan menjadi pendamping hidupku, rasanya tuh ya Allah„, sabarku sangat luas banget, d kasih tahu marah, ak slalu salah d matanya, gk ada artinya, tp sudahlah, itu takdirku, hingga dia wafat, krn sakit strokke, hidup bersama dia tuh kekmana y, gk bisa ak ungkapkan, banyak sedih drpd bahagianya, xiXi„ takdir yg dah tertulis buat ak.”
Komentar ini menunjukkan betapa beratnya hidup berdampingan dengan pasangan yang memiliki kecenderungan sifat manipulatif, mudah tersinggung, dan minim empati, meski pada akhirnya tetap diterima sebagai bagian dari takdir kehidupan.
Sementara itu, komentar lain datang dari asmawatiherawani yang menceritakan pengalaman dengan anggota keluarganya. “Jika orang yang dimaksud ada pada orangtua saya terkadang malu melihat sifat yang begitu tapi mau dikatakan apa?? Justru ibu saya suka dan sering memaki di depan anak dan cucunya jadi harga diri saya sebagai anak tertua sudah tidak ada lagi. Jadi serba salah sekarang ini jadi saya yang banyak diamnya dok.”
Komentar ini mencerminkan bagaimana sikap toxic dari orang dekat, bahkan orang tua, dapat menimbulkan luka emosional dalam keluarga.
Melalui unggahan ini, dr. Indra Tarigan tidak hanya menjelaskan ciri-ciri NPD, tetapi juga memberikan langkah praktis bagaimana menyikapinya. Menurutnya, penting bagi setiap orang untuk membuat batasan, tidak mudah terpancing emosi, tetap berpegang pada fakta, serta menjaga jarak bila situasi sudah terlalu toxic.
Pesan ini sejalan dengan prinsip edukasi kesehatan mental yang kini semakin banyak digaungkan di media sosial. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan psikologis, baik dalam lingkup keluarga maupun hubungan sosial, terus meningkat.
Narcissistic Personality Disorder atau gangguan kepribadian narsistik merupakan salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan kebutuhan berlebihan akan pujian, perasaan superior, serta kesulitan dalam berempati. Meski sering dianggap sebagai sifat biasa, pada tingkat tertentu NPD dapat berdampak serius pada hubungan personal maupun sosial.
Dalam hubungan rumah tangga, NPD bisa membuat pasangan merasa tertekan, tidak dihargai, hingga mengalami kelelahan mental. Dalam lingkungan kerja maupun keluarga, perilaku manipulatif dari individu dengan NPD juga bisa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Karena itu, edukasi semacam ini penting agar masyarakat mampu mengenali tanda-tandanya sejak dini dan tahu bagaimana cara menghadapi tanpa merugikan diri sendiri.
Unggahan edukasi dari dr. Indra Tarigan di Threads ini menjadi salah satu contoh bagaimana tenaga medis memanfaatkan media sosial untuk berbagi ilmu yang bermanfaat. Dengan gaya penyampaian yang sederhana, namun berbasis fakta medis, pesan tentang bahaya perilaku toxic dan NPD berhasil menjangkau banyak orang.
Respons warganet yang ikut bercerita menambah bukti nyata bahwa masalah kepribadian narsistik memang dialami oleh sebagian orang dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak masyarakat memahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Menjaga jarak, membuat batasan, dan fokus pada fakta menjadi langkah awal agar tidak terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. (Editor: Ahmad).













