Berita Daerah

Estafet Sarung Santri Nurul Hayat: Meriahkan Kemerdekaan dengan Tawa dan Semangat

574
×

Estafet Sarung Santri Nurul Hayat: Meriahkan Kemerdekaan dengan Tawa dan Semangat

Sebarkan artikel ini
Keterangan Gambar Screenshot video unggah Unggahan akun resmi Threads @nurulhayatku (Tayang 17 jam lalu, disertai video dan foto kegiatan lomba estafet sarung). Senin (04/ 08/ 25).

Surabaya, SniperNew.id  – Dalam rang­ka menyam­but dan mer­ayakan Hari Kemerdekaan Repub­lik Indone­sia ke-80, para santri Khid­mat Nurul Hay­at kem­bali meme­ri­ahkan suasana den­gan berba­gai per­lom­baan khas Agus­tu­san. Salah satu yang menarik per­ha­t­ian pub­lik adalah per­lom­baan unik dan penuh can­da tawa, yaitu Estafet Sarung, yang men­ja­di lom­ba ked­ua dari rangka­ian kegiatan per­ayaan tahun ini, Senin (04/08).

Melalui ung­ga­han res­mi akun media sosial Threads @nurulhayatku, suasana semarak dan penuh kece­ri­aan tam­pak begi­tu terasa. Dalam ung­ga­han yang telah diton­ton puluhan kali ini, ter­li­hat para santri putri men­ge­nakan sarung dan mengiku­ti per­lom­baan estafet yang men­gan­dalkan ker­ja sama tim, kekom­pakan, dan ten­tu saja kecepatan ser­ta ketepatan dalam men­jalankan tan­ta­n­gan.

“Lom­ba ked­ua santri Khid­mat Nurul Hay­at: Estafet sarung!
Suasana penuh tawa dan semangat—meriah banget, alham­dulil­lah!” tulis akun terse­but.

Keme­ri­ahan per­lom­baan ini tidak hanya meng­hadirkan tawa para peser­ta, tetapi juga men­ja­di buk­ti nya­ta bagaimana rasa keber­samaan dan seman­gat nasion­al­isme dap­at ditum­buhkan melalui kegiatan yang menye­nangkan namun sarat mak­na.

  Warga Lumbirejo Protes Hambatan Sertifikasi Tanah Diduga Akibat Surat Palsu PT BLJ
Gam­bar screen­shot video Dok istime­wa, Senin (04/08/25)

Dalam ung­ga­han terse­but, pihak Nurul Hay­at juga menyam­paikan bah­wa per­lom­baan ini adalah wujud dari cara mere­ka dalam mer­ayakan kemerdekaan Repub­lik Indone­sia, bukan hanya den­gan upacara dan kegiatan for­mal, tetapi juga melalui kegiatan kre­atif dan mem­ban­gun keber­samaan.

“Begini­lah cara kami mer­ayakan kemerdekaan Indone­sia: Den­gan keber­samaan, keseru­an, dan rasa syukur.”

Per­lom­baan estafet sarung ini bukan hanya sekadar hibu­ran atau ajang menun­jukkan kecepatan dan kelinc­a­han, namun juga men­ja­di sim­bol ker­ja sama, kesabaran, dan koor­di­nasi antarindi­vidu. Di dalam­nya ter­da­p­at pesan moral bah­wa keber­hasi­lan hanya bisa diraih melalui sin­er­gi dan keber­samaan, nilai-nilai yang juga men­ja­di lan­dasan per­juan­gan para pahlawan bangsa.

Santri yang mengiku­ti lom­ba pun tam­pak begi­tu antu­sias dan seman­gat, men­ge­nakan sarung ser­ta ber­jalan cepat sam­bil meny­er­ahkan sarung ke peser­ta berikut­nya den­gan tetap men­ja­ga seman­gat sportiv­i­tas. Gelak tawa dan sorakan dari para penonton—baik dari santri lain maupun para pengajar—menambah semarak suasana di dalam aula atau lapan­gan indoor yang men­ja­di lokasi per­lom­baan.

Ung­ga­han terse­but juga menye­but bah­wa per­lom­baan belum berakhir, dan akan ada banyak keseru­an lain yang menyusul.

“Dan ten­ang… lom­banya belum sele­sai!
Masih banyak keseru­an menan­ti. Kira-kira, lom­ba selan­jut­nya bakal lebih seru lagi nggak ya? 😄”

Ter­li­hat dalam video yang diung­gah, para peser­ta yang selu­ruh­nya santri perem­puan dari Nurul Hay­at mengiku­ti lom­ba den­gan men­ge­nakan gamis dan sarung. Mere­ka berlari dalam lin­tasan di dalam ruan­gan berlan­tai hijau layaknya lapan­gan olahra­ga, sam­bil men­gop­erkan sarung kepa­da rekan satu tim mere­ka.

  Oknum Penyidik Polrestabes Medan Diduga Peras Pelapor Rp7 Juta: Kapolres Dianggap Lalai, Penegakan Etik Dipertanyakan

Beber­a­pa guru dan pem­bi­na yang menon­ton dari sisi lapan­gan ter­li­hat tertawa lep­as, menikmati aksi lucu dan seman­gat para santri. Salah satu momen menarik dalam video menun­jukkan seo­rang peser­ta menun­juk den­gan ekspre­si penuh tawa dan seman­gat, semen­tara para penon­ton di belakangnya turut ter­hibur.

Di balik kegem­bi­raan terse­but, per­lom­baan juga berlang­sung tert­ib dan dalam suasana aman. Dind­ing-dind­ing aula dipenuhi den­gan him­bauan seper­ti “DILARANG MEROKOK”, yang menun­jukkan bah­wa acara dilak­sanakan di lingkun­gan yang kon­dusif, bersih, dan sehat.

Ten­tang Nurul Hay­at

Yayasan Nurul Hay­at meru­pakan salah satu lem­ba­ga sosial dan zakat terke­mu­ka di Indone­sia yang telah berkiprah dalam berba­gai pro­gram kemanu­si­aan, keaga­maan, ser­ta pen­didikan. Santri Khid­mat Nurul Hay­at adalah bagian dari pro­gram kaderisasi yang men­didik para pemu­da dan pemu­di untuk men­ja­di prib­a­di yang berman­faat bagi umat dan bangsa melalui pengab­di­an sosial, dak­wah, dan keter­li­batan dalam kegiatan pem­ban­gu­nan masyarakat.

Kegiatan per­ayaan kemerdekaan seper­ti ini men­ja­di bagian pent­ing dari pem­bi­naan karak­ter para santri, di mana seman­gat nasion­al­isme dan jiwa keber­samaan ditanamkan den­gan cara yang menye­nangkan dan tidak kaku. Pen­dekatan seper­ti ini ter­buk­ti mam­pu meningkatkan moti­vasi, kedekatan antarpe­ser­ta, ser­ta seman­gat cin­ta tanah air.

  Kilau IWO Award 2025: Komitmen Thomas Amirico Majukan Lampung

Hara­pan dan Lan­ju­tan Kegiatan

Melalui ung­ga­han terse­but, tim Nurul Hay­at juga mem­berikan isyarat bah­wa akan ada lom­ba-lom­ba seru lain­nya yang menyusul. Hal ini ten­tu men­ja­di penant­ian menarik, tidak hanya bagi para santri yang berpar­tisi­pasi, tetapi juga masyarakat umum yang meny­i­mak kegiatan mere­ka melalui media sosial.

Tagar-tagar yang dis­e­matkan dalam ung­ga­han seper­ti #Nurul­Hay­at, #ZakatKi­ta, #Lom­ba, #Lom­baA­gus­tu­san, #Agus­tu­san, dan #LifeAt­Nu­rul­Hay­at men­ja­di bagian dari strate­gi dig­i­tal mere­ka untuk men­jangkau lebih banyak audi­ens ser­ta menye­barkan pesan-pesan posi­tif dari kegiatan yang mere­ka lakukan.

Keme­ri­ahan estafet sarung yang dilak­sanakan oleh para santri Khid­mat Nurul Hay­at men­ja­di buk­ti bah­wa seman­gat kemerdekaan dap­at diwu­jud­kan dalam banyak ben­tuk. Tidak selalu harus for­mal dan kaku, namun bisa juga hadir dalam tawa, sorak, dan keber­samaan yang hangat.

Per­lom­baan ini men­ja­di sim­bol bagaimana nilai-nilai per­juan­gan seper­ti ker­ja sama, seman­gat pan­tang meny­er­ah, dan rasa syukur bisa dihidup­kan kem­bali, teruta­ma di kalan­gan gen­erasi muda. Nurul Hay­at berhasil menun­jukkan bah­wa kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dimak­nai melalui aksi nya­ta yang mem­ben­tuk karak­ter dan menum­buhkan seman­gat posi­tif di ten­gah masyarakat.

Sum­ber:
Ung­ga­han akun res­mi Threads @nurulhayatku
(Tayang 17 jam lalu, dis­er­tai video dan foto kegiatan lom­ba estafet sarung)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *