Berita Hukum

Tarumajaya Memanas: Warga Siap Mati Demi Lahan, Pemerintah Tak Tampak

413
×

Tarumajaya Memanas: Warga Siap Mati Demi Lahan, Pemerintah Tak Tampak

Sebarkan artikel ini

Bekasi, SniperNew.id –  Ketegangan memuncak di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ketika warga menyatakan sikap tegas atas konflik yang melibatkan lahan mereka. Dalam unggahan di media sosial oleh akun @brorondm, disebutkan bahwa warga menyampaikan tekad mereka kepada Sabat Law Firm:

“Kami akan pertahankan hak kami sampai mati.”

Pernyataan ini menandakan bahwa situasi telah memasuki fase serius dan emosional. Warga didampingi oleh Sabat Law Firm yang kini tengah bersiap untuk mengawal proses hukum dan advokasi atas hak-hak masyarakat.

  Diduga Demi Dibeli Murah, Tujuh Sapi Warga Nganjuk Diracun

Dalam unggahannya, @brorondm juga menyampaikan harapan agar pemerintah setempat dan instansi terkait yang direncanakan turun ke lokasi pada hari Senin mendatang mempertimbangkan keputusannya secara bijak.

“Dengan ini saya harapkan, jika Pemerintah setempat dan instansi lainnya yg akan turun Senin besok pertimbangkan keputusan kalian. Team Sabat Law Firm @sabatlawfirm akan mengawal.”

Lokasi konflik terjadi di bawah salah satu menara listrik tegangan tinggi di tengah area persawahan Tarumajaya. Dalam foto yang dibagikan, tampak warga berkumpul di genangan sawah, berdiri berjajar di bawah menara tersebut, menunjukkan perlawanan terhadap kemungkinan penggusuran atau pengambilalihan lahan.

Respons publik yang terekam dalam kolom komentar memperlihatkan kekecewaan mendalam terhadap absennya pemerintah daerah dan wakil rakyat dalam mendampingi masyarakat di tengah konflik ini.

  Hilangnya Mesin Dum Truck dari Gudang Barang Bukti: Polresta Deli Serdang Lakukan Penelusuran Internal”

Akun @rian.syah4503 menuliskan. “Harusnya bro ini yg jd ketum nyaa, berani bersuara.”

Sementara akun @andreas130869leonard menyindir sinis. “Mengharap pemda dan wakil rakyat turun saat dibutuhkan oleh rakyat? 🤣🤣🤣 Anda serius nanya gitu bang?? 🤣🤣🤣”

Komentar lain seperti dari @riki.peb45 yang menanyakan “Ketua gajah mana bro?”, hingga @denisaputra3 yang berkata. “Bg kita di Indonesia bg sadar kan bg 😂”,

Dalam video lain yang dibagikan akun yang sama, tampak kerumunan warga dan aktivis di lokasi konflik. Beberapa dari mereka mengangkat kamera ponsel dan merekam kejadian. Dalam narasi video tertulis. “Kenapa Pemda atau Wakil Rakyat Tidak Hadir Saat Rakyat Membutuhkan Mereka? Malah Satpol PP Diturunkan 😢”

  Viral Curhat Warga: Urus Surat Cerai Sendiri Cuma Rp450 Ribu, Bandingkan dengan Jasa Pengacara Puluhan Juta

Hal ini menjadi pertanyaan besar publik, mengapa negara tidak hadir dengan pendekatan dialogis dan justru menurunkan aparat penegak ketertiban dalam situasi yang menuntut kehadiran wakil rakyat dan penyelesaian damai.

Persoalan lahan di Tarumajaya kini menjadi potret nyata dari konflik agraria yang tak kunjung usai di berbagai daerah Indonesia. Ketegangan ini memperlihatkan lemahnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta pentingnya pendampingan hukum bagi rakyat kecil.

Warga Tarumajaya telah menyuarakan tekad mereka. Kini, giliran pemerintah membuktikan apakah mereka memang hadir untuk rakyat, atau sekadar simbol dalam demokrasi yang makin dipertanyakan.

Lokasi: Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat
Pendamping Hukum: Sabat Law Firm
Peliput dan Narasi Sosial Media: @brorondm.

Penulis: (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *