Lampung, SniperNew.id – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang ibu yang meluapkan emosinya dengan melempar monitor komputer di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit, Sabtu (02/08/25).
Video tersebut diunggah oleh akun Threads @pest_control_toxic dan telah menarik perhatian publik sejak dua hari terakhir.
Dalam unggahan tersebut tertulis, “Ibu Emosi, Lempar Monitor RS Karena Anaknya Tak Kunjung Ditangani.” Disebutkan bahwa aksi tersebut dipicu oleh rasa kecewa sang ibu yang merasa anaknya, yang sedang sakit, tidak segera mendapatkan penanganan dari petugas medis.
Sang ibu merasa telah menunggu terlalu lama di IGD namun tidak mendapat perhatian yang semestinya, hingga akhirnya emosi memuncak dan melampiaskannya dengan merusak fasilitas rumah sakit.
Tangkapan layar dari rekaman CCTV yang turut disertakan dalam unggahan memperlihatkan dua perempuan berdiri di balik meja resepsionis atau meja pendaftaran IGD. Salah satu dari mereka, mengenakan pakaian serba hitam dengan aksen putih, terlihat tengah mengangkat monitor komputer, lalu melemparkannya dengan kasar ke arah depan. Perempuan lain di sampingnya tampak berusaha menenangkannya, namun tidak berhasil mencegah tindakan tersebut.
Aksi tersebut menjadi sorotan publik karena menggambarkan frustrasi masyarakat terhadap layanan kesehatan yang dianggap lambat atau tidak responsif, terutama dalam situasi darurat.
Meski emosi adalah hal manusiawi, banyak warganet juga mengkritisi tindakan sang ibu yang merusak fasilitas publik, karena bisa berdampak pada pelayanan pasien lainnya.
Peristiwa ini memunculkan diskusi di kolom komentar mengenai pentingnya komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien.
Beberapa warganet menyarankan agar rumah sakit meningkatkan sistem antrian dan keterbukaan informasi, agar keluarga pasien tidak merasa diabaikan. Sementara yang lain mengingatkan pentingnya menjaga emosi dan tidak bertindak merusak, apalagi di ruang publik seperti rumah sakit.
Hingga kini belum diketahui secara pasti di rumah sakit mana kejadian ini berlangsung dan apakah ada tindak lanjut hukum terhadap tindakan perusakan tersebut.
Namun, kejadian ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya empati dan pelayanan cepat di lingkungan fasilitas kesehatan, terutama di unit gawat darurat yang seharusnya tanggap dan responsif terhadap setiap kasus kedaruratan. Editor: (Ahmad)


















