Jakarta, SniperNew.id - Sebuah video viral di media sosial memantik perhatian publik setelah memperlihatkan seorang ibu menyuarakan keprihatinannya terkait kualitas makanan bergizi yang dibagikan di sekolah anaknya. Video tersebut dibagikan oleh akun Threads @zulfi880705, yang menuliskan:
“Dapat Video..
Seorang ibu menjelaskan tentang makanan bergizi yang dibagikan di sekolah anaknya.. Daerah mana ini kira-kira ya..
Apakah ini benar atau gak kualitasnya kurang dari makanan yang dikasih ke murid.. kita gak tau.. tapi dari penjelasan si Ibu dan kita lihat nasinya memang kelihatan keras..
Kasihan makanannya terbuang sia-sia..
Semoga ke depannya dimasak atau digoreng dengan rasa yang enak sehingga para murid gak buang nasinya..”
Dalam potongan video yang diunggah, sang ibu mengenakan jilbab coklat dan jaket putih tampak duduk di depan sebuah meja sambil menunjukkan satu piring makan logam bersekat yang berisi nasi, sayuran rebus, dan satu potong lauk. Di latar belakang, terlihat spanduk bertuliskan “POS UKS” dan imbauan menjaga kesehatan selama liburan.
Ibu tersebut menjelaskan bahwa makanan yang dibagikan terasa keras dan hambar, sehingga banyak siswa enggan memakannya. Dalam cuplikan video yang diperjelas dengan tulisan “perlu di publis biar sampai ke presiden”, ia berharap agar suara masyarakat kecil seperti dirinya bisa didengar oleh pihak berwenang, bahkan hingga ke Presiden.
Ia menunjukkan isi piring dengan ekspresi kecewa sambil mengatakan bahwa nasi yang diberikan tidak layak konsumsi karena terlalu keras. Makanan yang seharusnya mendukung kesehatan dan konsentrasi anak-anak justru berisiko mubazir karena tidak diolah dengan cita rasa yang pantas.
Unggahan tersebut langsung memancing respons publik. Hingga saat berita ini ditulis, video telah mendapat 866 suka, 613 komentar, dan ratusan kali dibagikan ulang. Banyak netizen memberikan dukungan serta mendesak agar program makanan bergizi di sekolah ditinjau ulang, baik dari sisi bahan baku maupun teknik pengolahannya.
Isu ini menjadi penting mengingat pemerintah telah menggulirkan program makan bergizi untuk pelajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia. Namun jika kualitas dan rasa tidak diperhatikan, program tersebut bisa kehilangan tujuan utamanya.
Masyarakat berharap agar keluhan ibu ini segera direspons, bukan hanya sebagai kritik, tapi juga sebagai bahan evaluasi agar ke depan anak-anak mendapatkan makanan yang sehat, layak, dan disukai.
Editor: (Ahmad).



















