Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Sakit Lambung Kumat, Warga Pesisir Barat ini Meninggal Dunia di Kamar Hotel

277
×

Sakit Lambung Kumat, Warga Pesisir Barat ini Meninggal Dunia di Kamar Hotel

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Seo­rang war­ga Krui Pesisir Barat dila­porkan mening­gal dunia di kamar Hotel Marisa di Kelu­ra­han Pringsewu Timur, Pringsewu pada Selasa (14/5/2024) dini hari. Kor­ban dike­tahui berna­ma Ruswan Nur (61), war­ga Mulya Timur 2, Pasar Krui, Keca­matan Pesisir Ten­gah.

  Kecelakaan di Margonda: Korban Dievakuasi, Penyebab Masih Diselidiki

Kapolsek Pringsewu Kota, Kom­pol Rohma­di, mewak­ili Kapol­res Pringsewu, AKBP. Ben­ny Prasetya, men­je­laskan bah­wa keja­di­an terse­but per­ta­ma kali dila­porkan oleh Agus Efen­di (61), sopir kor­ban, kepa­da pihak hotel sek­i­tar pukul 02.00 WIB. Lapo­ran terse­but kemu­di­an diteruskan kepa­da pihak kepolisian.

“Sete­lah mener­i­ma lapo­ran, polisi lang­sung datang dan melakukan olah tem­pat keja­di­an perkara. Kor­ban dite­mukan tidak bernyawa dalam posisi ter­bar­ing di ran­jang hotel,” ujar Kom­pol Rohma­di melalui rilis Humas­nya pada Selasa (14/5/2024) pagi.

Dari hasil penye­lidikan polisi, ungkap Rohma­di, kor­ban bersama sopirnya dike­tahui melakukan check-in di hotel terse­but sejak Senin, 13 Mei 2024 sek­i­tar pukul 16.09 WIB. Kor­ban dan sak­si meng­i­nap di hotel terse­but dalam rang­ka ber­o­bat di salah satu klinik di Pringsewu.

  Viral! Seorang Warga Kehilangan Tas Warna Silver Berisi Dokumen Penting – Mohon Bantuan Netizen!

“Berdasarkan keteran­gan sak­si, kor­ban datang ke Pringsewu untuk ber­o­bat kare­na sak­it lam­bung yang sudah lama dider­i­tanya. Namun, saat sedang meng­i­nap, diduga penyak­it­nya kam­buh dan kemu­di­an mening­gal,” ungkap­nya.

Kapolsek men­duga penye­bab mening­gal­nya kor­ban tidak terkait den­gan tin­dak pidana dan murni kare­na sak­it. Hal itu diku­atkan den­gan sejum­lah keteran­gan sak­si dan alat buk­ti lain­nya, di antaranya sejum­lah obat dan tabung oksi­gen yang sem­pat digu­nakan kor­ban.

  Tragedi Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad: 244 Tewas, Harga Saham Boeing Anjlok Tajam

“Kemu­di­an dari hasil pemerik­saan yang dilakukan polisi bersama tena­ga medis dari Puskesmas Pringsewu, di tubuh kor­ban tidak dite­mukan luka atau tan­da bekas kek­erasan, dan barang milik kor­ban juga tidak ada yang hilang” bebernya

Kapolsek menye­but jasad kor­ban telah dibawa ke RSUD Pringsewu untuk dilakukan visum. Ia juga menyampiakan, sele­sai visum jenasah kor­ban telah dis­er­ahkan kepa­da pihak kelu­ar­ga untuk dilakukan pemaka­man. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *