Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Detik-Detik Ustadz Yahya Waloni Wafat di Mimbar Masjid, Suasana Haru Warnai Makassar

424
×

Detik-Detik Ustadz Yahya Waloni Wafat di Mimbar Masjid, Suasana Haru Warnai Makassar

Sebarkan artikel ini

Makas­sar, Jumat (6 Juni 2025) – Suasana haru menye­limu­ti Kota Makas­sar, Sulawe­si Sela­tan, Jumat siang ini. Dai kon­dang dan mualaf yang dike­nal luas, Ustadz Dr. H. M. Yahya Yopie Waloni, S.Th., M.Th., berpu­lang ke rah­mat­ul­lah dalam usia 55 tahun, usai menyam­paikan khut­bah Jumat di Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Jalan Aroepala, Kelu­ra­han Gunung Sari, Keca­matan Rap­poci­ni, Makas­sar, Sab­tu (7/6/25).

Peri­s­ti­wa memilukan ini ter­ja­di sek­i­tar pukul 12.50 WITA, tak lama sete­lah beli­au menyam­paikan khut­bah ked­ua dalam salat Jumat. Menu­rut keteran­gan Yus­ran Uccang (43), Salah seo­rang jemaah yang turut menyak­sikan keja­di­an terse­but, Ustadz Yahya men­dadak jatuh dan tam­pak lemas begi­tu Khut­bah sele­sai.

“Usai khut­bah ked­ua, beli­au jatuh dan lang­sung lemas,” ungkap Yus­ran kepa­da awak media den­gan suara berge­tar.

Sha­lat Jumat yang ten­gah berlang­sung sem­pat ter­tun­da kare­na situ­asi daru­rat. Para jemaah segera mem­berikan per­to­lon­gan per­ta­ma dan melarikan Ustadz Yahya ke RS Baha­gia, Minasa Upa, yang ber­jarak hanya sek­i­tar 100 meter dari masjid. Namun takdir berka­ta lain. Ustadz Yahya Waloni diny­atakan wafat tak lama sete­lah tiba di rumah sak­it.

  Pencopet Tertangkap di CFD Ijen Malang, Satpol PP dan Dishub Bertindak Cepat

Kabar duka ini lang­sung menye­bar luas dan menggem­parkan war­ga, teruta­ma kare­na momen wafat­nya ter­ja­di di hari yang begi­tu istime­wa: hari Jumat, hari agung dalam Islam, dan juga bertepatan den­gan suasana penuh berkah Idul Adha 1446 H.

  Gempa Bumi Magnitudo 4,7 Guncang Sigi, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Uca­pan bela­sungkawa pun mem­ban­jiri media sosial. Salah satu postin­gan yang viral di plat­form X (dulu Twit­ter) Sab­tu pagi, 7 Juni 2025, menuliskan:

“Innalil­lahi wa inna ilai­hi raji’un… Ustadz Yahya Waloni wafat di mim­bar Jumat. Allah pil­ihkan wak­tu ter­baik bagi ham­ba pil­i­han-Nya. Hari Jumat, momen Idul Qur­ban, usai khut­bah. Ya Allah, ampuni­lah dosa-dosanya, teran­gi kuburnya, tem­patkan ia di sur­ga-Mu yang tert­ing­gi…”

Sia­pa Ustadz Yahya Waloni?
Lahir di Mina­hasa, Man­a­do, 30 Novem­ber 1970, Ustadz Yahya dike­nal seba­gai tokoh mualaf yang dulun­ya meru­pakan seo­rang pen­de­ta, kemu­di­an memeluk Islam dan mendedikasikan hidup­nya untuk menye­barkan dak­wah dan mem­perku­at aqi­dah umat.

Per­jalanan spir­i­tu­al beli­au men­gin­spi­rasi banyak orang. Den­gan latar belakang pen­didikan teolo­gi yang men­dalam, beli­au men­ja­di sosok pem­bela aki­dah yang tegas dan penuh seman­gat. Ceramah-ceramah-nya dike­nal menyen­tuh, mem­bakar seman­gat keimanan, ser­ta mem­perkokoh keyak­i­nan umat ter­hadap Islam seba­gai aga­ma yang haq.

  Ribuan Mahasiswa dan Warga Merauke Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Jaringan Internet

Sejak kabar wafat­nya terse­bar, uca­pan bela­sungkawa dan do’a dari tokoh masyarakat, ula­ma, hing­ga neti­zen terus men­galir. Banyak yang meni­lai keper­gian Ustadz Yahya seba­gai syahid akhi­rat kare­na wafat­nya dalam keadaan berdak­wah di hari Jumat, hari pal­ing mulia dalam Islam.

“Luar biasa per­juan­gan beli­au. Dari pen­de­ta men­ja­di ustadz yang istiqamah. Isti­ra­hat­lah dalam damai, Ustadz Yahya. Insya Allah sur­ga tert­ing­gi untuk­mu,” tulis salah satu peng­gu­na media sosial den­gan tagar #UstadzYahyaWaloni.

Allahum­magh­fir­lahu warhamhu wa’afi­hi wa’fuanhu.Semoga segala amal dak­wah Ustadz Yahya Waloni diter­i­ma Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan ditem­patkan di sur­ga tert­ing­gi bersama para syuha­da dan orang-orang shal­ih. Innalil­lahi wa inna ilai­hi raji’un..

Edi­tor:: (Dull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *