Terupdate

PT Bahruny Perkebunan Kwala Besilam Diduga “Kangkangi” UU Ketenagakerjaan

726
×

PT Bahruny Perkebunan Kwala Besilam Diduga “Kangkangi” UU Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini

Langkat- Snipernew.id Ratu­san peker­ja penyadap karet perusa­haan perke­bunan karet PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am, yang ter­letak di Desa Kwala Besil­am Keca­matan Padang Tualang, Kabu­pat­en Langkat, meni­lai perusa­haan telah “mem­perkosa” hak-hak mere­ka seba­gai peker­ja.

Salah seo­rang buruh har­i­an lep­as yang tidak mau dise­butkan namanya, men­gatakan, Per­jan­jian Ker­ja Wak­tu Ter­ten­tu (PKWT) yang akan dit­er­ap­kan PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am mem­ber­atkan peker­ja.

“Untuk mem­berikan sta­tus bagi peker­ja buruh har­i­an lep­as yang akan diberikan PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am kami anggap mem­ber­atkan kami para buruh,karena salah satu poin pada PKWT terse­but, menaikkan basis borong dari 25 kg/hari men­ja­di 30 kg/hari, jika tidak men­ca­pai tar­get 30 kg/hari, maka akan dike­nakan den­da Rp 5000/kg, “ungkap­nya.

Ia men­je­laskan, den­gan salah point terse­but kami buruh har­i­an lep­as penyadap karet, masa trek begi­ni tidak mam­pu dan kami meni­lai pihak perusa­haan PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am diduga mengke­biri hak-hak kami peker­ja har­i­an lep­as.

  Profil Lengkap Camat Banyumas Kabupaten Pringsewu, Zainal Abidin, S.Pd., M.M.: Kiprah Kepemimpinan dan Kontribusi Untuk Pembangunan Daerah

” Kami meno­lak untuk tan­da tan­gan, kare­na salah satu poin yang berisi menaikkan basis borong, harus 30 kg/hari, jika tidak ter­ca­pai diden­da Rp 5000/kg, “ucap salah seo­rang buruh yang tidak ingin dise­butkan namanya.

Semen­tara, Ket­ua Pimp­inan Unit Ker­ja (PUK) Fed­erasi Serikat Peker­ja Per­tan­ian Perke­bunan (FSPPP) Kwala Besil­am Sumar­lin, kepa­da wartawan, Jum’at (14/2/25) men­je­laskan, seki­ra 100 peker­ja har­i­an lep­as,
mere­ka men­duga PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am tidak mematuhi atu­ran perun­dang-undan­gan terkait hak-hak nor­matif peker­ja, diantaranya mem­berikan syarat jika ingin keje­lasan sta­tus Per­jan­jian Ker­ja Wak­tu Ter­ten­tu (PKWT) den­gan menaikkan basis borong 25 kg/hari men­ja­di 30 kg/hari,jika tidak ter­ca­pai basis borong 30 kg/hari akan diden­da Rp 5000/kg.

“Bahkan ada tiga man­dor yang diduga memak­sa karyawan agar menyetu­jui den­gan menan­datan­gani syarat PKWT yang sudah jelas mem­ber­atkan kami peker­ja har­i­an lep­as, ” sam­bung Sumar­lin.

“Sek­i­tar satu tahun ini kami baru merasakan BPJS kete­na­gak­er­jaan sete­lah puluhan tahun kami bek­er­ja, namun untuk BPJS kesehatan,kami belum memi­li­ki,” ucap­nya saat dis­ing­gung wartawan terkait BPJS.

  Putus Fanbelt, UKW Lulus, Semangat Tak Putus

“Tidak hanya terkait poin per­syaratan PKWT den­gan menaikkan basis borong,jika tidak ter­ca­pai basis borong akan dike­nakan den­da.

Semen­tara pem­ber­ian THR sela­ma kami bek­er­ja, pihak perusa­haan PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am hanya mem­berikan ban­tu­an Hari Raya,“ungkapnya.

Dis­ing­gung bera­pa besaran ban­tu­an hari raya kebe­saran keaga­maan, beber­a­pa tahun lalu, Sumar­lin men­jawab, hanya cukup mem­be­li sirup untuk lebaran idul fitri.

Untuk menyam­but Hari Raya Idul Fitri 1466 H tahun 2025, pihak PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am belum mem­berikan kejelasan,ungkap Sumar­lin.

Ter­pisah, Ket­ua Pimp­inan Unit Ker­ja (PUK) Fed­erasi Serikat Peker­ja Per­tan­ian Perke­bunan (FSPPP) Kabu­pat­en Langkat Suwan­to Tari­g­an kepa­da wartawan men­gatakan, den­gan dit­er­ap­kan­nya syarat untuk PKWT yaitu menaikkan basis borong dari 25 kg/hari men­ja­di 30 kg/hari dan jika tidak ter­ca­pai tar­get basis borong 30 kg/hari akan di den­da Rp 5000/kg di masa trek, di duga pihak perusa­haan PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am tidak manu­si­awi.

“Pihak FSPPP Kabu­pat­en Langkat telah menyu­rati agar pihak perusa­haan PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am terkait salah satu per­syaratan PKWT dan pem­ber­ian THR kepa­da para peker­ja penyadap karet, hing­ga saat ini pihak perusa­haan PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am belum mem­berikan pen­je­lasan.

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Suwan­to Tari­g­an juga menjelaskan,sekira 100 orang karyawan hing­ga sekarang tidak ada per­jan­jian ker­ja ataupun surat pen­gangkatan ter­hadap buruh/pekerja har­i­an lep­as, ujarnya.

Dikatakan­nya, bah­wa sudah seharus­nya perusa­haan PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am wajib men­gangkat selu­ruh PHL men­ja­di karyawan tetap (SKHU dan HT) kare­na sudah bek­er­ja sela­ma puluhan tahun, meru­juk Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 ten­tang kete­na­gak­er­jaan, Kepu­tu­san Menteri Tena­ga Ker­ja dan Trans­mi­grasi (Kep­me­naker­trans) Nomor 100 Tahun 2004, ten­tang Per­jan­jian Ker­ja Wak­tu Tidak Ter­ten­tu (PKWTT) dan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 35 Tahun 2021. Dan kami juga mem­inta agar Dinas Tena­ga Ker­ja Kabu­pat­en Langkat jan­gan tut­up mata.

“Dinas Tena­ga Ker­ja Kabu­pat­en Langkat jan­gan tut­up mata den­gan tidak adanya sta­tus yang jelas bagi ratu­san PHL penyadap karet PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besil­am, ungkap­nya.

Semen­tara Man­ag­er PT Bahruny Perke­bunan Kwala Besilam,melalui Humas,ketika dikon­fir­masi pada Jum’at (14/2/25) kemarin mengatakan,mohon maaf ya pak,saya buru-buru,mau jem­put anak dis­eko­lah. (Tol­has Pasaribu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *